Kelahiran Yohanes membawa revolusi mental pada zamannya*



*P. Benediktus Bere Mali, SVD*



 Revolusi mental mulai dari revolusi Cara berpikir. Perlu merevolusi Cara berpikir lama  menuju cara berpikir Baru dan kemudian beraksi sesuai cara berpikir yang Baru. Revolusi mental melibatkan tokoh model bagi Dunia dalam mewujudnyatakan revolusi mental. 


Tokoh revolusi mental banyak yang Kita kenal dari berbagi segi ilmu pengetahuan. Tetapi pada kesempatan ini tokoh revolusi mental yang Kita kenal adalah Yohanes Yang lahir dari keluarga Zakaria dan Elisabet isterinya yang setia di hadapan Allah. Kelahiran Yohanes membawa revolusi mental dari segala segi bidang kehidupan dalam keluarga Zakaria dan Elisabet. Kelahiran Yohanes menyembuhkan banyak persoalan dalam keluarga Zakaria dan Elisabet dan semua persoalan Sosial  Psikologis,. Fisik/biologis (Elisabet mandul) dan terutama persoalan iman. 


Dalam Bahasa konseling kelahiran Yohanes membawa therapy cara berpikir sebagai hal pertama dan utama dalam menyembuhkan atau menyelamatkan banyak persoalan lain. Dengan kata lain untuk menyembuhkan atau merevolusi bidang lain harus dimulai dari akar lahirnya aneka soal dan aneka penyelesaian mulai dengan Tahap Awal yaitu psikoedukasi baik secara one on one maupun secara Sosial. 


Ada dua revolusi yaitu pertama revolusi Fisik meliputi memberi nama Yohanes pada Bayi Yang tidak lazim adalah sebuah revolusi tradisi bahwa namanya berasal dari kehendak Allah bukan kehendak manusia. Yohanes artinya yang dikasih Allah bukan yang dikasih atau diberi manusia. Revolusi tradisi lama yang bersumber dari pandangan dan aturan manusia menjadi tradisi Baru berdasarkan kehendak Allah. Allah merevolusi Elisabet yang mandul menjadi Ibu yang mengandung dan melahirkan anak. Semua pandangan stigma manusia tentang kemandulan direvolusi Allah. Kelahiran Yohanes menyembuhkan banyak hal dalam keluarga Elisabet dan Zakharia. 


Yohanes membawa revolusi Sosial Psikologis dan iman serta biologis dalam keluarga dan masyarakat atas kehendak Allah bukan atas kehendak duniawi. Bagi Allah segala sesuatu mungkin. Persembahkanlah segala sesuatu kepada Allah. Allah pasti memperhatikannya. Keluarga Elisabet dan Zakaria taat Allah dan Allah memberikan rahmat berlimpah kepadanya. ***





 *Sumber bacaan renungan misa harian* 



"Kelahiran Yohanes Pembaptis."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Khusus Adven


Rabu, 23 Desember 2020


PF S. Yohanes dari Kety, Imam


Bacaan Pertama

Mal 3:1-4;4:5-6


"Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan."


Pembacaan dari Nubuat Maleakhi:


Beginilah firman Tuhan semesta alam,

"Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku,

supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!

Dengan mendadak

Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya!

Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu,

sungguh, Ia datang!

Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya?

Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri?

Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam

dan seperti sabun tukang penatu.

Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak;

dan Ia akan mentahirkan orang Lewi,

menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak,

supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan

kurban yang benar kepada Tuhan.

Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem

akan berkenan di hati Tuhan

seperti pada hari-hari dahulu kala,

dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.


Sesungguhnya, Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu

menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu.

Maka ia akan membuat

hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya,

dan hati anak-anak kepada bapanya,

supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 25:4bc-5ab.8-9.10.14,R:Luk 21:28


Refren: Bangkitlah dan angkatlah mukamu,

sebab penyelamatanmu sudah dekat.


*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,

tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,

sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.


*Tuhan itu baik dan benar;

sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,

dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.


*Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran

bagi orang yang berpegang pada perjanjian

dan peringatan-peringatan-Nya.

Tuhan bergaul karib dengan orang yang takwa pada-Nya,

dan perjanjian-Nya ia beritahukan kepada mereka.


Bait Pengantar Injil


Oh Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja,

datanglah dan selamatkanlah umat-Mu.


Bacaan Injil

Luk 1:57-66 


"Kelahiran Yohanes Pembaptis."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin,

dan ia melahirkan seorang anak laki-laki.

Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar

bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet,

bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan

untuk menyunatkan anak itu,

dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya.

Tetapi Elisabet, ibunya, berkata,

"Jangan, ia harus dinamai Yohanes!"

Kata mereka kepadanya,

"Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."


Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya

untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya

kepada anak itu.

Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini:

Namanya adalah Yohanes.

Dan mereka pun heran semuanya.


Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia,

dan terlepaslah ikatan lidahnya,

lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya,

dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur

di seluruh pegunungan Yudea.

Semua orang yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata,

"Menjadi apakah anak ini nanti?"

Sebab tangan Tuhan menyertai dia.


Demikianlah sabda Tuhan.

Maria Kunjung dan tinggal bersama Elisabet tiga bulan lamanya

 

*P.Benediktus Bere Mali,SVD*



Renungan Misa Harian 

Selasa 22 Desember 2020


Bacaan Injil

Luk 1:46-56  tentang Maria mengunjungi Elisabet dan tinggal bersama Elisabet Selama kurang lebih 3 bulan lamanya. 


 

Mengapa di antara sekian banyak Ibu hanya Elisabet yang dikunjungi Maria dan tinggal bersamanya Selama tiga bulan lamanya? 



Maria adalah junior sedangkan Elisabet adalah senior dalam usia biologis maupun dalam lamanya mengandung sang Bayi. Tetapi keduanya punya kesamaan bahwa Malaikat Gabriel diutus Allah menyampaikan rahmat  bahwa keduanya akan mengandung Bayi berdasarkan kehendak Allah bukan atas kehendak seorang suami atau laki-laki. 


Elisabet hamil enam bulan kemudian baru Maria mengandung Sang Imanuel. Hal ini disampaikan oleh Malaikat Gabriel kepada Maria. Itu berarti Maria mengunjungi Elisabet dan tinggal bersama sampai Elisabet melahirkan sang Bayi dari kandungannya. Maria tinggal bersama Elisabet Selama tiga bulan lamanya. Sebuah kunjungan dan tinggal bersama yang dijiwai oleh aktivitas doa dalam Kidung Maria dan sharing pengalaman hidup Elisabet dan Maria secara timbal balik  tentang persoalan kemanusiaan dan persoalan iman. Secara manusiawi Maria belajar dari Elisabet seniornya secara particular tentang hamil berdasarkan kehendak Allah Roh Kudus sebagaimana disampaikan oleh Malaikat Gabriel.  Sharing manusiawi dan shering iman ini sungguh sangat menguatkan satu sama lain sebagai Ibu yang sedang mengandung Yohanes dan Tuhan Yesus. Tinggal bersama yang diwarnai oleh sebuah peneguhan iman dan kemanusiaan sekaligus. Elisabet pasti sangat Sukacita Karena mandul fisiknya berakhir oleh Karena kehamilannya atas kehendak Tuhan. Semua pandangan manusia tentang kemandulan dikahiri oleh berkat Allah kepada Elisabet yang mengandung di lanjut usianya. 


Sebaliknya Maria yang masih murni mengandung berdasarkan kuasa Allah Roh Kudus, mendapat peneguhan yang sangat berarti dari Elisabet yang memujinya sebagai Ibu Tuhan. Pujian itu murni tulus keluar dari Hati iman Elisabet. Reaksi Maria pun penuh dengan  Sukacita dan terungkap jelas dalam Kidung Maria dalam bacaan Injil Hari ini. Kidung Syukur dan Pujian Kepada Allah yang memberinya berkat berlimpah dalam dirinya yang sedang mengandung Putera Allah. Kunjungan dan pertemuan Maria dan Elisabet ini saling membangkitkan harapan Masa depan yang cerah bukan saling mematikan. Kebersamaan ini dapat menyelesaikan aneka persoalan hidup dan semakin memperkokoh kekuatan iman. 


Maria sebagai Junior tinggal bersama  Elisabet sebagai senior dan belajar banyak hal dari senior demikian juga senior belajar banyak hal dari junior sehingga keduanya saling berbagi dan saling melengkapi satu sama lain. 


Inilah tanda kehadiran Allah dalam rahim biologis dan rahim kemunitas Sosial Psikologis dan spiritual. 


Mari kita tinggal dalam komunitas Allah Tritunggal Maha Kudus bukan hanya tiga bulan tetapi untuk abadi. Amin. ***



Sumber bacaan renungan misa harian selengkapnya sbb: 




“Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, 

lalu pulang ke rumahnya. “


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Khusus Adven


Selasa, 22 Desember 2020


Bacaan Pertama

1Sam 1:24-28


"Hana bersyukur atas kelahiran Samuel."


Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:


Sekali peristiwa, 

setelah Samuel disapih oleh ibunya, Hana, 

ia dihantar ke rumah Tuhan di Silo, 

dan bersama dia dibawalah 

seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, 

satu efa tepung dan sebuyung anggur. 

Waktu itu Samuel masih kecil betul. 

Setelah menyembelih lembu, 

mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli. 

lalu Hana berkata kepada Eli, 

"Mohon bicara tuanku! 

Demi Tuanku hidup, 

akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini, dekat Tuanku untuk berdoa kepada Tuhan. 

Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, 

dan Tuhan telah memberikan kepadaku 

apa yang kuminta dari pada-Nya. 

Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; 

seumur hidupnya terserahlah anak ini kepada Tuhan." 

Lalu sujudlah mereka semua menyembah Tuhan.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

1Sam 2:1.4-5.6-7.8abcd,R:1a


Refren: Hatiku bersukaria karena Tuhan, penyelamatku.


*Hatiku bersukacita karena Tuhan, 

aku bermegah-megah karena Allahku.

Mulutku mencemoohkan musuhku,

aku bersukacita karena pertolongan-Mu.


*Busur para pahlawan telah patah, 

tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan.

Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah,

tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. 

Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, 

tetapi orang yang banyak anaknya menjadi layu.


*Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, 

Ia berkuasa menurunkan ke alam maut

dan mengangkat dari sana.

Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,

Ia merendahkan, dan meninggikan juga.


*Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, 

dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, 

untuk mendudukkan dia di antara para bangsawan, 

dan memberi dia kursi kehormatan.


Bait Pengantar Injil


Oh Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja, 

datanglah, dan selamatkanlah manusia yang Kau-bentuk dari tanah.


Bacaan Injil

Luk 1:46-56 


"Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Dalam kunjungannya kepada Elisabet, 

ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata, 

"Jiwaku memuliakan Tuhan,

dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 

sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. 

Sesungguhnya, mulai sekarang 

segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 

karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, 

dan nama-Nya adalah kudus.

Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, 

dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, 

dan meninggikan orang-orang yang rendah; 

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, 

dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 

Ia menolong Israel, hamba-Nya, 

karena Ia mengingat rahmat-Nya, 

seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, 

kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 


Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, 

lalu pulang ke rumahnya. 


Demikianlah sabda Tuhan.

Kunjungan Membawa Berkat atau Kutuk?

* P. Benediktus Bere Mali, SVD* 


Renungan Harian

Senin 21 Desember 2020

Bacaan Injil

Luk 1:39-45 Maria Mengunjungi Elisabet



Kita pernah mengunjungi dan dikunjungi Sesama atau orang lain. Tentu Setiap peristiwa kunjungan memiliki dua kemungkinan yang bisa saja dialami bahwa kunjungan itu bisa saja melahirkan Sukacita yang menyehatkan atau juga bisa saja kunjungan itu melahirkan  dukacita yang melukai. Kunjungan yang mempertajam duka yang melukai, misalnya pertemuan dalam Suasana duka atas meninggalnya seorang anggota keluarga yang terkasih. Kunjungan yang membawa Sukacita mendalam misalnya anak yang sukses bekerja Lalu datang membawa harta berlimpah kepada orangtuanya yang menerimanya dengan penuh Sukacita. 


Injil Hari ini menampilkan Maria yang telah dikunjungi dan sedang mengunjungi. Maria mendapat rahmat berlimpah dari Allah setelah menerima kunjungan dari Malaikat Gabriel.  Rahmat itu menjadi nyata dalam rahimnya yang sedang mengandung Tuhan Yesus sumber Rahmat Sempurna. Kunjungan Maria kepada Elisabeth dengan tujuan membawa rahmatNya kepada Elisabeth. Ketika Elisabeth menerima Salam Maria, Elizabeth penuh Sukacita dan Bayi Yang ada dalam rahim Elisabeth pun melompat penuh Sukacita. Peristiwa Sukacita kunjungan Maria ini memandu Elisabet menegaskan bahwa Kunjungan ini sungguh sangat Istimewa. Kunjungan ini adalah Kunjungan Ibu Tuhan Yesus. Terangkum dalam Kata Elisabet: " Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhan-ku datang mengunjungi aku?" Pertanyaan ini mengandung dua hal pokok penting. Pertama kunjungan kemanusiaan dan kunjungan keilahian. 


Kunjungan kemanusiaan tampak dalam kehamilan Maria dan Elisabet yang sangat Istimewa. Elisabet adalah mandul secara biologis-fisik tetapi sedang mengandung atas kehendak Allah setelah  Malaikat Gabriel mengunjungi Zakaria suami Elisabet. Peristiwa ini juga telah disampaikan kepada Maria oleh Malaikat Gabriel  saat Malaikat Gabriel mengunjungi Maria. 


Maria mengunjungi Elisabet dalam Injil Hari ini tentu tidak lain dan tidak bukan untuk membuktikan apa yang telah disampaikan Malaikat Gabriel kepada Maria bahwa Elisabet yang mandul itu sedang mengandung atas kuasa Allah. Kunjungan kemanusiaan ini sangat kaya akan aspek pengalaman personal dan Sosial serta iman Maria dan Elisabet. Kunjungan Maria ini sungguh  meneguhkan Elisabeth. Kehadiran Elisabet pun benar-benar meneguhkan Maria. Keduanya sedang hamil dan kunjungan ini membawa Sukacita mendalam baik dalam Diri Maria maupun dalam Diri Elisabet bahkan dalam Diri bagi yang ada di dalam Rahim Elisabet dan Maria.


Kedua, kunjungan ini adalah sebuah kunjungan Ilahi Karena Maria sedang mengandung Tuhan Yesus sumber Rahmat sejati bagi Elisabet yang juga sedang mengandung. Pengakuan Elisabet akan Maria Ibu Tuhan adalah sebuah peneguhan manusiawi bagi Maria akan semua warta Sukacita Malaikat Gabriel bagi Diri Maria sebagai Ibu yang sedang mengandung Putera Allah. Kunjungan ini adalah sebuah Kesaksian Maria akan berita Malaikat Gabriel tentang Elisabet yang sedang mengandung Yohanes.  Kunjungan ini sebuah kunjungan yang saling menguatkan dan itulah berkat nyata yang sedang dialami Maria dan Elisabet.


Bagaimana kunjungan kita pada Sesama Selama Masa hidup kita?

Kunjungan kita tentu bisa berbasis kunjungan Maria pada Elisabet. Dalam setiap kunjungan, pertemuan dan perjumpaan, kita sebaiknya berintensi membawa Sukacita pada Sesama bukan sebaliknya. Disitulah Allah ada dan hadir. Di situ ada berkat Allah. Kunjungan kita adalah Kunjungan yang membawa berkat bagi Dunia dan Sesama bukan sebaliknya. ***

Multi-dimensi Pergulatan Maria Saat Menerima Berita dari Malaikat Gabriel tentang akan Mengandung Yesus

 *P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Renungan Hari Minggu 20 Desember 2020

Bacaan Injil
Luk 1:26-38


Multi-dimensi Pergulatan Maria Saat Menerima Berita dari Malaikat Gabriel tentang akan Mengandung Yesus. 




Mengapa bergulat?


seorang gadis yang belum pernah bersuami mendapat berita bahwa Ia akan mengandung dan melahirkan anaknya dan akan diberi nama Yesus dengan informasi tentang asal-usul anak itu secara cukup detail adalah sesuatu yang sangat aneh didengar telinga penerima berita. 


Pergulatan Psikologis,  Sosial, biologis dan iman sangat campur baur tidak keruan dalam Diri Maria ketika menerima Khabar dari Malaikat Gabriel tentang akan mengandung dan melahirkan Yesus Putera Allah. 


Secara biologis ia belum tidur dengan seorang laki-laki. Ia hanya bertunangan dengan Yosef. Bagaimana mungkin ia akan mengandung seorang Bayi laki-laki dengan informasi yang sangat detail tentang Bayi yang akan dikandung itu.

 


Secara Sosial, nanti orang bilang apa tentang akan hamil tanpa seorang laki-laki. 


Secara Psikologis, ia takut, cemas akan berita yang serba tidak pasti dalam dirinya. 


Secara logika manusiawi semuanya itu tidak mungkin.



 Sebuah pergulatan manusiawi Maria yang sangat luarbiasa dahsyatnya. Maria alami semuanya itu dan Malaikat Gabriel pun merasakan apa yang sedang dialami Maria Saat sedang menerima Berita tentang akan mengandung Yesus Putera Allah.


Utusan Tuhan, Malaikat Gabriel yang merasakan pergulatan manusiawi Maria itu pertama dan utama harus  diaddress untuk disembuhkan. Penyembuhan  itu tidak cukup dengan kata-kata indah tetapi harus dengan Contoh konkret. 



Kata-kata Malaikat Gabriel bahwa Maria akan mengandung dari Roh Kudus dan akan melahirkan Yesus Putera Allah dengan KerajaanNya tidak berkesudahan,  merupakan sebuah berita yang bukan pada level manusiawi lagi tetapi sudah pada level iman. Gabriel sendiri Membawa Berita tentang Maria akan mengandung ini adalah pada level iman. Pergulatan manusiawi Maria yang akan mengandung dari Roh Kudus,  dapat disembuhkan dengan Contoh nyata tentang ada orang yang mengandung dado Roh Kudus. Contoh itu bukan dari orang lain tetapi dari sanak Maria sendiri. 


Hal memberi Contoh adalah sangat penting. Malaikat Gabriel juga sangat sadar bahwa hanya kata-kata semata sangat sulit menyembuhkan multidimensi pergulatan manusiawi Maria. Satu-satunya cara untuk meyakinkan Maria adalah Contoh yaitu Elisabeth sanak Maria itu adalah mandul dan sudah lanjut usia, sedang mengandung dari Roh Kudus Selama enam bulan. Maria tahu juga peristiwa Elisabeth mengandung dari Roh Kudus.  Selama enam bulan Elisabeth yang mandul itu menandung, pasti peristiwa itu menjadi sebuah berita yang sangat viral di dalam masyarakat hingga Maria pun menjadi lebih familiar bahwa Elisabeth sanaknya yang mandul dan usia lanjut itu sedang mengandung seorang Bayi dari Roh Kudus. 


  Kalau saat itu ada HP saya yakin Maria akan telp atau video call dengan Elisabeth untuk mendapat kepastian bahwa benar menurut berita Malaikat Gabriel ia sedang hamil di usia senja. 


Bukti atau Contoh inilah yang meyakinkan Maria bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. Keyakinkan itu terungkap dalam fiatnya "Aku ini hamba Tuhan Terjadilah padaku menurut kehendakMu." Fiat adalah sebuah persetujuan Resmi Maria akan berita Malaikat Gabriel tentang ia akan mengandung dari Roh Kudus. Fiat adalah persetujuan Resmi Maria untuk akan mengandung dari Roh Kudus. Fiat adalah keputusan pribadi secara merdeka tanpa tekanan dari manapun. Fiat Maria ini menyatakan bahwa misi Malaikat Gabriel berhasil. Mendengar fiat Maria, kemudian Malaikat Gabriel pun meninggalkan Maria. ***.

Menjadi Seperti Malaikat Gabriel Mewartakan Khabar Sukacita Allah Bagi Sesama

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Renungan Misa Harian 

Sabtu 19 Desember 2020B

BacaanInjilL Luk1:5-25 tentang "Kelahiran Yohanes Pembaptis diberitahukan oleh Gabriel."



Menyebarkan berita Sukacita   Bagi Sesama adalah hal yang pertama dan utama dalam hidup bersama dari orang yang beragama yang beriman kepada Allah sumber kebaikan sejati bagi manusia dan alam semesta. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa orang yang menyebut diri sebagai orang beragama pun masih saja menjadi  penyebar berita yang merusak atau Menjelekan orang lain. Contoh masih ada orang beragama yang menggunakan mimbar agamanya dan atribut agamanya di depan  publik Menjelekan orang yang tidak sealiran dengan dirinya sekalipun dirinya tidak ingin dijelekan oleh sesama beda aliran dengan dirinya. Orang seperti ini melupakan hukum emas ini " Lakukanlah yang baik bagi Sesamamu seperti Anda sendiri ingin diperlakukan secara baik oleh Sesamamu." 


Orang beragama yang beriman kepada Allah Maha Baik bagi semua orang, pasti akan mengutamakan kata-katanya dan aksinya yang baik bagi sesama tanpa membeda-bedakan dalam hidup bersama. 


Mewartakan Khabar Sukacita Bagi Sesama adalah intisari dari bacaan Injil Hari ini. Malaikat Gabriel Mewartakan Khabar Sukacita Allah kepada keluarga  Zakharia dan Elisabeth yang hidup tanpa cacat di hadapan Tuhan dan Sesama. Tetapi secara biologis Elisabeth mandul dan Zakharia sudah lanjut usia sehingga tidak mungkin lagi akan memiliki anak. Dalam takaran manusiawi keduanya sudah lanjut usia dan tidak mungkin mendapat keturunan lagi. Tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Allah mengutus Malaikat Gabriel Mewartakan Khabar Sukacita kepada keluarga Zakharia bahwa Elisabeth akan mengandung dari Roh Kudus dan Bayi itu akan dinamai Yohanes artinya yang dikasih/diberi Allah. Hidup tanpa cacat dari keluarga Zakharia dan Elisabeth diberkati Allah dan buah terbesarnya adalah keluarganya mendapat keturunan di usia senja. 


Peristiwa mengandung oleh seorang Elisabeth yang mandul dan lanjut usia ini sungguh mengubah cara pandang manusia bahwa semua yang tidak mungkin di Mata manusia ternyata di Mata Allah, mungkin. Allah menghendaki maka pasti terjadi. Allah menghendaki Elisabeth yang mandul dan lanjut usia mengandung, maka mengandunglah Elisabeth dan melahirkan Yohanes yang artinya yang dikasihi. Gabriel artinya pembawa sukacita Allah kepada Sesama dan dunia dan Yohanes artinya pembawa kasih Allah  bagi Sesama dan Dunia. 


Mari kita menjadi Seperti keluarga Zakharia dan Elisabeth yang hidup tanpa cacat di hadapan  Tuhan. Mari kita menjadi seperti Gabriel pembawa Khabar Sukacita Allah Bagi Dunia dan Sesama. Mari kita menjadi Seperti Yohanes pembawa Kasih Allah  bagi dunia dan Sesama.*****



"Orang Tua Angkat Yesus Sang Imanuel"

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Mat 1:18-24

Renungan Misa Harian 

18 Desember 2020


Seorang anak yang dipelihara  oleh orang Tua Angkat sejak kecil pasti sangat dekat secara sosial maupun Psikologis dengan orang Tua Angkat daripada orang Tua biologis. Tetapi ada banyak Contoh juga menyatakan  bahwa rahim biologis Ibu sekali dikenal anak-itu maka pasti ia akan kembali kepada orang Tua biologisnya.


Yesus memiliki orang Tua biologis Santa Maria yang mengandung dari Roh Kudus. Santo Yosef adalah Ayah Angkat Yesus. Peran Yosef sebagai orang Tua Angkat menyertai Yesus sejak dalam Rahim Maria. Bayi Yang lahir dari Rahim Santa Maria kemudian dinamai Imanuel artinya Allah Beserta Kita. 


Makna Imanuel pertama dan utama adalah Allah menyertai Maria Ibu Biologis Yesus dan Santo Yosef Ayah Angkat Yesus. Yesus adalah Sang Imanuel, Allah Beserta Maria dan Yosef  yang telah lahir dan hadir sebagai seorang manusia dalam hidup nyata keluarga Maria & Yosef.


Imanuel, Allah Beserta Kita. Penyertaan Allah itu sangat inklusif. Allah membuka Diri bagi semua orang yang juga membuka Dirinya untuk menyambut penyertaan Tuhan dalam setiap detik perjalanan hidupnya. Allah setia membuka Diri dalam menyertai semua orang. Setiap manusia yang setia membuka Diri untuk selalu berjalan dalam penyertaan Allah membuat lebih effektif kerja sang Imanuel menyertai Dirinya. 


Dampak menerima sang Imanuel adalah pergi diutus menjadi penyelamat Sesama dan alam sekitar. Kita menerima Imanuel dan kemudian kita menjadi Imanuel bagi Sesama dan Dunia tempat kita hidup dan berkarya. Terima Imanuel dan Beri Imanuel kepada Sesama dan Dunia adalah dua sisi kesatuan utuh tidak  terpisahkan. ***

Kelemahan Manusia Membatalkan Rencana Keselamatan Tuhan ?

 Bahan Renungan Misa Harian 17 Desember 2020

Mat 1:1-17  tentang Silsilah Yesus Kristus


*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Dalam buku Status dan kekudusan karangan Murray Milner, Jr, mengemukakan bahwa orang yang memiliki status lebih tinggi memiliki kekudusan yang lebih tinggi sedangkan orang yang status rendah menempati kekudusan yang rendah pula. Bahkan orang tidak memiliki status tidak memiliki kekudusan. Dalam buku ini penulis mengedepankan orang yang memiliki status tinggi dan status rendah bahkan tidak memiliki status dalam hidup bersama adalah sesuatu yang tetap tidak akan berubah dalam lingkungan sosial setempat. Dengan kata lain Murray mau mengatakan bahwa orang yang status tinggi akan tetap memiliki status tinggi dan orang memiliki status rendah tidak akan beralih dari berstatus rendah menjadi berstatus tinggi dalam kehidupan sosial. 

Tetapi Injil hari ini menampilkan Status Sosial dan kekudusan itu dinamis. Tuhan Yesus yang memiliki status tinggi dan memiliki kekudusan yang sempurna datang ke dunia menempati status manusia pada umumnya melewati silsilah keturunan yang berliku-liku. Yesus lahir dari keturunan yang sangat manusiawi, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dengan segala keunggulan dan kelemahannya. Misalnya Salomo salah satu yang disebutkan dalam Silsilah Yesus, memiliki isteri 700 dan selir berjumlah 300 orang (1Raj 11:3).  Contoh ini menunjukan bahwa kelemahan manusia tidak dapat  membatalkan rencana keselamatan Tuhan dalam diri Yesus yang kita nanti-nantikan kedatanganNya pada Pesta Natal. 


Tuhan memiliki rencana unik untuk menyelamatkan dunia. Kelemahan dan kekurangan manusia tidak menjadi penghalang bagi terwujudnya Rencana Tuhan menyelamatkan dunia.  Tuhan melaksanakan rencana untuk menyelamatkan manusia berdasarkan caraNya bukan berdasarkan cara manusia. Orang yang di mata manusia tidak memiliki peluang untuk menempati posisi istimewa, toh Tuhan menggunakannya untuk menjadi asal-usul keturunan Yesus sang juru selamat. 


Silsilah Yesus yang berasal dari orang-orang yang lemah ini memberikan pandangan baru bagi kita bahwa kelemahan dan kesederhanaan kita, tetap memiliki peluang untuk menjadi penyalur rahmat keselamatan Tuhan bagi sesama dan dunia. Kelemahan dan kekurangan kita tidak menjadi alasan untuk tidak menjadi penyebar khabar keselamatan bagi sesama dan dunia. Semua kita memiliki peluang untuk menjadi pribadi yang lebih baik atas usaha kita dan disempurnakan oleh Rahmat Tuhan. Tuhan memiliki rencana unik bagi setiap kita dalam perjalanan hidup kita masing-masing. Masa Kelam Silsilah Diri Kita pada masa lalu bukan berarti kelam juga masa depan kita. Masa depan kita penuh dengan peluang untuk hidup lebih baik dalam keceriaan dan penuh dengan optimis. Masa lalu kita boleh berbeda tetapi kita memiliki masa depan yang sama untuk menata hidup yang lebih baik dan benar. Trimakasih Tuhan Yesus masa lalu silsilah Mu yang berwarna warni dalam menyelamatkan dunia dan manusia, memberi makna mendalam bagi kami yang juga  memiliki silsilah yang berwarna -warni. Trimakasih Tuhan Yesus. *****



Memberi Teladan Baik dalam kata dan aksi Bagi Sesama

Bacaan Injil
Luk 7:19-23



*P. Benediktus Bere Mali, SVD*



Berita tentang kebaikan dan keburukan berlari sangat cepat mencapai budi dan hati manusia melalui smartphone yang dimiliki manusia. 

Orang yang berbicara atau menulis buruk tentang orang lain, Suku lain, agama lain, tempat lain, bahkan tetangganya sendiri di depan publik, tentu memuaskan pembicara atau penulis secara pribadi tetapi menimbulkan antipati mayoritas masyarakat yang lebih mencintai teladan baik dalam kata/tulisan dan aksi bagi Semua orang sebagai secitra Allah dan berkemanusiaan.  

Hanya sedikit orang yang menyebarkan berita buruk tetapi mayoritas orang yang lebih mengutamakan kebaikan dalam kata dan Aksi bagi Dunia. 

Pada dasarnya seorang yang melakukan yang buruk bagi orang lain di Luar Keluarga intinya, tidak mungkin berbuat buruk bagi anggota keluarga inti di dalam Keluarganya sendiri. 

Seorang ayah pasti mengutamakan Teladan kata dan Aksi yang baik bagi anak dalam keluarga demikian juga seorang Ibu memberi teladan Baik dalam Kata dan Aksi yang baik bagi anak-anak dalam keluarga.  Teladan baik itu lahir dari komitmen ayah dan ibu  dalam membangun Masa depan anak-anaknya. Anak-anak pasti merasa nyaman dan tergerak  untuk berbicara/menulis dan berbuat baik seperti perbuatan baik ayah dan ibunya di dalam keluarga dan di depan publik di dalam masyarakat.  Dengan Teladan Baik dalam Kata dan Aksi dapat Menarik hati banyak orang untuk berbicara dan berbuat baik dalam hidup pribadi maupun di dalam kehidupan publik. 

Bacaan Injil Hari ini tentang Yohanes dan Murid-muridnya yang menyiapkan segala sesuatu bagi Kedatangan Tuhan Yesus di Dunia, bertanya langsung kepada Yesus tentang kepastian siapa sesungguhya Tuhan Yesus yang dinantikan. 

Yohanes mengutus dua muridnya kepada Yesus. Mereka bertanya kepada Yesus, apakah Yesus yang kami nantikan ataukah orang lain? 

Yesus memdengar baik pertanyaan kedua murid yang Yohanes utus kepadaNya. Yesus tidak menjawab dengan kata-kata. Tetapi Yesus menjawab dalam pekerjaanNya yaitu menyembuhkan orang Sakit, mengusir Roh jahat yang menyakiti, menyembuhkan orang tuli sehingga mendengar, menyembuhkan orang bisu sehingga berbicara, menyembuhkan orang kusta, membangkitkan orang mati, dan mewartakan khabar gembira kepada orang miskin dan sederhana. 


Teladan hidup baik dalam aksinyata Yesus dapat memberi jawaban atas pertanyaan dua murid Yohanes. Hal ini menunjukan bahwa Bagi Yesus Aksi berbuat baik bagi semua orang adalah lebih penting dan sangat dikehendaki oleh semua orang. Kata-kata indah tentang berbuat baik saja belumlah cukup. Orang bisa saja mempercantik Kata tentang perbuatan baik tetapi aksinyata yang dapat membuktikan apakah kata-kata indah itu menjadi kenyataan atau sekedar menyembunyikan perbuatan buruk yang dilakukannya atau sama sekali tidak melakukan perbuatan baik dalam hidupnya. 

Berbuat baik dalam hidup Selama 24 jam sehari itu merupakan bukti kehadiran Tuhan Yesus. Tetapi sedetik saja Anda buat buruk atau jahat itu telah menggeser kehadiran Tuhan Yesus dalam hidupmu. 

Lantas bagaimana dengan orang yang mewartakan kebencian terhadap sesama yang lain di depan publik? Lihat media Sosial dalam seminggu terakhir ini. Ternyata mewartakan keburukan kepada Sesama tidak hanya menyakiti Sesama tetapi menghancurkan Diri sendiri. Semua orang tidak suka pada Penyebar kebencian pada orang lain di mimbar publik. Hukum sipil kita pun tidak mengijinkan orang untuk menyebarkan kebencian pada orang lain di depan publik apalagi di mimbar publik di dalam Dunia kita yang penuh berwarna kebhinekaan. 

Tuhan cipta kebhinekaan secara indah untuk dinikmati dengan penuh syukur dan terima kasih dan bukan untuk dibenci. Membenci  kebhinekaan adalah lawan ciptaanNya. *****.





Sumber bacaan untuk renungan misa harian: 

Liturgia Verbi (B-I)
Hari Biasa, Pekan Adven III

Rabu, 16 Desember 2020

Bacaan Pertama
Yes 45:6b-8.18.21b-25

"Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas."

Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Beginilah firman Tuhan,
"Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain,
yang menjadikan terang dan menciptakan gelap.
Akulah yang memberikan kebahagiaan
dan mendatangkan kemalangan.
Akulah Tuhan yang membuat semuanya ini.

Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas,
dan baiklah awan-awan mencurahkannya.
Baiklah bumi membuka diri,
dan bertunaskan keselamatan serta menumbuhkan keadilan.
Akulah Tuhan yang menciptakan semuanya ini.

Sebab beginilah firman Tuhan,
yang menciptakan langit dan bumi.
Dialah Allah yang membentuk menjadikan
serta menegakkan bumi;
yang menciptakan bumi bukan supaya kosong,
melainkan supaya didiami orang;
Beginilah firman-Nya,
"Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain.
Akulah Tuhan!
Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain Aku.
Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku.
Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan,
hai ujung-ujung bumi!
Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.
Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah,
dari mulut-Ku telah keluar kebenaran,
suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali:
Semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku,
dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa,
sambil berkata,
Hanya dalam Tuhanlah keadilan dan kekuatan.
Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia
akan datang kepada-Nya dan mendapat malu.
Tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar
dan akan bermegah di dalam Tuhan."

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan
Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14,R:Yes 45:8

Refren: Hai langit, teteskanlah keadilan,
hai awan, curahkanlah keadilan.

*Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah!
Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai
kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya?
Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa,
dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.

*Kasih dan kesetiaan akan bertemu,
keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan.
Kesetiaan akan tumbuh dari bumi,
dan keadilan akan merunduk dari langit.

*Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan,
dan negeri kita akan memberi hasil.
Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya,
dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil
Yes 40:9-10

Nyaringkanlah suaramu, hai pembawa kabar baik.
Lihat, Tuhan Allah datang dengan kekuatan.

Bacaan Injil
Luk 7:19-23

"Katakanlah kepada Yohanes apa yang kalian lihat dan kalian dengar."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Yohanes memanggil dua orang muridnya,
dan menyuruh mereka bertanya kepada Yesus,
"Tuankah yang ditunggu kedatangannya,
atau haruskah kami menantikan seorang lain?"
Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus,
mereka berkata,
"Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya,
'Tuankah yang ditunggu kedatangannya,
atau haruskah kami menantikan seorang lain?"

Pada saat itu Yesus sedang menyembuhkan banyak orang
dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat;
dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.
Maka Yesus menjawab,
"Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes
apa yang kalian lihat dan kalian dengar:
Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan,
orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar,
orang mati dibangkitkan
dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa
dan menolak Aku."

Demikianlah sabda Tuhan.



Waras vs Nonwaras



WARAS vs NON-WARAS
*P. Benediktus Bere Mali, SVD*
Homili Rabu, 23 Juli 2014


Selama persiapan Pemilihan Presiden 9 Juli 2014, kita banyak menerima informasi tentang arahan pemilih untuk memilih para calon presiden 2014-2019. Ada dua pendapat yang menyentuh benak dari aliran berita yang diterima. Pendapat-pendapat itu adalah pemilih yang cerdas dan pemilih yang tidak waras. Pemilih yang waras senantiasa menentukan pilihannya melalui memilih calon pemimpin yang mengutamakan kejujuran dan kesejahteraan seluruh rakyat banyak serta calon pemimpin yang setia pada rakyat dan tunduk di depan konstitusi, sebaliknya pemilih yang non-waras memilih calon pemimpin yang mengutamakan kepentingan pribadi dan tidak jujur yang dikenal dengan nama calon pemimpin yang sedang dikelompokkan sebagai koruptor.
          Perumpamaan tentang Penabur dalam Mateus 13 : 1 – 7 menampilkan “Penabur yang waras dengan penabur yang non-waras”.  Penabur yang waras menabur benih baik di atas lahan yang subur sehingga menghasilkan buah yang berlipatganda, sedangan penabur yang non-waras menabur benih yang baik di atas tanah yang tidak subur sehingga menghasilkan buah yang berkurang bahkan sama sekali tidak mendatangkan hasil yang baik. Penabur yang tidak cerdas itu menabur benih yang baik di tepi jalan, di tanah yang berbatu, dan di lahan yang penuh dengan semak duri, sedangkan penabur yang cerdas menabur benih yang baik itu di lahan yang tepat bagi bertumbuh dan berbuahnya secara berlipat ganda, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh ganda. Tuhan menghendaki kita semua menjadi penabur yang waras, dengan menjadi penabur yang menabur benih yang baik di atas lahan yang sudah disiapkan menjadi lahan yang subur. Benih itu adalah benih Sabda Allah yang selalu menyelamatkan dan menyejahterahkan semua orang. Penabur yang sejati adalah Tuhan Yesus sendiri yang menabur benih Sabda Allah di atas lahan hati dan budi manusia yang disiapkanNya supaya menjadi lahan yang subur bagi SabdaNya yang membawa sukacita sejati bagi semua orang lintas batas.
          Kita dapat bercermin pada penabur yang waras yang dikontraskan dengan penabur yang tidak waras. Kita bisa saja digolongkan sebagai penabur yang tidak waras yang menabur benih baik di atas lahan hati sesama dan diri kita yang kurang subur atau tidak subur, karena kemalasan kita dalam mengasah kemampuan budi dan ketajaman nurani serta kejernihan spiritual. Atau kita juga bisa dikelompokkan sebagai penabur yang waras karena kita setia dan tekun serta disiplin menata lahan hati kita secara personal maupun lahan hati sesama secara sosial, menjadi lahan yang subur bagi bertumbuhnya pohon kebaikan, kebenaran, keadilan dan kedamaian yang memberikan naungannya yang menyejukkan bagi semua tanpa diskriminasi tertentu. ***

                                

Hari Raya St. Petrus & St. Paulus



PETRUS &  PAULUS:
BERBEDA TETAPI SALING MELENGKAPI
*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Setiap manusia itu unik. Sekalipun manusia itu kembar tetapi tetap berberda satu terhadap yang lain. Perbedaan itu bukan saling menyingkirkan tetapi saling melengkapi menuju kesempurnaan. Itu berarti perbedaan dilihat sebagai berkat atau rahmat atau kekayaan bukan sebagai kutukan atau konflik yang saling meniadakan satu terhadap yang lain.

St. Petrus dan St. Paulus adalah dua sosok yang unik. Perbedaan keduanya sebetulnya terletak di dalam perannya, dimana Petrus fokus pada soal institusi Gereja sedangkan Paulus fokus pada pelayanan di lapangan. Dengan kata lain Petrus adalah tokoh iman yang berada di balik meja sedangkan Paulus adalah tokoh yang terjun di medan misi di lapangan yang nyata.  

Perbedaan peran itu saling melengkapi. Apa yang disusun team Petrus di balik meja untuk misi dengan ide-ide yang segar dapat diterjemahkan oleh team Paulus di dalam pelayanan konkret di lapangan. Senjang antara apa yang dibalik meja dengan apa yang di lapangan menjadi input bagi team Petrus dan team Paulus untuk dievaluasi dan membangun sebuah perubahan misi yang kontekstual menjawabi kebutuhan umat di lapangan, dalam meningkatkan kualitas iman umat pada umumnya.

Kita dalam hidup karya pelayanan, terdiri dari kelompok yang berada pada posisi struktur Gereja, Biara, dan ada yang berada pada posisi pelaksana atau pelayan di lapangan. Keduanya seperti dua sisi mata uang yang merupakan satu kesatuan dalam memberikan pelayanan kepada umat secara lebih sempurna. Hal ini dimiliki dalam diri St. Arnoldus Janssen dengan St. Josef Freinademetz. St. Arnoldus ada di kantor atau di balik meja dalam SVD sedangkan St. Josef Freinademetz adalah sosok misionaris di lapangan. Keduanya boleh disebut sebagai penerus gaya Petrus dan Paulus dalam menyebarkan Kerajaan Allah ***






Tritunggal Maha Kudus : Satu untuk Misi



TRITUNGGAL MAHA KUDUS : SATU UNTUK MISI
Hari Raya Tritunggal Maha Kudus, 15 Juni 2014
*P. Benediktus Bere Mali, SVD*

Telinga kita sudah cukup akrap dengan semboyan  atau moto Amerika Serikat  E Pluribus  Unum” dan moto Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”.  E Pluribus Unum dari bahasa Latin dan secara harafiah berarti: "Dari banyak menjadi satu".  Secara konseptual ini agak berbeda dengan moto Indonesia; Bhinneka Tunggal Ika, yang bisa diartikan bahwa  “perbedaan itu manifestasi daripada keesaan”.  Satu pesan yang saya ambil dari dua moto tersebut adalah perbedaan itu dipandang secara positif bukan secara negatif atau  perbedaan itu berkat sedangkan pembedaan itu kutuk.  Kalau pembedaan yang ditonjolkan, maka hal itu mengantar orang menganggap dirinya lebih baik, lebih benar, diselamatkan sedangkan yang lain dipandang salah, buruk, kafir, musuh yang harus ditiadakan; tetapi kalau perbedaan itu dipandang sebagai berkat maka keanekaan budaya, kemampuan, bakat, talenta, potensi, keunggulan setiap pribadi adalah kekayaan yang dapat diatur dan disatukan untuk membangun kehidupan bersama yang baik, benar, adil dan damai tanpa diskriminasi tertentu. Perbedaan sebagai berkat inilah menjadi fokus perhatian sekaligus jiwa moto tersebut, yang memberi roh atau spirit bagi perilaku manusia yang memiliki moto tersebut.
Komunitas Tritunggal  Maha Kudus terdiri dari Bapa Pencipta yang kreatif menciptakan, Putera yang menyelamatkan, dan Roh Kudus yang melanjutkan, dan ketiganya bersekutu dalam kesempurnaan dan keutuhan cinta Kasih sejati, untuk bermisi kepada semua manusia agar Allah Tritunggal  Maha Kudus hidup di dalam hati semua manusia. Hati manusia yang dipenuhi Allah Tritunggal Maha Kudus adalah pribadi manusia yang berperilaku menyesuaikan diri dengan lingkungan Allah Tritunggal Maha Kudus, yaitu kehadirannya secara kreatif menciptan suasana yang baru bagi sesama untuk lebih bersemangat hidup; kehadirannya untuk menyelamatkan semua orang bukan menghancurkan atau mematikan; kehadirannya melanjutkan yang baik, benar, adil dan damai bukan yang buruk, yang salah, yang tidak adil dan kekerasan.

Bacaan pertama menampilkan Allah Tritunggal Maha Kudus dalam awan dan menampakan diri kepada Musa yang mengenal  Allah itu sebagai pengasih dan penyayang, panjang sabar dan penuh kasih setia-Nya, terhadap tegar tengkuk bangsa Israel di hadapan Allah.  Bacaan kedua menampilkan usaha manusia untuk sempurna dan hidup dalam damai sejahtera senantiasa diberkati oleh Tuhan Yesus. Yesus hadir dalam diri manusia yang hidup berjuang menuju kesempurnaan dan damai sejahtera. Bacaan Injil menampilkan Kasih Allah yang sempurna kepada manusia dengan mengutus Yesus ke dunia untuk memberi kehidupan yang kekal kepada manusia. Allah mengutus anakNya ke dunia untuk menyelamatkan bukan menghakimi. Setiap manusia yang membuka hati dan pikiran menerima Yesus yang datang ke dalam dirinya untuk membawa hidup dan keselamatan, maka ia memperoleh hidup yang kekal.

Kita hidup dalam keanekaragaman budaya, suku, agama dan latarbelakang. Keanekaan ini sebagai berkat dari Tuhan. Keanekaan itu dipandang sebagai berkat maka kita akan berperilaku menyesuaikan diri dengan keanekaan sebagai berkat. Artinya kita bertindak menyatukan berbagai potensi positif yang berasal dari keragaman itu diatur dan disatukan untuk membangun kebaikan hidup bersama yang dicita-citakan bersama. Pola kognitif yang sama dalam keanekaan mengantar manusia berafeksi psositif terhadap perbedaan dan selanjutnya berperilaku positif dalam lingkungan keanekaraman sebagai sebuah warna pelangi indah yang menghiasi kehidupan bersama. Dengan itu kita memberi kesaksian kepada dunia bahwa dalam diri kita Hidup Allah Tritunggal Maha Kudus. Waktu saya ujian universum, pertanyaan pertama yang perlu saya jawab adalah: Apakah Allah Roh Kudus itu beda dengan Allah Putera dan Allah Bapa? Saya menjawab : Allah Roh Kudus, Allah Putera dan Allah Bapa tidak Beda tetapi Sama dan SATU. Jawaban itu tepat dan benar. *