SIAPAKAH YESUS?

Saya mengenal Yesus dari ceritera orang lain dan dari ceritera Kitab Suci. Yesus adalah Guru. Yesus adalah Pengampun. Yesus adalah pendoa. Yesus adalah pedagang. Yesus adalah nelayan. Yesus adalah petani. Yesus adalah pemuda. Yesus adalah dokter. Yesus adalah pebela perempuan. Yesus adalah pelayan para ibu janda. Yesus adalah pembangkit orang mati. Yesus adalah pemimpin. Yesus adalah pekerja. Yesus adalah pemberi teladan. Yesus adalah pribadi revolusioner. Yesus adalah pribadi yang kritis. Yesus adalah seorang nabi. Yesus adalah pertapa. Yesus adalah tabah. Masih banyak pribadi Ysus yang dikenal berdasarkan refleksi pribadi kita masing-masing berdasarkan konteks persoalan dan situasi yang sedang membentuk pengenalan dan pemahaman kita tentang Yesus yang kita imani seturut pengalaman iman kita akan Yesus yang kita imani dan kita wartakan.


Petrus mengenal Yesus sebagai Mesias penyelamat dunia. Di atas dasar iman Petrus ini, Gereja di bangun dan Kunci Gereja Tuhan beri kepada Petrus. Maka dengan pengenalan Yesus yang terus berkembang sesuai dengan konteks zaman maka Gereja selalu hidup dan kreatif membangun Gereja sehingga selalu kontekstual tidak mandeg membosankan.


Inspirasi

YES 22 : 19 - 23
ROM 11 : 33 - 36
MAT 16 : 13 - 22

MISA SYUKUR WISUDA YOYO DKK DI ITATS

MELANGKAH PASTI MENGGAPAI IMPIAN



Proficiat kepada Yoyo dkk yang hari ini diwisuda. Ini satu kebanggaan sekaligus satu keberhasilan yang telah mereka raih. Impian mereka menjadi kenyataan. Keberhasilan ini kita rayakan dalam suasana bahagia. Kebrhasilan ini bukan jatuh dari langit juga bukan keluar dari dalam tanah. Keberhasilan ini adalah sebuah usaha dan perjuangan pribadi, orang tua, sahabat dekat, dan terutama karena Berkat Tuhan.




TERIMA


Mereka telah menerima banyak hal dari TUHAN. Tuhan memberi berkatNya yang berlimpah ruang kepada mereka. Rahmat Tuhan itu mereka rasakan dan mereka alama dalam pemberian yang mereka dapatkan dari pertama-tama kedua orang tua, adik dan kakak kandung, keluarga besar di rumah, para dosen atau pendidik, sahabat kenalan, dan terutama kemampauan dasar yang telah mereka terima dari Tuhan yang disebutkan dalam bacaan suci Mat 25 : 14 - 26. Mereka telah menerima pemberian dari bapak dan ibu kost dan orang-orang yang secara langsung maupun tidak langsung membantu mereka. Tuhan berkarya di dalam diri mereka.


KASIH


Pemberian yang mereka terima tidak berhenti di situ. Pemberian itu adalah sebuah perutusan. Mereka kini telah menjadi sarjana. Sarjana ini tidak berhenti setelah wisuda. Mereka akan diutus sebagai terang dan garam di tempat kerja mereka masing-masing. Mereka harus melipatgandakan kemampuan mereka. Orang banyak yang hidup bersama mereka akan mengalami terang dan garam yang mengenakkan dan memberi kenyamanan bagi mereka. KASIH SEJATI Tuhan mengutus mereka untuk memberi kesaksian tentang kasih yang sejati itu.


Kemampuan mereka yang telah dilgalisasikan lewat wisuda ini akan memberi kekuatan bagi mereka untuk bertindak yakin dalam memainkan ilmu mereka kepada dunia. Aspek sosial dari ilmu mereka akan teruji di tempat kerja mereka masing-masing.


Mereka sadar bahwa setiap mahasiswa pernah membohongi orang tua, dalam hal penggunanaan keuangan. Oleh karena ini itu mereka beri maaf yang sebesar-besarnya kepda orang tua.

Tugas berat mereka adalah membalas perjuangan orang tua dalam kerja mereka. Mereka ingin membalas kebaikan orang tua dalam lima tahun pertama bertugas.



RENEW


Mereka bukan sarjana map dari kantor ke kantor menunggu jadi pegawai negeri. Mereka harus menjadi sarjana yang kreatif dalam hidup mereka. Mereka mau lebih berwiraswasta ketimbang PNS yang gali lubang tutup lupang dan masa depannya untuk cepat sukses karena terhalang oleh tembok kantor dan kursi mati. Wiraswasta adalah lebih besar peluangnya untuk cepat sukses apalagi didasari oleh kreativitas yang bagus, maka waktu adalah uang. Setiap peluang dan kesempatan dibaca secara cepat untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan. Talenta bukan sekedar kemampuan tetapi soal iman kepada Kristus yang diumpamakan dengan perumpamaan talenta yang harus digandakan. Sama seperta kemampuan perlu digandakan dan dibungakan demimkian juga iman kita harus digandakan agar semakin banyak pengikut Kristus dalam segala zaman.



Tema BERLANGKAH PASTI MENGGAPAI IMPIAN ditulis dengan MERAH DAN PUTIH karena suasana HUTRIN = HARI ULANG TAHUN REPUBLIK INDONESIA. TOGA DAN MELANGAKAH DALAM JEJAK KAKI ITU DITULIS DENGAN WARNA PUTIH MENUNJUKKAN BAHWA MEREKA INGIN TETAP BERSIH JUJUR TIDAK KKN DALAM KERJA MEREKA. ITU ADALAH IMPIAN MEREKA. MELANGKAH PASTI DITULIS DENGAN WARNA MERAH MENUNJUKKAN BAHWA MEREKA TIDAK INGIN UNTUK MENUMPAH DARAH ORANG LAIN DEMI EGOISMENYA. ****


INSPIRASI

FILIPI 4 : 10 - 19 : TERIMA KASIH atas PEMBERIAN JEMAAT
MATEUS 25 : 14 - 26 : PERUMPAMAAN TENTANG TALENTA : Soal Kemampuan dan Iman Perlu dirambatkan

ILMUNYA AMBIL TELADAN BURUKNYA JANGAN IKUTI

Banyak orang pintar di negeri ini. Sedikit orang baik di dunia ini. Dalam Injil kita mendengar bahwa para elite pandai berkotbah dan berpidato dan berteori. Tetapi mereka tidak melaksanakan apa yang baik yang mereka ajarkan kepada murid atau bawannya. Hal ini sudah ada pada zaman Yesus. Para Farisi dan ahli-ahli Taurat menjadi orang terkemuka dalam kehidupan sosial mereka. Tetapi mereka bukan menjadi teladan bagi rakyat atau bawahannya. Maka para murid Yesus melihat hal itu ganjil. Yesus memberi peneguhan dalam Sabda ini : " Ambillah ajarannya tetapi jangan mengikuti perbuatan buruk mereka". Yesus sangat bijak dalam memberi peneguhan kepada para muridNya. Yesus menghendaki agar para murid memiliki karakter pribadi yang bijaksana salam menilai setiap peristiwa yang terjadi di sekitar mereka.


Inspirasi
Yeh 43 : 1- 7a
Mat 23 : 1 - 12

SULIT KOTBAH DADAKAN PADA MOMENT PENTING

Seorang gembala hampir setiap saat memiliki kesempatan untuk berbicara di depan publik. Terus-menerus tampil di depan publik dari yang disiapkan secara matang sampai dadakan, rasa-rasanya mengalami kehabisan bahan, bahkan banyak komentar sinis dari umat, kok omongnya itu-itu saja sih.

Satu moment untuk tampil didepan umum adalah Perayaan Kelahiran meliputi perkawinan, wisuda, perak, jabatn dsb.


Ada tiga pokok kerangka yang selalu menjadi pengatur jalannya pembicaraan agar terarah yaitu :

1. Memory.
Dalam hal ini sebuah peryaan mengarahkan orang yang merayakan ke arah masa lalu yang penuh dengan pengalaman suka dan dukanya. Kejengkelan, problem, kebahagiaan, kegagalan, keberhasilan, pengampunan yang mewarnai perjalanan hidup di masa lalu sampai sebelum memasuki hri H perayaan itu. Ini adalah acuan untuk renungan hari raya kini.

2. Celebration.
Perayaan tentu membuat bahagia. Ada banyak teman lama berkumpul. Makanan enak. Shering pengalaman yang saling memperkaya, menguatkan dan menyegarkan. Ada acara persaudaraan yang membuat refresh kembali setelah hampir merasa jenuh dengan rutinitas. Perasaan senang dan bahagia mewarnai perayaan puncak.


3. RENEW.

Ada yang baik dan kurang di masa lalu. Masa depan penuh peluang untuk berkembang maju. Apa yang mau dibarui? Sukses ata setia atau dua-duanya. Kembangkan sendiri dalam meditasimu. Amin

Kreatif Menyelesaikan Kesulitan Hidup

Kehidupan bahagiaan adalah idaman setiap manusia normal yang beriman kepada Tuhan Yesus. Dalam perjalanan menuju cita-cita itu tidak selamanya berjalan dalam rasa yang senang tanpa beban kesulitan hidup. Di sela-sela ziarah menuju kebahagiaan yang dirindu probelama menjadi satu eksisitensi yang mewarnai setiap perjalanan hidup menuju tujuan bahagia yang diharapkan.


Kesulitan ada untuk diatasi. Penyelesaiannya bisa kita belajar dari pengalaman raja dan binatang kesayangannya Keledai yang terjerat masuk dalam sebuah sumur tua yang digali tapi tidak mendaptkan air dan membiarkan terbuka tanpa ditutup. Keledainya terperosok ke dalam sumur lubang tua itu dan raja seorang diri tidak dapat mengeluarkan Keledai dari sumur tua itu. Raja pun tidak kehilangan akal. Raja memerintah seluruh rakyatnya datang di sekeliling sumur tua itu dan menggali tanah disekitar sumur tua itu lalu tanah itu dibuang kedalam sumur tua itu. Keledai yang ada didalam sumur ketika tanah yang dibuang kedalam sumur itu selalu mengenai tubuhnya dan keledai itu terus berontak dalam sumur tua itu. Nah pemberantakan itu membuat Keledai itu mengintak tanah yang diinja itu semakin mengeras dan membantu sehingga semakin lama-lama sumur itupun menjadi penuh dengan tanah dan Keledai itu dapt keluar dari sumur tua itu. Keledai itu hidup dan Raja senang dan bahagia.


Hari ini kita merayakan syukur bersama keluarga ERIC - RENATA yang akan menjalankan perkawinan pada tanggal 20-08-2008. Harapan di kepala mereka adalah hidup keluarga yang bahagia. Cita-cita itu dalam perjalanan hidup kedua caon mempelai, nanti akan menghadapi kerikil-kerikil tajam yang mewarnai ziarah hidup mereka. Belajar dari sang raja, kesulitan tidak membuat diri panik. Justru kesulitan membuat diri kreatif untuk keluar dari kesulitan yang sedang dialami.

Kekuatan ERIC-RENATA dalam menghadapi setiap kesulitan adalah Iman Kepada Kristus Yesus yang memiliki kasih yang sejati. Dalam bacaan Injil Yoh 15 : 9-17 tentang Kasih seorang yang menyerahkan nyawanya untuk sahabatnya. Ef 5 : 22 - 33 tentang Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri. Kasih yang sejati seperti kasih Yesus kepada kita umatNya. Yesus mencintai kita seutuhnya tidak setengah-setengah. Dia bahkan menyerahkan nyawaNya untuk menyelamatkan kita. Aspek korban Yesus menjadi cintoh bagi korban kita satu terhadap yang lain. Yesus berkorban tanpah pamrih. Demikian juga kita mengimaniNya Dia yang demikian. Iman seperti ini tidak turn dari langit. Iman seperti ini tidak tumbuh dari dalam tanah. Iman seperti ini harus kita hidup sendiri dalam ziarah rohani kita. Iman seperti ini harus diusahakan dalam perjalanan hidup kita.


ERIC- RENATA akan menjalani kehidupan berkeluarga. Cinta sejati Kristiani yang dijumpai dalam diri Kristus harus menjadi dasar cinta sejati Anda berdua. Aspek korban harus menjadi utama dalam hidup Anda berdua. Korban bukan dituntut dari Renata oleh Eric. Renata juga tidak hanya menuntuk agar ERIC harus berkorban. Jangan mengharapkan pasangan Anda untuk berkorban. Tetapi Anda sendiri yang mau berkorban bagi orang lain seperti Korban Yesus yang Anda imani. Jangan tanyakan apa korban isteri bagi anda. Tetapi utamakanlah apa korban Anda bagi isteri Anda. Ubahlah dirimu sebelum orang lain diubah. Mengubah diri utama dalam mengalami keluarga yang bahagia yang dicita-citakan. ******

"Aku Mau Hidup Seribu Tahun Lagi"

Hidup kekal mempunyai kedua bagian ini kekinian dan keakanan. Hidup kekal itu telah dialami saat ini lewat meninggalkan segala yang bersifat mengikat diri. Hidup lepas bebas untuk mengutamakan Sabda Allah pemilik hidup kekal merupakan saat mengalami hidup kekal di dunia ini. (Yeh 24:15-24; Mat 19:16-22. Lepas bebas dari segala penghalang untuk menjadi manusia sempurna. Meninggalkan egoisme menjadi insan yang silider. Menjadi manusia yang kreatif untuk menuju kesempurnaan. Aku belum sempurna. Aku mau hidup seterusnya untuk menjadi sempurna. Aku tidak akan tenang sebelum hidupku sempurna dalam Tuhan Yesus yang kuimani. ****

KONSPIRASI FARISI - PARA MURID HERODES ANTIPAS

MEMAKNAI HARI RAYA KEMERDEKAAN RI KE 63

Kehidupan bersama itu tidak selamanya mendatangkan kenyamanan. Kehidupan bersama seringkali mendatangkan ancaman satu terhadap yang lain atau persaingan satu terhadap yang lain secara tidak sehat, saling menjatuhkan satu terhadap yang lain, dengan cara-cara yang licik dan bahkan lewat konspirasi-konspirasi tertentu. Kehidupan dalam masyarakat Israel juga terjadi persaingan. Orang Farisi dan Para Murid Herodes merasa tersaingingi dengan kehadiran Yesus. Mengapa?

Kehadiran Yesus sebagai tokoh spiritual menarik banyak perhatian massa yang langsung mengikuti Yesus sebagai tokoh spiritual mereka yang mereka idam-idamkan. Mereka merasa save mengikuti Yesus. Yesus memeberi makan kepada yang lapar dan miskin. Hal ini menjadi nyata dalam Mujizat pergandaan Roti dan ikan. Mereka mendapat mujizat penyembuhan dari Yesus, yang sakit disembuhkan, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang tuli mendengar. Dengan demikian Yesus semakin terkenal dalam masyarakat. Banyak orang yang mengikuti Yesus. Para pengijut Yesus itu berasal dari massa atau umat kaum Farisi dan massa atau rakyat Herodes Antipas. “Yesus berhasil mengail pengikutNya di kolam kaum Farisi dan kolam Herodes Antipas”. Satu keunikan dari Yesus menarik banyak orang yang kemudian menjadi pengikutNya adalah Yesus melayani mereka untuk kepentingan dan kesejahteraan mereka yang dilayani. Yesus mengutamakan kesejahteraan umum. Itu inti sari yang menyentuh kerinduan dan harapan umat yang Yesus layani. Hal itu mereka temukan dalam tokoh spiritual Yesus, tidak mereka temukan dalam para Farisi yang punya jabatan dan kedudukan dalam institusi agama Yahudi dan Penguasa Sipil Herodes Antipas.

Kaum Farisi dan Para Pengikut Herodes merasa tersaingi bahkan sangat terancam dengan kehadiran Yesus pemimpin spiritual. Orang Farisi dan Para Murid Herodes mulai menyusun kelicikan mereka untuk mematahkan popularitas Yesus. Untuk menggolkan semua ambisi mereka untuk tetap berkuasa dan tetap memiliki massa, maka kaum Farisi dan para pengikut Herodes mulai menyusun konspirasi untuk menjatuhkan Yesus. Hasil konspirasi mereka itu mereka ungkapkan dalam upaya mereka untuk mejerat Yesus, lewat pertanyaan kepada Yesus: “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar?” Mereka mengharapkan agar Yesus menjawab tidak atau ya, sebagai pintu untuk menjerat Yesus. Dalam konspirasi mereka, kalau Yesus menjawab Ya maka Yesus menyangkal rasa kebangsaanNya sebagai bangsa Yahudi. Secara teologis, Israel adalah tanah Suci dari Allah sebagai penguasa satu-satunya. Membayar Pajak kepada Kaisar berarti mennyangkal iman kepada Allah sebagai fondasi identitas iman bangsa Yahudi. Jawaban ya untuk membayar pajak kepada Kaisar akan mendatangkan para pengikut kaum Farisi mengadakan revolusi lewat demontrasi besar-besaran bahkan Yesus akan dilempar oleh para pendomo karena jawaban Ya itu merupakan satu pemerkosaan terhadap identitas bangsa Yahudi. Kalau Yesus menjawab tidak, maka Herodes Antipas dan para pengikutnya akan menyerang Yesus karena Dia tidak taat pada Penguasa Sipil saat itu yang dikendalikan oleh Penjajah Romawi.
Menarik bahwa Yesus tidak menjawab ya atau tidak terhadap pertanyaan yang menjerat DiriNya. Yesus sungguh menampilkan diri sebagai pribadi yang dipenuhi oleh kebijaksanaan dalam SabdaNya ini: “"Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."(Mat 22:21). Dengan jawaban ini Yesus membuat mereka memikirkan sikap mereka sendiri baik terhadap "urusan kaisar" maupun keprihatinan mereka mengenai "urusan Allah" dan sekaligus menghindari jerat yang dipasang lawan-lawannya.
Jelas kaum Farisi dan para pendukung Herodes hendak menyangkal jawaban Yesus “Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan berikanlah kepada Allah apa yang menjadi hak Allah”, tapi dengan alasan yang berbeda. Kaum Farisi menolak dengan alasan agama, sedangkan kaum pendukung dengan alasan kepentingan politik mereka sendiri. Dalam perkataan Yesus “berikanlah kepada Allah yang wajib diberikan kepadaNya”, Yesus hendak menekankan perlunya integritas batin. Bila kehidupan agama mereka utamakan, hendaklah mereka menjalankannya dengan lurus. Bila mau jujur, mereka mau tak mau akan memeriksa diri adakah mereka sungguh percaya atau sebetulnya mereka menomorsatukan kepentingan sendiri dengan memperalat agama. Salah satunya adalah pajak dan kolekte untuk Bait Allah mereka gunakan untuk kepentingan diri sendiri bukan untuk kepentingan bersama. Jawaban Yesus secara implisit kritik terhadap kaum Farisi dan penguasa sipil yang korup uang rakyat dan umat.
Tema pembayaran pajak oleh rakyat untuk kesejahteraan rakyat dan kolekte dari umat untuk kesejahteraan umat tetap aktual untuk dibicarakan pada moment penting Hari Raya Kemerdekaan RI yang ke 63 pada hari ini. Pembicaraan tentang tema pajak dan kolkete menyangkut dua hal penting yang terlibat langsung yaitu rakyat atau uamt yang membayar pajak atau kolkete dan penguasa atau pemimpin agama yang menerima dan megelolah serat menyalurkan pajak atau kolekte untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama dalam Gereja maupun dalam masyarakat bangsa dan negara.

Tujuan pajak dan uang kolekte itu untuk kesejahteraan rakyat dan umat masih perlu direfleksikan lebih dalam lagi pada kesempatan istimewa Hari Raya Kemerdekaan Negara Indonesia ini, dalam memberi makna pada Kemerdekaan Negara Indonesia yang dirayakan ke 63 tahun. Merdeka berarti bebas dari kemiskinan dalam arti yang luas, mencakup sarana pendidikan yanga memadai yang tidak merata di tanah air, penyebaran tenaga dokter yang tida mereta di tanah air, sarana kesehatan yang tidak mereta, kemiskinan materi, masih ada dan dialami oleh rakyat maupun oleh umat beriman. Satu akar soal utama kemiskinan sampai hari ini belum tersembuhkan adalah masih ada pemerataan korupsi di tanah air Indonesia yang Hari Merayakan Kemerdekaannnya yang ke 63.

Pipa penyaluran Pajak dari rakyat untuk rakyat itu tersumbat oleh para penyalur uang rakyat kepada rakyat demi kesejahteraan bersama. Uang dari rakyat lancar mengalir ke tangan para penguasa, tetapi para pengelolah menyunat uang itu sehingga rakyat tetap misin , sedangkan penguasa terus sejahtera. Rakyat miskin yang telah susah payah membayar pajak hanya menonton kesejahteraan para penguasa yang enjoy menikmati uang rakyat. Rakyat sederhana tahu ketamakan para penguasa tapi tapi mereka tidak mempunyai beking yang kuat untuk kritik pedas pada para penguasa yang korup. Demikian juga dalam Gereja sebagai lembaga rohani yang mendapat kolekte dari umat untuk kesejahteraan umat. Apakah dalam Gereja juga melakukan hal yang sama? Kalau demikian orang-orang yang bekerja dalam institusi Gereja harus bertobat.

Melihat realitas seperti ini kita dihadapkan pada permenungan tentang KEMERDEKAAN Negara Republik Indonesia. Sebagai orang beriman, kita merenungkan Kemerdekaan dalam Kristus yang memiliki warna Keadilan dan Cinta Kasih. Kemerdekaan dalam Kristus yang meiliki warna Keadilan berarti kita sebagai orang beriman mau mengutamakan keadilan dalam tugas dan karya kita, dalam bidang apapun dan dimanapun kita berada. Merenungkaan kemerdekaan dalam Cinta Kasih mengantar kita kepada satu sikap hidup bahwa kita dipanggil untuk melayani umat, anggota komunitas, konfratres, dimana kita hidup dan ke mana kita diutus. Melayani berarti kita memiliki pengorbanan diri demi kesejahteraan bersama dan kesejahteraan komunitas. AMIN **** Ad multos annos***

Surabaya,
17 Agustus 2008
Haria Raya Kemerdekaan RI
Sir 10:1-8; 1Ptr 2:13-17; Mat 22:15-21

MENEGUR YANG SALAH

Kita semua sadar bahwa setiap kita tidak ada yang sempurna. Kita semua tidak ada yang tidak berdosa. Dalam keadaan kita yang seperti itu kita semua mempunyai satu harapan agar kita menjadi manusia yang sempurna. Kesempurnaan yang akan kita raih bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit atau tumbuh dari dalam tanah. Tetapi sesuatu yang kita usahakan baik secara pribadi maupun secara bersama-sama.


Satu cara untuk mencapai kesempurnaan adalah seperti yang disampaiakn dalam Injil Hari ini. Yesus bersabda supaya kita bersedia untuk menegur sesama yang salah dan berdosa dan kita sendiri juga bersedia untuk ditegur sebagai satu jalan menuju kesempurnaan yang ingin diraih. Teguran di sini dimaksud sebuah teguran yang membangun bukan menjatuhkan.


Teguran itu akan mengubah diri menuju kesempurnaan yang diharap kalau penerima teguran yang membangun itu membuka diri dan rendah hati untuk berubah dan diubah oleh teguran sesama yang membangun itu.


Injil hari ini mengarahkan kita agar kita memiliki keterbukaan hati dan kerendahan hati di hadapan Tuhan yang selalu menegur kita lewat sabdaNya yang setiap hari kita dengar dalam Perayaan Ekaristi. Sikap itu menuntun kita untuk transparan demi kebaikan bersama dalam kehidupan komunitas kita masing-masing.


"KALAU SAUDARAMU BERBUAT DOSA TEGURLAH DIA DIBAWA EMPAT MATA"
Mat 18 : 15 - 20

PERUBAHAN

Perubahan. Ada perubahan di sekitar kita. Perubahan itu dilihat dan ditulis lewat media cetak dan ditonton di televisi dan disiarkan dalam radio. Ada perubahan yang baik. Ada perubahan yang tidak baik. Perubahan baik misalnya pendidikan dan kesehatan serta kesejahteraan semakin baik dirasakan oleh sesama. Perubahan yang tidak baik dapat kita lihat publikasi tentang pemerkosaan, pembunuhan dan perusakan alam dan lingkungan hidup.


Kita dihadapkan pada suatu pilihan hidup terhadap perubahan-perubahan yang demikian. Pilihan kita punya takaran yang bersumber kepada Yesus mengalami perubahan rupa manusiawi menjadi rupa ilahiah. Perubahan itu berpuncak lewat jalan penderitaan salib sebagai jalan menuju keselamatan universal-global.

Kita mengimani Yesus yang demikian. Pada hari ini tanggal 6 Agustus Hari Raya Yesus Beurbah Rupa di Gunung Tabor. Kita mau berubah dan mengubah sesuai visi perubahan Yesus yaitu keselamatan universal. Nilai kebaikan bagi umum inilah yang seharusnya menjadi jiwa setiap gerak pelayanan kita sebagai utusan Allah di tengah dunia dewasa ini.

FAMILY

FAMILY ?
Father And Mother I Love You. Bapa dan Mama Saya mencintaimu.
Cinta nyata yang dialami anak manusia adalah cinta kedua orangtua yang baik kepada anak - anaknya. Anak yang baik adalah mencintai kedua orang tuanya.

Umat Miskin Pastor Kaya?

Kemiskinan terjadi karena ada dua hal ini yaitu kemalasan manusia dan kesalahan sistem sosial sebagai pipa yang menyalurkan dana pembangunan demi kesejahteraan bersama. Apa yang kita lakukan terhadapa kedua penyebab kemiskinan itu ? Yesus memberi makan kepada lima ribu orang yang lapar karena apa? Bisa saja karena kemiskinan karena kemalasan dan bisa karena para penguasa dunia atau sipil pada zamannya tidak menyalurkan dana demi kesejahteraan umum. Yesus berbelaskasihan kepada mereka lewat memberi makan kepada mereka. Lalu kita pada zaman ini bagaimana kita melihat kemiskinan dan kelaparan yang ada di sekitar kita? Apakah kita dengan institusi kita menyalurkan dana bagi perbaikan ekonomi umat? Umat kaya kolekte naik. Pastor makmur.