Mengapa para murid harus wartakan Kebangkitan Kristus Yesus mulai dari Kota Yerusalem?

 *P.Benediktus Bere Mali,SVD*




Mengapa para murid dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem?


Ibu Kota Negara  Baru  di Kalimantan Timur yang sedang dibangun terus mewarnai media sosial baik online maupun offline. Semua mata dunia sedang menuju Kalimantan Timur. Tidak terkecuali mata  para missionaris yang sedang menggerakan kaki para missionaris yang kini sedang berjalan mencari  lahan untuk mendirikan Biara dan rumah retret serta sekolah di Kalimantan Timur dalam koordinasi dengan pimpinan tertinggi Gereja lokal setempat.  Kota menjadi pusat misi karena di kota pasti banyak penduduk, dengan aneka persoalan yang menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menyebarkan khabar Gembira Kristus yang telah bangkit mulai dari pusat atau jantung kota.  Menguasai kota dengan khabar Gembira Kristus yang telah bangkit, maka akan dengan mudah mewartakan Injil ke seluruh wilayah yang berpusat pada sebuah kota sebagai jantung semua segi bidang kehidupan.


Yesus menyampaikan kepada para murid untuk mewartakan Pertobatan dan pengampunan ke seluruh dunia mulai dari Yerusalem. Mengapa harus mulai dari Yerusalem? Yerusalem dengan Bait Allah Yerusalem adalah satu-satunya identitas kebanggaan bangsa Yahudi yang masih eksis. Kebanggaan lain yaitu Tanah Terjanji dan Kerajaan sudah diobrak-abrik oleh Penjajah Romawi pada saat Kebangkitan Yesus. 


Bait Allah Yerusalem adalah tempat memuji dan memuliakan Allah Agama Yahudi seperti tertulis di dalam Kitab Suci, utamanya dalam Kitab Musa, Kitab Para Nabi dan Kitab Mazmur. Mesias dalam Perjanjian Lama menjadi nyata di dalam diri Tuhan Yesus yang sudah bangkit setelah menderita dan wafat serta dimakamkan. 


Allah Agama Yahudi tersempurnakan di dalam Kristus Yesus yang telah bangkit. Pewartaan Pertobatan dan pengampunan mulai dari Yerusalem ke seluruh dunia. Iman kepada Kristus bertumbuh subur di Bait Allah Yerusalem maka di luar kota Yerusalem akan lebih mudah iman dapat bertumbuh secara baik. Basis misi di kota yang kokoh maka akan menjadi basis bagi pewartaan di luar jantung kota. Basis iman dan bidang lainnya yang mendukung misi di kota maka kesuksesan misi di kota menjadi modal dasar bagi pewartaan di luar pusat kota.


Berdasarkan konteks misi kota yang senantiasa koneksi dengan misi di luar kota inilah maka Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur, menjadi magnet spiritual bagi kongregasi  atau Biarawan dan biarawati dengan mengawalinya dengan membeli lahan Tanah untuk misi lewat pendidikan dan bidang lainnya. Menguasai kota dalam misi maka akan lebih mudah bermisi di luar kota.***





Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Paskah III


Minggu, 18 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 3:13-15.17-19


"Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh,

tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Setelah Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang lumpuh,

orang banyak yang sangat keheranan mengerumuni mereka.

Maka kata Petrus kepada mereka,

"Allah Abraham, Ishak dan Yakub,

Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya,

yaitu Yesus yang kamu serahkan dan kamu tolak di depan Pilatus,

walaupun Pilatus berpendapat bahwa Ia harus dilepaskan.

Kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar,

dan malah menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.

Demikianlah Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh,

tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,

dan tentang hal itu kami adalah saksi.


Hai saudara-saudara,

aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian

karena ketidaktahuan,

sama seperti semua pemimpinmu.

Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi

apa yang telah difirmankan-Nya dahulu

dengan perantaraan nabi-nabi-Nya,

yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.

Karena itu

sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 4:2.4.7.9,R:7b


Refren: Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya Tuhan.


*Apabila aku berseru, jawablah aku,

ya Allah yang membenarkan daku.

Engkau memberi kelegaan kepadaku di saat kesesakan;

kasihanilah aku, dan dengarkanlah doaku!


*Ketahuilah, Tuhan telah memilih bagi-Nya

seorang yang Ia kasihi;

apabila aku berseru kepada-Nya,

Ia mendengarkan.


*Banyak orang berkata,

"Siapa akan memperlihatkan yang baik kepada kita?"

Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya Tuhan!


*Dengan tenteram aku mau membaringkan diri

dan segera tertidur,

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,

yang membiarkan aku diam dengan aman.


Bacaan Kedua

1Yoh 2:1-5a


"Yesus adalah pendamaian untuk segala dosa kita,

dan juga untuk dosa seluruh dunia."


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:


Anak-anakku,

hal-hal ini kutuliskan kepada kamu,

supaya kamu jangan berbuat dosa.

Namun jika seorang berbuat dosa,

kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa,

yaitu Yesus Kristus yang adil.

Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita;

malahan bukan untuk dosa kita saja,

tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.


Dan inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah,

yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.

Barangsiapa berkata 'Aku mengenal Allah'

tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya,

ia adalah seorang pendusta,

dan di dalam dia tidak ada kebenaran.

Tetapi barangsiapa menuruti firman allah,

di dalam orang itu kasih Allah sungguh sudah sempurna.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Luk 24:32


Tuhan Yesus, bukalah arti Kitab Suci bagi kami,

dan kobarkanlah hati kami karena ajaran-Mu.


Bacaan Injil

Luk 24:35-48


"Mesias harus menderita

dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus

ditemui oleh Yesus yang bangkit

segera kembali ke Yerusalem.

Di sana mereka menceriterakan kepada saudara-saudara yang lain

apa yang telah terjadi di tengah jalan,

dan bagaimana mereka mengenal Yesus

pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.


Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu,

Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,

"Damai sejahtera bagi kamu!"

Mereka terkejut dan takut,

karena menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka,

"Mengapa kamu terkejut,

dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu?

Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini!

Rabalah Aku dan lihatlah,

karena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya,

seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."


Sambil berkata demikian,

Yesus memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.

Dan ketika mereka belum percaya

karena girang dan masih heran,

berkatalah Yesus kepada mereka,

"Adakah padamu makanan di sini?"

Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.


Yesus berkata kepada mereka,

"Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu

ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu,

yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku

dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

Lalu Yesus membuka pikiran mereka,

sehingga mereka mengerti Kitab Suci.


Kata Yesus kepada mereka,

"Ada tertulis demikian:

   Mesias harus menderita,

   dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.

Dan lagi:

   Dalam nama-Nya

   berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa

   harus disampaikan kepada segala bangsa,

   mulai dari Yerusalem.

Kamu adalah saksi dari semuanya ini."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Mereka lalu mempersilahkan Yesus naik ke perahu, dan seketika itu juga perahu mereka sampai ke pantai yang mereka tuju."


*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Kota dan kampung pasti beda jumlah penduduk dan persoalan hidup pribadi maupun hidup bersama. Kuasailah kota-kota yang padat penduduknya dengan persoalannya yang sangat kompleks maka semua daerah kampung akan mudah dijangkau dan dikuasai. Demikian juga pewartaan tentang Kebangkitan Kristus di pusat kota  berhasil baik maka akan lebih gampang mewartakan-Nya di daerah-daerah lain. 


Para Rasul mewartakan Kebangkitan Kristus mulai dari Yerusalem. Mengapa? Yerusalem adalah pusat kebanggaan bangsa Yahudi karena Bait Allah tetap eksis walaupun dijajah oleh Penjajah Romawi pada zaman Yesus.  kebanggaan akan Tanah terjanji dan Kerajaan telah diporak-porandakan oleh penjajah Romawi. 


Bait Allah pusat  penyembahan Yahweh oleh Umat Israel. Bagi para murid yang percaya kepada Kebangkitan Kristus, YAHWEH mengalami kepenuhan di dalam diri Kristus yang bangkit. Karena itu meskipun ditolak, dipenjarakan oleh Mahkamah Agama Yahudi, para Rasul mewartakan-Nya di dalam Bait Allah Yerusalem pusat spiritual dan Ekonomi karena ada transaksi korban binatang persembahan dan penukaran mata uang asing untuk mendapat mata uang setempat yang layak sebagai Bahan persembahan di Bait Allah Yerusalem. 


Menarik bahwa ada tanggapan positif dari  sebagian para imam Agama Yahudi yang menyerahkan diri kepada para Rasul dan menjadi pengikut Kristus yang bangkit. Ini menunjukan bahwa para imam Agama Yahudi telah mengakui dan percaya serta menjadi pengikut Kristus yang telah bangkit. Selain itu ada banyak orang menjadi percaya pada Kristus yang bangkit di kota Yerusalem. Hal ini sangat tepat dengan Bacaan Injil hari ini "Mereka (orang yang percaya) lalu mempersilahkan Yesus naik (masuk) ke (dalam) perahu (hati), dan seketika itu juga perahu mereka sampai ke pantai yang mereka tuju." Mereka yang percaya kepada Kristus menerima-Nya  di dalam rumah hati mereka dan mewartakan-Nya dalam kata dan perbuatan nyata di depan publik sehingga kesaksian mereka menarik banyak orang untuk menjadi percaya kepada Kristus sehingga orang beriman kepada Kristus semakin berkembang baik dari waktu ke waktu dalam ziarah sebagai Gereja di bumi menuju Gereja Para Kudus di Surga. ******.


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah II


Sabtu, 17 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 6:1-7


"Mereka memilih tujuh orang yang penuh Roh Kudus."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Di kalangan jemaat di Yerusalem,

ketika jumlah murid makin bertambah,

timbullah sungut-sungut

di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani

terhadap orang-orang Ibrani,

karena dalam pelayanan sehari-hari

pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan.


Berhubung dengan itu

kedua belas rasul memanggil semua murid berkumpul dan berkata,

"Kami tidak merasa puas,

karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.

Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu,

yang terkenal baik, yang penuh Roh Kudus dan hikmat,

supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,

sehingga kami sendiri dapat memusatkan pikiran

dalam doa dan pelayanan Firman."


Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat.

Lalu mereka memilih Stefanus,

seorang yang penuh iman dan Roh Kudus,

dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas,

dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.

Mereka itu dihadapkan kepada para rasul;

lalu para rasul pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.


Firman Allah makin tersebar,

dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak;

juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 33:1-2.4-5.18-19,R:22


Refren: Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami,

seperti kami berharap kepada-Mu.


*Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar!

Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur.

Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi,

bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!


*Sebab firman Tuhan itu benar,

segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.

Ia senang pada keadilan dan hukum;

bumi penuh dengan kasih setia-Nya.


*Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa,

kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya;

Ia hendak melepaskan jiwa-jiwa mereka dari maut

dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.


Bait Pengantar Injil


Kristus pencipta semesta alam telah bangkit!

Ia penuh belas kasih kepada umat manusia.


Bacaan Injil

Yoh 6:16-21


"Para murid melihat Yesus berjalan di atas air."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Setelah mempergandakan roti dan memberi makan lima ribu orang,

Yesus mengundurkan diri ke gunung.


Ketika hari sudah mulai malam,

murid-murid Yesus pergi ke danau,

lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum.

Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang

mendapatkan mereka,

sedang laut bergelora karena angin kencang.


Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya,

mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu.

Maka ketakutanlah mereka.

Tetapi Yesus berkata kepada mereka, "Ini Aku, jangan takut!"

Mereka lalu mempersilahkan Yesus naik ke perahu,

dan seketika itu juga

perahu mereka sampai ke pantai yang mereka tuju.


Demikianlah Injil Tuhan.

Mengapa Setelah Meninggalkan Sidang Mahkamah Agama tentang larangan wartakan Kristus yang bangkit, para Rasul tetap berani mewartakan Kristus yang bangkit di Bait Allah dan Rumah-Rumah Keluarga/umat?

*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Mengapa Setelah Meninggalkan Sidang Mahkamah Agama tentang larangan wartakan Kristus yang bangkit, para Rasul tetap berani mewartakan Kristus yang bangkit di Bait Allah dan Rumah-Rumah Keluarga/umat?


Ada tiga kebanggaan Orang Yahudi yaitu Tanah Terjanji, Kerajaan, dan Bait Allah. Tanah Terjanji dan Kerajaan sudah diporak-porandakan oleh penjajah Roma pada saat itu. Satu-satunya kebanggaan keluarga-kelusrga bangsa Israel adalah Bait Allah tempat memuliakan Yahweh. 


Kristus yang bangkit adalah pemenuhan Yahweh. Para Rasul terus berani mewartakan-Nya di Bait Allah walau ada aneka tantangan dari luar tetapi Roh Kristus yang telah bangkit membangkitkan keberanian dan sukacita para Rasul dalam mewartakan Kebangkitan Kristus di Bait Allah dan Keluarga-keluarga karena akar iman yang kokoh adalah pribadi-pribadi di dalam Keluarga. Iman dan kepercayaan akan kebangkitan Kristus yang kuat di dalam keluarga-keluarga maka iman Gereja universal pun pasti berdiri kokoh. 


Kristus yang bangkit yang diwartakan sama dengan Yesus Historis yang mengadakan mukjizat perbanyakan roti bagi lima ribuh orang di dalam bacaan Injil. Yesus menggandakan yang sedikit untuk kebutuhan banyak orang, cukup untuk kebutuhan bersama, bahkan berkelimpahan yang harus ditabung untuk kebutuhan bersama. 


Kita memiliki kemampuan yang sedikit dan itu dapat kita gandakan untuk kebutuhan bersama. Kita tekun menggandakan apa yang kita miliki sedikit maka pasti kita mendapat berkelimpahan. Iman kita pun kita gandakan mulai dari basis yaitu pribadi-pribadi di dalam keluarga.***



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah II


Jumat, 16 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 5:34-42


"Para rasul bergembira karena mereka dianggap layak

menderita penghinaan oleh karena nama Yesus."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pada waktu itu para rasul sedang diperiksa oleh Mahkamah Agama Yahudi.

Maka seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu,

yang bernama Gamaliel,

seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak,

bangkit dan meminta

supaya para rasul itu disuruh keluar sebentar.

Sesudah itu ia berkata kepada sidang,

"Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baika apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!

Sebab dahulu telah muncul si Teudas,

yang mengaku dirinya seorang istimewa,

dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut;

tetapi ia dibunuh,

dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.

Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk,

muncullah si Yudas, seorang Galilea.

Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya,

tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.

Karena itu aku berkata kepadamu:

Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini.

Biarkanlah mereka,

sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia,

tentu akan lenyap;

tetapi kalau berasal dari Allah,

kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini;

mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah."

Nasihat itu diterima.


Sesudah itu mereka dilepaskan.

Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama

dengan gembira,

karena mereka telah dianggap layak

menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.


Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka

di Bait Allah dan di rumah-rumah umat

dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 27:1.4.13-14,R:4ab


Refren: Satu hal telah kuminta kepada Tuhan,

diam di rumah Tuhan seumur hidupku.


*Tuhan adalah terang dan keselamatanku,

kepada siapakah aku harus takut?

Tuhan adalah benteng hidupku,

terhadap siapakah aku harus gentar?


*Satu hal telah kuminta kepada Tuhan,

satu inilah yang kuingini:

diam di rumah Tuhan seumur hidupku,

menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.


*Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan

di negeri orang-orang yang hidup!

Nantikanlah Tuhan!  Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!

Ya, nantikanlah Tuhan!


Bait Pengantar Injil

Mat 4:4b


Manusia hidup bukan dari roti saja,

tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.


Bacaan Injil

Yoh 6:1-15


"Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak yang duduk di situ, sebanyak mereka kehendaki."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Pada waktu itu

Yesus berangkat ke seberang danau Galilea,

yaitu danau Tiberias.

Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia,

karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan,

yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.


Yesus naik ke atas gunung

dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.

Ketika itu Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.


Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya,

dan melihat bahwa

orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya,

berkatalah Ia kepada Filipus,

"Di manakah kita akan membeli roti,

sehingga mereka ini dapat makan?"

Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia,

sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya.


Jawab Filipus kepada-Nya,

"Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini,

sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja!"


Seorang dari murid-murid-Nya,

yaitu Andreas, saudara Simon Petrus,

berkata kepada-Nya,

"Di sini ada seorang anak,

yang membawa lima roti jelai dan mempunyai dua ikan;

tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"


Kata Yesus, "Suruhlah orang-orang itu duduk!"

Adapun di tempat itu banyak rumput.

Maka duduklah orang-orang itu,

kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.


Lalu Yesus mengambil roti itu,

mengucap syukur

dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ;

demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu,

sebanyak yang mereka kehendaki.

Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya,

"Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih,

supaya tidak ada yang terbuang."

Maka mereka pun mengumpulkannya,

dan mengisi dua belas bakul penuh

dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih

setelah orang makan.


Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan Yesus,

mereka berkata,

"Dia ini benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia!"

Karena Yesus tahu bahwa mereka akan datang

dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan raja,

Ia menyingkir lagi ke gunung seorang diri.


Demikianlah sabda Tuhan.

"Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia."




*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Pada suatu waktu seorang pemimpin sebuah kongregasi menolak sejumlah anggota kongregasinya yang  berencana  membangun sebuah universitas  milik kongregasi itu di sebuah daerah yang belum layak karena jauh dari pusat kota. Berdasarkan analisa pemimpin kongregasi yang juga sebagai seorang sosiolog, misi perlu mulai dari pusat kota karena di sanalah terdapat kompleksitas tantangan sekaligus peluang bermisi.  


Bacaan Suci hari ini, pewartaan dan bermisi tentang Kristus yang bangkit berpusat di Yerusalem dan secara khusus berpusat di Bait Allah Yerusalem pusat Agama Yahudi dalam menyembah  YAHWEH yang telah menjadi manusia dalam diri Tuhan Yesus yang telah bangkit dan berkali-kali menampakan diri kepada para murid-Nya.

Pemimpin Agama Yahudi yang berpusat di Bait Allah Yerusalem merasa tertusuk hati yang sangat dalam menyaksikan kesaksian Petrus bersama Para Rasul di Bait Allah Yerusalem dan seluruh Yerusalem tentang Yesus yang telah bangkit setelah wafat di Salib dan dimakamkan.  


Kebanggaan mereka satu-satunya adalah Bait Allah Yerusalem tempat memuliakan YAHWEH. Ketika Bait Allah Yerusalem digoncangkan oleh Pewartaan Petrus dan Para Rasul tentang Tuhan Yesus yang telah bangkit, maka Pemimpin Agama Yahudi melarang mereka mewartakan Yesus dan mereka berencana membunuh para Rasul. Meskipun demikian Petrus mengatakan kepada para Rasul, "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia." 


Dalam Bacaan Injil, Yohanes memberi kesaksian tentang Yesus Anak Allah. Barangsiapa percaya kepada Tuhan Yesus memperoleh kehidupan yang kekal di Surga. Yesus adalah Jalan kebenaran kehidupan. Tiada jalan lain untuk memperoleh kehidupan yang kekal bagi orang yang percaya kepada-Nya.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah II


Kamis, 15 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 5:27-33


"Kami adalah saksi dari segala sesuatu dan Roh Kudus."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pagi itu

kepala pengawal bait Allah serta orang-orangnya

menangkap para rasul yang sedang mengajar orang banyak

dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama Yahudi.

Imam Besar lalu mulai menegur mereka,

"Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama Yesus.

Namun ternyata

kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu,

dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."


Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab,

"Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus,

yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh.

Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri

dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat,

supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.

Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus,

yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."


Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka,

dan mereka berusaha membunuh rasul-rasul itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 34:2.9.17-18.19-20,R:7a


Refren: Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkan.


*Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu;

puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!

Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!


*Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat

untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.

Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan;

dan segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.


*Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati,

Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Kemalangan orang benar banyak,

tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.


Bait Pengantar Injil

Yoh 20:29


Karena telah melihat Aku, engkau percaya.

Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.


Bacaan Injil

Yoh 3:31-36


"Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Yohanes Pembaptis memberi kesaksian tentang Yesus

di hadapan murid-muridnya,

"Siapa yang datang dari atas ada di atas semuanya;

siapa yang berasal dari bumi,

termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi.

Siapa yang datang dari surga ada di atas semuanya.

Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya

dan yang didengar-Nya,

tetapi tak seorang pun menerima kesaksian-Nya itu.

Siapa yang menerima kesaksian-Nya,

ia mengaku bahwa Allah adalah benar.


Sebab siapa yang diutus Allah,

Dialah yang menyampaikan firman Allah,

karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.

Bapa mengasihi Anak

dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.

Barangsiapa percaya kepada Anak,

ia beroleh hidup yang kekal,

tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak,

ia tidak akan melihat hidup,

melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Mengapa Malaekat yang membebaskan mereka(para rasul) dari penjara itu menyuruh mereka ke Bait Allah dan mewartakan Kristus yang bangkit?

 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Mengapa Malaekat yang membebaskan mereka(para rasul) dari penjara itu menyuruh mereka ke Bait Allah dan mewartakan Kristus yang bangkit?


Bait Allah pusat iman agama Yahudi menyembah YAHWEH. Malaekat Tuhan itu menyuruh Para Rasul yang dilepaskan dari Penjara itu untuk mewartakan Kristus Yang bangkit kepada banyak orang di dalam Bait Allah. Kristus adalah pemenuhan YAHWEH yang disembah di Bait Allah. 


Kristus adalah sumber terang Sejati. Setiap orang yang melakukan kebenaran datang kepada Terang. Dan setiap orang yang percaya kepada Kristus yang telah bangkit akan mendapat kehidupan kekal.


Injil hari ini menegaskan, "Barangsiapa melakukan yang benar,ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah." ***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah II


Rabu, 14 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 5:17-26


"Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara,

ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Imam Besar Yahudi dan pengikut-pengikutnya,

yaitu orang-orang dari mazhab Saduki di Yerusalem

mulai bertindak terhadap jemaat,

sebab mereka sangat iri hati.

Mereka menangkap rasul-rasul,

lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota.


Tetapi waktu malam,

seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu

dan membawa mereka ke luar.

Kata malaikat itu,

"Pergilah, berdirilah di Bait Allah,

dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak."


Mereka mentaati pesan itu,

dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah,

lalu mulai mengajar di situ.


Sementara itu

Imam Besar dan pengikut-pengikutnya

menyuruh Mahkamah Agama berkumpul,

yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel,

dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara.

Tetapi ketika para petugas datang ke penjara,

mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ.

Lalu mereka kembali dan memberitahukan,

"Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapinya,

dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu.

Tetapi setelah kami membukanya,

tidak seorang pun yang kami temukan di dalamnya."


Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala

mendengar laporan itu,

mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi

dengan rasul-rasul itu.

Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar,

"Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara,

ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak."

Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah,

lalu mengambil kedua rasul itu,

tetapi tidak dengan kekerasan,

karena mereka takut

kalau-kalau orang banyak melempari mereka dengan batu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9,R:7a


Refren: Orang yang tertindas  berseru, dan Tuhan mendengarkan.


*Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu;

puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku.

Karena Tuhan jiwaku bermegah;

biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya

dan bersukacita.


*Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan daku,

marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya.

Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku,

dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.


*Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,

maka mukamu akan berseri-seri,

dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan;

Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.


*Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,

lalu meluputkan mereka.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!

Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!


Bait Pengantar Injil

Yoh 3:16


Begitu besar kasih Allah akan dunia ini,

sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,

supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya

beroleh hidup yang kekal.


Bacaan Injil

Yoh 3:16-21


"Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata,

"Begitu besar kasih Allah akan dunia ini,

sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,

supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,

melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia

bukan untuk menghakimi dunia,

melainkan untuk menyelamatkannya.

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum;

tetapi barangsiapa tidak percaya,

ia telah berada di bawah hukuman,

sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.


Dan inilah hukuman itu:

Terang telah datang ke dalam dunia,

tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang,

sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Sebab barangsiapa berbuat jahat,

membenci terang dan tidak datang kepada terang itu,

supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;

tetapi barangsiapa melakukan yang benar,

ia datang kepada terang,

supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya

dilakukan dalam Allah."


Demikianlah sabda Tuhan.

Siapakah kebenaran jalan menuju Surga dan dari Surga, menurut Injil dan bacaan pertama hari ini?

 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*




 Siapakah kebenaran jalan menuju Surga dan dari Surga, menurut Injil dan bacaan pertama hari ini? 


Kita masih ingat Pertanyaan Pilatus kepada Yesus tentang Apakah kebenaran itu, yang tidak dijawab Yesus, dalam Kisah Sengsara menurut Injil Yohanes pada Hari Jumat Agung.  

Bagi Saya Pertanyaan itu tidak dijawab Yesus karena Pertanyaan Pilatus itu salah. Bagi saya Pertanyaan yang benar adalah Siapakah kebenaran itu, sehingga Yesus akan dapat menjawabnya.

Mengapa Siapakah kebenaran itu, adalah Pertanyaan yang benar yang dapat dijawab Yesus? Karena Yesus adalah Jalan, kebenaran dan kehidupan kekal (Lihat Yoh.14:1-6) bagi orang yang percaya kepada Yesus yang melayani secara tuntas, menderita dan wafat di Salib, dimakamkan, dan bangkit pada Hari ketiga. 

Yesus adalah Jalan yang benar dari Surga dan ke Surga. Jalan itu bukan jalan tol dari Surga ke dunia dan dari dunia ke Surga. Jalan benar itu bukan jalan tol laut dari pelabuhan laut di bumi ke pelabuhan laut di Surga dan sebaliknya dari Surga ke dunia. Jalan benar itu bukan jalan tol udara dari bandara udara di bumi ke bandara Surga dan dari Surga ke bumi. Tetapi jalan benar itu adalah Jalan Salib Yesus menuju Surga. 

Dalam Injil hari ini Yesus bersabda kepada Nikodemus yang datang kepadaNya pada malam hari tentang Yesus adalah Jalan yang benar dari Surga dan kembali ke Surga melalui jalan Salib. SabdaNya kepada Nikodemus: "Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal."

Paskah adalah perayaan Kebangkitan Tuhan  dari alam maut setelah melalui jalan derita salib, wafat di Salib. Kebangkitan Yesus merevolusi pemahaman sebagian orang bahwa Salib adalah kutukan dan kebodohan menjadi Salib adalah kebijaksanaan Allah. 

Salib adalah Jalan benar masuk ke Surga bagi kita yang percaya. Pemahaman dan pengalaman akan kebangkitan Tuhan setelah jalan SalibNya memandu orang yang percaya kepada-Nya memiliki satu hati dan satu jiwa. 

Bacaan Pertama menegaskan bahwa orang yang percaya kepada Kristus yang bangkit hidup dalam persekutuan, sehati dan sejiwa. Artinya mereka memiliki agenda yang sama dalam asah otak tentang kebangkitan, sama asah rasa at home dalam rumah kebangkitan Tuhan, sama asah aksi wartakan kebangkitan kepada dunia, sama asah program misi yang sama,  sama asah implementasi program misi yang sama, sam asah program untuk memonitor misi, sama asah mengevaluasi aksi misi, dan bila diperlukan sama-sama asah revisi program misi sesuai konteks zaman untuk sebuah pewartaan yang up to date sehingga aksi pewartaan tetap tidak asing bagi mata hati manusia yang mendengarkannnya.*** 


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah II


Selasa, 13 April 2021

PF S. Martinus I, Paus dan Martir



Bacaan Pertama
Kis 4:32-37

"Mereka sehati dan sejiwa."

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:

Kumpulan orang yang telah percaya akan Yesus sehati dan sejiwa.
Dan tidak seorang pun yang berkata
bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri,
tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
Dan dengan kuasa yang besar
rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus,
dan mereka semua hidup dalam kasih karunia
yang melimpah-limpah.

Di antara mereka tidak ada seorang pun yang berkekurangan.
Karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah,
menjual kepunyaannya itu,
dan hasil penjualan itu mereka bawa
dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul;
lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang
sesuai dengan keperluannya.
Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul
disebut Barnabas,
artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
Ia menjual ladang, miliknya,
lalu membawa uangnya itu
dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan
Mzm 93:1ab.1c-2.5,R:1a

Refren: Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan!

*Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan,
dan kekuatanlah ikat pinggang-Nya.

*Sungguh, telah tegaklah dunia, tidak goyah!
takhta-Mu tegak sejak dahulu kala,
dari kekal Engkau ada.

*Peraturan-Mu sangat teguh;
bait-Mu berhias kekudusan,
ya Tuhan sepanjang masa.



Bait Pengantar Injil
Yoh 3:15

Anak manusia harus ditinggikan
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal.



Bacaan Injil
Yoh 3:7-15

"Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,
selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Dalam percakapannya dengan Nikodemus, Yesus berkata,
"Janganlah engkau heran
karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Angin bertiup ke mana ia mau;
engkau mendengar bunyinya,
tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang
atau ke mana ia pergi.
Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Nikodemus menjawab, katanya,
"Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?"
Jawab Yesus,
"Engkau adalah pengajar Israel,
dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?
Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui,
dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat,
tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.
Kamu tidak percaya
waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi,
bagaimana kamu akan percaya
kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi?
Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,
selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.
Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun,
demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal."

Demikianlah sabda Tuhan.

Terang versus gelap

  

   *P.Bene Mali, SVD*

Mengapa Nicodemus seorang pemimpin Agama Yahudi datang kepada Yesus bukan pada waktu siang tetapi pada waktu malam hari? 

Malam adalah Simbol kegelapan. Dalam kegelapan hidup lamanya, ia datang kepada Terang Sejati yaitu Yesus Kristus. Ia meninggalkan manusia lama menjadi manusia baru yang percaya kepada Yesus. 


Kepercayaan itu bertumbuh dalam ziarah hidupnya. Nikodemus membela Yesus saat Yesus hendak dihukum. Nikodemus ada bersama Yesus saat wafat di Salib dan menurunkan jenazah Yesus dari Salib dan memakamkan Yesus. 


Nikodemus lihat Kerajaan Allah dalam diri Yesus. Nikodemus percaya pada Yesus Historis dan Kristus yang telah bangkit. Nikodemus ada bersama Yesus dalam suka dan duka. Bukan seperti orang lain yang mau suka-Nya saja, duka-Nya dihindari. Nikodemus bukan orang yang bertipe anut mumpungisme dalam beragama.


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah II


Senin, 12 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 4:23-31


"Ketika para rasul berdoa, mereka semua penuh dengan Roh Kudus,

lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Setelah dilepaskan oleh Mahkamah Agama Yahudi,

pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka,

lalu mereka menceriterakan segala sesuatu

yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.


Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu,

berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya,

"Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi,

laut dan segala isinya.

Oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami,

Engkau telah berfirman:

   Mengapa rusuh bangsa-bangsa,

   mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

   Raja-raja dunia bersiap-siap

   dan para pembesar bermufakat bersama-sama

   melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini

Herodes dan Pontius Pilatus

beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel

melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi.

Mereka melaksanakan segala sesuatu

yang telah Engkau tentukan dari semula

oleh kuasa dan kehendak-Mu.

Dan sekarang, ya Tuhan,

lihatlah bagaimana mereka mengancam kami.

Maka berikanlah kepada hamba-hamba-Mu

keberanian untuk memberitakan firman-Mu.

Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang,

dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat

oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus."


Dan ketika mereka sedang berdoa,

goyanglah tempat mereka berkumpul itu.

Mereka semua penuh dengan Roh Kudus,

lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.


Demikanlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 2:1-3.4-6.7-9,R:12d


Refren: Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Mu, ya Tuhan.


*Mengapa rusuh bangsa-bangsa,

mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

Raja-raja dunia bersiap-siap

dan para pembesar bermufakat bersama-sama

melawan Tuhan dan yang diurapi-Nya:

"Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka

dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!"


*Dia, yang bersemayam di surga, tertawa;

Tuhan memperolok-olok mereka.

Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya,

Ia mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya:

"Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion,

gunung-Ku yang kudus!"


*Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan:

Ia berkata kepadaku, "Anak-Kulah engkau!

Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan.

Mintalah kepada-Ku,

maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu

menjadi milik pusakamu,

dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi,

dan memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."


Bait Pengantar Injil

Kol 3:1


Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus,

carilah perkara yang di atas,

di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.


Bacaan Injil

Yoh 3:1-8


"Jika seorang tidak dilahirkan kembali,

ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus;

ia seorang pemimpin agama Yahudi.

Ia datang kepada Yesus pada waktu malam dan berkata.

"Rabi, kami tahu,

bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah;

sebab tidak ada seorang pun

yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu,

jika Allah tidak menyertainya."


Yesus menjawab, kata-Nya, "Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan kembali,

ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Kata Nikodemus kepada-Nya,

"Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan kalau ia sudah tua?

Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya

dan dilahirkan lagi?"

Jawab Yesus, "Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh,

ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging,

dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh.

Janganlah engkau heran

karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

Angin bertiup ke mana ia mau;

engkau mendengar bunyinya,

tetapi engkau tidak tahu darimana ia datang atau ke mana ia pergi.

Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."


Demikianlah sabda Tuhan.

Mengapa Tomas berkata kepada mereka (10 murid yang lain yang telah mengalami penampakan Kristus beberapa kali)," Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya?"

     *P.Bene Mali, SVD*



Mengapa Tomas berkata kepada mereka (10 murid yang lain yang telah mengalami penampakan Kristus beberapa kali)," Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya?"


Pengalaman pribadi iman kepada Kristus yang bangkit itu sangat penting bagi Thomas. Selama beberapa kali Yesus Menampakan diri kepada para murid, Thomas tidak ada di komunitas. Thomas pergi melihat situasi di luar komunitas 11 Murid, dimana orang- orang di luar kimunitas sedang sangat serius diskusi tentang Yesus yang hebat selama berkarya di bumi, kemudian menderita dan wafat di Salib, lalu bangkit pada Hari ketiga, dan menampakan diri kepada Maria Magdalena dan 10 murid-Nya yang lain berulang-ulang.  

Thomas di luar komunitas 1O Murid dan pergi ke kehidupan real masyarakat yang lagi diskusi hangat tentang Yesus terutama orang-orang diskusis erius tentang kebangkitan yang belum jelas untuk dipercaya atas kesaksian mereka yang mengalami penampakan Yesus yang telah bangkit. 


Berdasarkan keadaan demikian, Thomas yang disebut Dididmus tidak gegabah cepat dan dengan gampang percaya pada pengalaman orang lain yang telah mengalami kebangkitan Yesus dan penampakan-Nya kepada Maria Magdalena dan 10 murid yang lain, dimana Thomas sendiri belum mengalami kebangkitan Tuhan secara personal. 


Bagi Thomas iman kepada Kristus yang bangkit itu semestinya merupakan sebuah pengalaman pribadi dan sebaiknya merupakan pengalaman bersama untuk menyatukan pemahaman yang sama atas persoalan kematian di Salib, dimakamkan, dan kemudian bangkit dari alam maut.

Thomas tidak akan ikut arus begitu saja dalam beriman kepada Kebangkitan Kristus hanya berdasarkan pengalaman orang lain. Bagi Thomas pengalaman pribadi inilah yang menjadi dasar yang kokoh untuk memberikan kesaksian kepada dunia lewat pewartaan Kristus yang telah bangkit kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem pusat iman Yahudi akan Yahweh yang dimuliakan di Bait Allah Yerusalem dan Kristus Yesus yang bangkit adalah pemenuhan dan penyempurnaan iman Yahudi akan Yahweh. 


Bagi Thomas, pengalaman iman pribadi dan komunitas 11 Murid akan kebangkitan inilah menyatukan satu persukutuan iman akan kebangkitan Kristus seperti dalam dalam bacaan pertama dan kedua. Satu iman menyatukan satu rasa iman dan satu  aksi iman dalam pewartaan Kristus kepada segala bangsa di dunia mulai dari Yerusalem. 

Minggu kerahiman Allah ini menyatukan pemahaman yang sama tentang kebangkitan Tuhan dalam diri 11 Murid bersama Maria Magdalena dan Maria-Maria yang lain yang juga mengalami kebangkitan Tuhan Yesus. Kesatuan iman inilah fondasi bagi para murid dalam mewartakan Kebangkitan Kristus kepada segala bangsa. Pengalamam pribadi dan pengalaman komunitas para murid akan kebangkitan Kristus Tuhan setelah menderita dan wafat di Kayu Salib menjadi kekuatan bagi gerakan bersama mewartakan Kristus kepada dunia. Pemahaman bersama itu termasuk dalam Pengalaman akan kebangkitan Tuhan yang juga meliputi Salib sebagai Sumber Kebijaksanaan Allah. Pemahaman ini menghapus pemahaman sebagian orang tentang Salib sebagai kutukan dan kebodohan. 


Pesan bagi kita adalah missionaris Kebangkitan Tuhan Yesus itu sangat  membutuhkam  prinsip Thomas dalam Injil hari ini yaitu pengalaman pribadi dan pengalaman bersama komunitas akan Kristus Yang bangkit sebagai fondasi kokoh setiap misonaris dalam segala zaman. Pengalaman itu diasah dengan membaca Kitab Suci, Hadiri Ekaristi, berpuasa, berpantang, berdoa, dan bersedeka dalam kehidupan bersama dalam masyarakat. 

Dengan kata lain misonaris dewasa ini harus memiliki delapan tahap dalam mewartakan Kristus yaitu asah otak secara bersama tentang iman kepada Kebangkitan Kristus, asah rasa et home sebagai misonaris, asah aksi misi bersama, asah program misi bersama, asah implementasi program misi bersama, asah monitor misi bersama, asah evaluasi misi sebagai gerakan bersama, asah revisi misi sesuai konteks zaman agar tetap eksis. Selamat Hari Minggu Kerahiman Tuhan bagi kita umat-Nya.***









 

Apakah pengalaman pribadi dan pengalaman komunitas akan Kristus yang melayani secara tuntas, menderita dan wafat di Salib, bangkit pada Hari ketiga, sudah ada dalam diri sebagai pribadi maupun sebagai komunitas?

Bagaimana caranya kita asah pribadi dan pengalaman komunitas akan kebangkitan Kristus? 













Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Paskah II (Kerahiman Ilahi)


Minggu, 11 April 2021


Minggu Kerahiman Ilahi


Bacaan Pertama

Kis 4:32-35


"Mereka sehati dan sejiwa."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Kumpulan orang yang telah percaya akan Yesus

sehati dan sejiwa.

Dan tidak seorang pun yang berkata

bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri,

tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.

Dan dengan kuasa yang besar

rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus,

dan mereka semua hidup dalam kasih karunia

yang melimpah-limpah.


Di antara mereka tidak ada seorang pun yang berkekurangan.

Karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah,

menjual kepunyaannya itu,

dan hasil penjualan itu mereka bawa

dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul;

lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang

sesuai dengan keperluannya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 118:2-4.16ab-18.22-24,R:1


Refren: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik.


*Biarlah Israel berkata,

"Kekal abadi kasih setia-Nya!"

Biarlah kaum Harun berkata,

"Kekal abadi kasih setia-Nya!"

Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata,

"Kekal abadi kasih setia-Nya!"


*Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan,

tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan.

Aku tidak akan mati, tetapi hidup,

dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!

Tuhan telah menghajar aku dengan keras,

tetapi Ia tidak menyerahkan daku kepada maut.


*Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan

telah menjadi batu penjuru.

Hal itu terjadi dari pihak Tuhan,

suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Inilah hari yang dijadikan Tuhan,

marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.


Bacaan Kedua

1Yoh 5:1-6


"Semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia."


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:


Saudara-saudaraku yang terkasih,

setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus,

lahir dari Allah;

dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan,

mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.

Inilah tandanya bahwa kita mengasihi anak-anak Allah,

yaitu apabila kita mengasihi Allah

serta melakukan perintah-perintah-Nya.

Sebab inilah kasih kepada Allah,

yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.

Dan perintah-perintah-Nya itu tidak berat,

sebab semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia.

Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia, yakni iman kita.

Tidak ada orang yang mengalahkan dunia,

selain dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah!


Dia inilah yang telah datang dengan air dan darah,

yaitu Yesus Kristus;

bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah.

Dan Rohlah yang memberi kesaksian,

karena Roh adalah kebenaran.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Yoh 20:29


Karena telah melihat Aku, Tomas, maka engkau percaya.

Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.


Bacaan Injil

Yoh 20:19-31


"Delapan hari kemudian Yesus datang."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Setelah Yesus wafat di salib,

pada malam pertama sesudah Sabat,

berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat

dengan pintu-pintu yang terkunci

karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.

Pada waktu itu datanglah Yesus,

berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,

"Damai sejahtera bagi kamu!"


Sesudah berkata demikian,

Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka.

Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Maka kata Yesus sekali lagi,

"Damai sejahtera bagi kamu!

Sama seperti Bapa mengutus Aku,

demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."

Dan sesudah berkata demikian,

Yesus mengembusi mereka dan berkata,

"Terimalah Roh Kudus.

Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni,

dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada,

dosanya tetap ada."


Pada waktu Yesus datang itu

Tomas, seorang dari kedua belas murid,

yang disebut Didimus,

tidak ada bersama-sama mereka.

Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya,

"Kami telah melihat Tuhan!"

Tetapi Tomas berkata kepada mereka,

"Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya,

dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu,

dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya,

sekali-kali aku tidak akan percaya."


Delapan hari kemudian

murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu,

dan Tomas bersama-sama dengan mereka.

Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang.

Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,

"Damai sejahtera bagi kamu!"

Kemudian Yesus berkata kepada Tomas,

"Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku,

ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku,

dan jangan engkau tidak percaya lagi,

melainkan percayalah!"

Tomas menjawab kepada-Nya, "Ya Tuhanku dan Allahku!"

Kata Yesus kepadanya,

"Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya.

Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."


Memang masih banyak tanda lain

yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya,

yang tidak tercatat dalam kitab ini.

Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat

supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah,

dan supaya oleh imanmu kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.


Demikianlah sabda Tuhan.

Mengapa para murid belum menerima dan percaya akan kebangkitan Tuhan Yesus yang Maria Magdalena mula-mula alami dan kemudian juga dialami oleh dua murid yang berjalan bersama Yesus yang telah bangkit di jalan ke Emaus dan makan bersama di Emaus?

  

Para murid membutuhkan pengalaman pribadi akan kebangkitan agar mereka memiliki dasar  rasa iman dan pengetahuan akan kebangkitan yang berakar dalam. Hal ini penting karena mewartakan dan memberikan kesaksian tentang Kebangkitan Tuhan membutuhkan pengalaman akan Allah yang telah bangkit secara mantap kokoh tidak tergoyahkan. Para murid tidak cepat terima dan percaya pengalaman pribadi Maria Magdalena dan dua murid lainnya akan kebangkitan Tuhan karena itu pengalaman pribadi itu bukan pengalaman murid lain yang belum mengalami kebangkitan Tuhan Yesus.


Yesus menampakan diri kepada 11 murid yang lain dengan pola penampilan Tuhan: berdialog dan makan bersama. 


Pengalaman akan kebangkitan oleh 11 murid dan Maria Magdalena inilah membuat mereka merasa yakin dan pasti mewartakan Kristus yang bangkit kepada dunia mulai dari Yerusalem kepada para pemuka Agama Yahudi yang memiliki pusat Identitas kebanggaannya adalah Bait Allah Yerusalem tempat sembah Yahweh yang telah  menjadi nyata di dalam diri Yesus yang derita di Salib, wafat, dimakamkan dan pada hari ketiga dibangkitkan dari alam maut. 


Bacaan Pertama menampilkan Yohanes dan Petrus mulai bersaksi tentang kebangkitan Yesus Kristus di hadapan para pemuka Agama Yahudi yang berperan aktif di dalam tata kelolah Bait Allah Yerusalem. 


Kalau mereka ini yaitu para pemuka Agama Yahudi ini  percaya kepada Kristus yang menderita, wafat di Salib, dimakamkan, dan kemudian dibangkitkan, maka betapa besar dan kokohnya iman, harap dan kasih di dalam Bait Allah Yerusalem untuk selama-lamanya. 


Kita menjadi missionaris pewarta Sabda Allah semestinya mula-mula memiliki pengalaman pribadi akan Allah yang mendalam seperti 11 Murid dan Maria Magdalena, karena pengalaman akan Allah yang telah bangkit inilah menjadi kekuatan seorang imam/bruder/suster/frater dan missionaris awam dalam mewartakan kebangkitan  Kristus kepada semua bangsa.**"


 







Liturgia Verbi (B-I)

Hari Sabtu Dalam Oktaf Paskah


Sabtu, 10 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 4:13-21


"Tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata

tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pada waktu itu

Pasul Petrus dan Yohanes dihadapkan

ke Mahkamah Agama Yahudi.

Ketika para pemimpin Yahudi dan tua-tua umat

serta ahli-ahli Taurat melihat keberanian mereka,

padahal keduanya adalah orang biasa yang tidak terpelajar,

heranlah mereka.

dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

Tetapi karena mereka melihat

orang yang disembuhkan para rasul itu

berdiri di samping kedua rasul itu,

mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.


Maka mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang.

Lalu berundinglah mereka, dan berkata,

"Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini?

Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem,

bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok

dan kita tidak dapat menyangkalnya.

Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar

di antara orang banyak,

baiklah kita mengancam dan melarang mereka,

supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun

dalam nama itu."


Setelah kedua Rasul itu disuruh masuk lagi,

mereka diperintahkan supaya

sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi

dalam nama Yesus.


Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka,

"Silakan kamu putuskan sendiri

manakah yang benar di hadapan Allah:

Taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

Sebab tidak mungkin bagi kami

untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat

dan yang telah kami dengar."

Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu,

tetapi akhirnya melepaskan mereka juga,

sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka

karena takut akan orang banyak

yang memuliakan nama Allah

berhubung dengan apa yang telah terjadi.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 118:1.14-15a.16a.18.19-21,R:21a


Refren: Aku bersyukur kepada-Mu,

sebab Engkau telah menjawab aku.


*Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik.

Kekal abadi kasih setia-Nya.

Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku;

Ia telah menjadi keselamatanku.

Suara sorak-sorai dan kemenangan

terdengar di kemah orang-orang benar


*Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan,

tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan.

Tuhan telah menghajar aku dengan keras,

tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.


*Bukakan aku pintu gerbang kebenaran,

aku hendak masuk ke dalamnya,

hendak mengucap syukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,

orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.

Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku

dan telah menjadi keselamatanku.


Bait Pengantar Injil

Mzm 118:24


Inilah hari yang dijadikan Tuhan,

marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.


Bacaan Injil

Mrk 16:9-15


"Pergilah ke seluruh dunia,

beritakanlah Injil kepada segala makhluk."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati,

pagi-pagi pada hari pertama minggu itu,

Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena.

Daripadanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.

Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya

kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus,

dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.

Tetapi ketika mereka mendengar bahwa Yesus hidup

dan telah dilihat olehnya,

mereka tidak percaya.

Sesudah itu Yesus menampakkan diri dalam rupa yang lain

kepada dua orang dari para murid,

ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.

Ketika mereka kembali

dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain,

kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.


Akhirnya Yesus menampakkan diri kepada kesebelas orang itu

ketika mereka sedang makan.

Yesus mencela ketidak-percayaan dan kedegilan hati mereka,

oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang

yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.


Lalu Yesus berkata kepada mereka,

"Pergilah ke seluruh dunia,

beritakanlah Injil kepada segala makhluk!"


Demikianlah sabda Tuhan. For

Mengapa Polanya hampir sama dari Yesus Yang Bangkit menampakan diri secara berulang-ulang kepada para murid, yaitu berdialog dengan para murid lalu Perjamuan makan bersama dengan para murid dan lalu kemudian Yesus menghilang?

 


Yesus Menampakan diri berulang-ulang kepada para murid dengan pola: berbicara atau berdialog, lalu sarapan bersama atau makan bersama, lalu Yesus pergi. Tujuannya jelas. Agar para murid memiliki keyakinan,  keteguhan, kepercayaan, kepastian, untuk memberikan kesaksian yang kokoh tentang Kristus dan kebangkitan-Nya kepada dunia mulai dari Yerusalem, mulai dari Bait Allah Yerusalem sebagai pusat Identitas Bangsa Yahudi, tempat YAHWEH disembah dan dimuliakan, dan yang telah terpenuhi di dalam diri Yesus Kristus yang telah bangkit dan terus menerus menampakan diri kepada para murid-Nya. 


Dari kisah Kebangkitan yang kita baca dan kita dengar di dalam Injil khususnya, terdapat tiga unsur penting yaitu harapan, sukacita dan pewartaan. 

Kebangkitan Kristus memberikan harapan bagi yang telah putus ada setelah penderitaan dan kematian. Kebangkitan Tuhan memberikan  sukacita bagi yang sedih dan berduka karena kematian di Salib. Kebangkitan Kristus memberikan keberanian kepada para murid pergi mewartakan Kristus kepada dunia mulai dari Yerusalem, pusat iman bangsa Yahudi kepada YAHWEH yang terpenuhi di dalam Kristus. 


Kebangkitan Yesus setelah wafat di Salib dan dimakamkan, menjadikan iman kita tidak sia-sia. Salib bagi sebagian orang adalah kebodohan. Salib juga bagi sebagian orang adalah kutukan. Tetapi Salib bagi orang yang percaya kepada kebangkitan Kristus adalah sebuah kebijaksanaan Allah yang menyelamatkan dunia.


Apakah kita juga bergulat seperti para murid yang bergulat setelah kematian Yesus di Salib ? Bagaimana Kebangkitan Tuhan, Paskah dapat memberikan harapan, sukacita dan pewartaan seperti yang dialami para murid di dalam bacaan-bacaan Suci pada Hari ini? *** 




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Jumat Dalam Oktaf Paskah


Jumat, 9 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 4:1-12


"Keselamatan hanya ada di dalam Yesus."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Sekali peristiwa,

sesudah menyembuhkan seorang lumpuh,

Petrus dan Yohanes berbicara kepada orang banyak.

Tiba-tiba mereka didatangi imam-imam

dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.

Mereka ini sangat marah,

karena Petrus dan Yohanes mengajar orang banyak

dan memberitakan bahwa dalam Yesus

ada kebangkitan dari antara orang mati.

Maka mereka ditangkap,

lalu diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya,

karena hari telah malam.

Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu

banyak yang menjadi percaya,

sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.


Pada keesokan harinya

pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan para ahli Taurat

mengadakan sidang di Yerusalem

dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander

dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.

Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu

dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini:

"Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah

kamu bertindak demikian itu?"


Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus,

"Hai pemimpin-pemimpin umat dan kaum tua-tua,

jika sekarang kami harus diperiksa

karena suatu kebajikan kepada seorang sakit,

dan harus menerangkan

dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,

maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel,

bahwa semua itu kami lakukan dalam nama Yesus Kristus,

orang Nazaret, yang telah kamu salibkan,

tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati;

Karena Yesus itulah

orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.

Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan,

yaitu kamu sendiri,

namun Ia telah menjadi batu penjuru.

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga

selain di dalam Dia,

sebab di bawah kolong langit ini

tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia

yang olehnya kita dapat diselamatkan."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 118:1-2.4.22-24.25-27a,R:22


Refren: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan

telah menjadi batu penjuru.


*Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!

Kekal abadi kasih setia-Nya.

Biarlah Israel berkata, 

"Kekal abadi kasih setia-Nya!"

Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata,

"Kekal abadi kasih setia-Nya!"


*Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan

telah menjadi batu penjuru.

Hal itu terjadi pada pihak Tuhan,

suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Inilah hari yang dijadikan Tuhan,

marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!


*Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan!

Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran!

Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan!

Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan.

Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.


Bait Pengantar Injil

Mzm 118:24


Inilah hari yang dijadikan Tuhan.

Marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.


Bacaan Injil

Yoh 21:1-14


"Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid;

demikian juga ikan."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Sesudah bangkit dari antara orang mati,

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya

di pantai danau Tiberias.

Ia menampakkan diri sebagai berikut:


Di pantai itu berkumpul Simon Petrus,

Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea,

anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.

Kata Simon Petrus kepada mereka, "Aku pergi menangkap ikan."

Kata mereka kepadanya, "Kami pergi juga dengan engkau."

Mereka berangkat lalu naik ke perahu,

tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.


Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai;

akan tetapi murid-murid itu tidak tahu,

bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepada mereka,

"Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?"

Jawab mereka, "Tidak ada."

Maka kata Yesus kepada mereka,

"Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu,

maka akan kamu peroleh."

Lalu mereka menebarkannya,

dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.


Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus,

"Itu Tuhan!"

Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan,

maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian,

lalu terjun ke dalam danau.

Murid-murid yang lain datang dengan perahu

karena mereka tidak jauh dari darat,

hanya kira-kira dua ratus hasta saja;

dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.


Ketika tiba di darat,

mereka melihat api arang, dan di atasnya ada ikan serta roti.

Kata Yesus kepada mereka,

"Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu angkat itu."

Simon Petrus naik ke perahu,

lalu menghela jala itu ke darat,

penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya;

dan sungguhpun sebanyak itu ikannya, jala tidak koyak.

Kata Yesus kepada mereka, "Marilah dan sarapanlah!"

Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani

bertanya kepada-Nya, "Siapakah Engkau?"

Sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan.

Yesus maju ke depan,

mengambil roti dan memberikannya kepada mereka;

demikian juga ikan itu.

Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri

kepada murid-murid-Nya

sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.


Demikianlah sabda Tuhan.

Mengapa Yesus menampakan diri secara berulang-ulang kepada para murid-Nya setelah disalibkan, wafat dan bangkit dari alam maut dan para murid semestinya memberi kesaksian tentang pengalaman kebangkitan Kristus mulai dari Yerusalem?

  

Mati di Salib adalah sebuah kutukan bagi sebagian orang.  Mati di Salib adalah sebuah kebodohan bagi sebagian yang lain. 


Tetapi bagi orang yang beriman dan percaya kepada Kristus yang wafat di Salib, dimakamkan, dan pada hari ketiga dibangkitkan, Salib adalah sebuah kebijaksanaan Allah yang menyembuhkan. 


Yesus menampakan berulang-ulang kepada para murid agar untuk mengasah otak mereka agar budi mereka terbuka mengerti Kitab Suci khususnya Kitab Musa,  Kitab para Nabi dan Kitab Mazmur tentang Hamba Yahweh yang menderita, disiksa, mati, dan dibangkitkan pada jari ketiga, terpenuhi secara tuntas di dalam diri Yesus Kristus yang menderita dan wafat di Salib, dan kemudian dibangkitkan dari alam maut pada hari ketiga. 

Bacaan pertama tampilkan mukjizat penyembuhan pada orang sakit terjadi oleh karena percaya kepada Kristus yang bangkit. Mukjizat ini terjadi di Bait Allah Yerusalem. Mengapa di Bait Allah Yerusalem? 

Kebanggaan Yahudi satu-satunya adalah Bait Allah Yerusalem. Kebanggaan tentang Tanah terjanji dan Kerajaan sudah terpecah belah karena sudah diobrak-abrik oleh Penjajah Romawi pada zaman itu. Itulah alasan Orang Yahudi marah pada saat Yesus membersihkan Bait Allah Yerusalem tempat Yahweh disembah, dan Yesus akan menghancurkannya dan dalam tiga hari akan didirikan-Nya kembali. 

Yesus yang bangkit adalah pemenuhan apa yang dikatakan-Nya tentang Bait Allah Yerusalem yang dihancurkan lewat derita dan wafat di Salib dan didirikan kembali dalam kebangkitan-Nya. Bait Allah Yerusalem adalah Tubuh Kristus Yang Bangkit-Hidup-Abadi-Selamanya. Yahweh Perjanjian Lama terpenuhi dalam diri Kristus Yang Telah Bangkit sebagai Bait Allah Yang Hidup. 


Maka tepat sekali bahwa kebanggaan Yahudi akan Bait Allah Yerusalem inilah para murid Yesus harus memberi kesaksian tentang Kebangkitan Tubuh Kristus sebagai Bait Allah Yerusalem yang hidup mulai dari Yerusalem pusat iman Agama Yahudi yang sedang berada di bawah penjajahan Romawi yang telah menguasi Tanah terjanji dan Kerajaan-Kerajaan Israel. Hanya Bait Allah yang tetap eksis sebagai sumber kebanggaan bangsa Yahudi.

Kebangkitan Yesus yang para murid wartakan mulai dari Yerusalem berorientasi mengubah cara berpikir lama bahwa Salib bukanlah sebuah kebodohan dan Salib bukankah sebuah kutukan melainkan Salib adalah sebuah kebijaksanaan Allah yang menyembuhkan seperti di dalam Bacaan pertama, orang sakit disembuhkan berkat percaya kepada Kristus yang wafat di Salib, dan bangkit. 

Orang Sakit yang sembuh itu pun bersama Petrus dan Yohanes memberi kesaksian tentang Kebangkitan Kristus di dalam Bait Allah Yerusalem, pusat iman dan identitas bangsa Israel.  Identitas Yahudi berpusat pada YAHWEH yang di sembah di Bait Allah harus diwartakan secara berkelanjutan di Yerusalem agar benar benar berakar di dalam identitasnya secara sempurna di dalam Kristus Yesus yang telah bangkit. 

Dengan demikian ada harapan iman dan kasih kepada Yesus Kristus sebagai penyempurna identitas Bangsa Yahudi dibangun di atas fondasi yang kokoh dalam bangunan fisik yaitu Bait Allah Yerusalem, dan terutama dalam budi, hati, rasa, dan tindakan orang beriman dan percaya pada Kristus yang bangkit, berharapan dalam Kristus, dan berbelas kasih kepada Tuhan dan Sesama. ***






















Liturgia Verbi (B-I)

Hari Kamis Dalam Oktaf Paskah


Kamis, 8 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 3:11-26


"Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh;

tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Petrus dan Yohanes menyembuhkan seseorang yang lumpuh.

Ketika orang lumpuh yang disembuhkan itu

tetap mengikuti Petrus dan Yohanes,

seluruh orang banyak yang sangat keheranan

datang mengerumuni mereka

di serambi yang disebut Serambi Salomo.

Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata,

"Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu?

Dan mengapa kamu menatap kami

seolah-olah kami membuat orang ini berjalan

karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?

Allah Abraham, Ishak dan Yakub,

Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya,

yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus,

walaupun Pilatus berpendapat bahwa Ia harus dilepaskan.

Kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar,

dan malah menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.

Demikianlah Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh!

Tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati;

dan tentang hal itu kami adalah saksi.


Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesuslah,

maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat

dan kamu kenal ini;

kepercayaan itulah yang telah memberi kesembuhan

kepada orang ini di depan kamu semua.


Hai saudara-saudara,

aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian

karena ketidaktahuan,

sama seperti semua pemimpin kamu.

Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi

apa yang telah difirmankan-Nya dahulu

dengan perantaraan nabi-nabi-Nya,

yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.

Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus,

yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.

Kristus itu harus tinggal di surga

sampai waktu pemulihan segala sesuatu,

seperti yang difirmankan Allah

dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.


Bukankah telah dikatakan Musa:

Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu

seorang nabi dari antara saudara-saudaramu,

sama seperti aku!

Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu

yang akan dikatakannya kepadamu.

Dan akan terjadi,

bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu,

akan dibasmi dari umat kita.

Dan semua nabi yang pernah berbicara,

mulai dari Samuel, dan sesudah dia,

telah bernubuat tentang zaman ini.


Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu

dan mendapat bagian dalam perjanjian

yang telah diadakan Allah nenek moyang kita,

ketika Ia berfirman kepada Abraham:

Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.

Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya

dan mengutus-Nya kepada kamu,

supaya Ia memberkati kamu

dengan memimpin kamu masing-masing

kembali dari segala kejahatanmu."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 8:2a.5.6-7.8-9,R:2ab


Refren: Ya Tuhan, Allah kami,

betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi!


*Ya Tuhan, Allah kami,

apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya?

Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?


*Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah,

Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak.

Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu;

segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.


*Domba, sapi dan ternak semuanya,

hewan di padang dan margasatwa;

burung di udara dan ikan di laut,

dan semua yang melintasi arus lautan.


Bait Pengantar Injil

Mzm 118:24


Inilah hari yang dijadikan Tuhan,

marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.


Bacaan Injil

Luk 24:35-48


"Mesias harus menderita

dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus,

ditemui oleh Yesus yang bangkit,

segera kembali ke Yerusalem.

Mereka menceriterakan kepada saudara-saudara

apa yang terjadi di tengah jalan,

dan bagaimana mereka mengenal Yesus

pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.


Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu,

Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,

"Damai sejahtera bagi kamu!"

Mereka terkejut dan takut,

karena menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Akan tetapi Ia berkata kepada mereka,

"Mengapa kamu terkejut,

dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu?

Lihatlah tangan dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini!

Rabalah Aku dan lihatlah,

karena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya,

seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."

Sambil berkata demikian

Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.


Dan ketika mereka belum juga percaya

karena girang dan masih heran,

berkatalah Yesus kepada mereka,

"Adakah padamu makanan di sini?"

Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.


Yesus berkata kepada mereka,

"Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu

ketika Aku masih bersama-sama kamu,

yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku

dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

Lalu Yesus membuka pikiran mereka,

sehingga mereka mengerti Kitab Suci.


Kata-Nya kepada mereka, "Ada tertulis demikian:

Mesias harus menderita

dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.

Dan lagi: dalam nama-Nya

berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa

harus disampaikan kepada segala bangsa,

mulai dari Yerusalem.

Kamu adalah saksi dari semuanya ini.


Demikianlah sabda Tuhan.

Mengapa Yesus menghilang setelah dua murid itu mengenal Yesus lewat berjalan bersama sambil dialog dalam SabdaNya dan Perjamuan Ekaristi-Nya di Rumah Emaus?

    

Orang yang Diam seribu bahasa sulit dikenal siapa dirinya. Tetapi orang yang giat berbicara dapat membuka pintu lebar untuk dikenal secara lebih Baik. Para murid berdialog tentang Yesus Historis yang telah wafat dan bangkit kembali. Tetapi kesaksian para perempuan tentang kebangkitan masih sulit dipercaya oleh para murid yang hidup di dalam budaya Yahudi yang hanya percaya pada kesaksian laki-laki bukan perempuan.


 Kali ini Yesus sendiri bersama para murid yang lahir dari rahim budaya Yahudi, berdialog bersama tentang kebangkitan Yesus menurut Kitab Suci dan berpuncak dalam Ekaristi. Hal inilah menunjukan bahwa Yesus sungguh bangkit. 

Kebangkitan inilah yang disaksikan oleh dua murid itu mulai dari berjalan bersama Yesus sambil berdialog tentang Yesus Kristus seperti yang diwartakan dalam Kitab Suci baik dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru. Puncak dialog itu ketika Perjamuan Ekaristi yang dipimpin oleh Yesus sendiri di rumah dua murid itu di Emaus. Ketika Yesus mengambil roti dan memecahkan roti dan membagikan kepada mereka  maka mata hati iman  mereka mereka langsung terbuka jelas terang benderang mengenal Yesus Historis dan Kristus yang telah bangkit. Kristus Sungguh bangkit. Alleluya.

Lalu Yesus menghilang. Mengapa Yesus menghilang? Karena sudah komplit. Mereka sudah kompkit mengenal Yesus karena mereka bicara tentang dan dalam Yesus menurut Kitab Suci dan dalam Ekaristi Kudus. Iman kita akan Kehadiran Yesus terdapat di dalam Kitab Suci dan Ekaristi. Rajin membaca Kitab Suci dan Rajin Mengikuti Ekaristi adalah jalan paling tepat  asah pisau iman supaya selalu lebih tajam.***





Liturgia Verbi (B-I)

Hari Rabu Dalam Oktaf Paskah


Rabu, 7 April 2021


PW S. Yohanes Pembaptis de la Salle, Imam


Bacaan Pertama

Kis 3:1-10


"Apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu:

Demi nama Yesus Kristus, berjalanlah!"


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang,

yaitu pukul tiga petang,

naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.

Di situ ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya

sehingga ia harus diusung.

Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah,

yang bernama Gerbang Indah,

untuk meminta sedekah kepada orang

yang masuk ke dalam Bait Allah.

Ketika orang itu melihat,

bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah,

ia meminta sedekah.

Mereka menatap dia dan Petrus berkata,

"Lihatlah kepada kami."

Lalu orang itu menatap mereka

dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.


Tetapi Petrus berkata, "Emas dan perak tidak ada padaku!

Tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu:

Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Lalu Petrus memegang tangan kanan orang itu

dan membantu dia berdiri.

Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari

dan mengikuti Petrus dan Yohanes ke dalam Bait Allah;

ia berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

Ketika seluruh rakyat melihat dia berjalan sambil memuji Allah,

mereka mengenal dia sebagai orang

yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah.

Maka mereka takjub dan tercengang

tentang apa yang telah terjadi padanya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9,R:3b


Refren: Biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.


*Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya,

maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa.

Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya;

percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!


*Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus,

biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.

Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya,

carilah selalu wajah-Nya!


*Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya,

hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya!

Dialah Tuhan, Allah kita,

ketetapannya berlaku di seluruh bumi.


*Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya,

akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,

akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham,

dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.


Bait Pengantar Injil

Mzm 118:24


Inilah hari yang dijadikan Tuhan,

marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.


Bacaan Injil

Luk 24:13-35


"Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan,

dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung

bernama Emaus,

yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,

dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu

yang telah terjadi.

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran,

datanglah Yesus sendiri mendekati mereka,

lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.

Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka,

sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.

Yesus berkata kepada mereka,

"Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?"

Maka berhentilah mereka dengan muka muram.

Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya,

"Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem,

yang tidak tahu apa yang terjadi di situ

pada hari-hari belakangan ini?"

Kata-Nya kepada mereka, "Apakah itu?"

Jawab mereka, "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret!

Dia adalah seorang nabi,

yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan

di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.

Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami

telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati

dan mereka telah menyalibkan-Nya.

Padahal kami dahulu mengharapkan,

bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.

Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari,

sejak semuanya itu terjadi.

Dan beberapa perempuan dari kalangan kami

telah mengejutkan kami:

Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,

dan tidak menemukan mayat-Nya.

Lalu mereka datang dengan berita,

bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat,

yang mengatakan bahwa Yesus hidup.

Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati,

bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu,

tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat."


Lalu Ia berkata kepada mereka,

"Hai kamu orang bodoh,

betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya

akan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi!

Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu

untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"

Lalu Ia menjelaskan kepada mereka

apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci,

mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju.

Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.

Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat,

"Tinggallah bersama-sama dengan kami,

sebab hari telah menjelang malam

dan matahari hampir terbenam."

Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.

Waktu duduk makan dengan mereka,

Ia mengambil roti, mengucap berkat,

lalu memecah-mecahkannya dan

memberikannya kepada mereka.

Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia,

tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka.

Kata mereka seorang kepada yang lain,

"Bukankah hati kita berkobar-kobar,

ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan

dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"


Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem.

Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu.

Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.

Kata mereka kepada kedua murid itu,

"Sungguh, Tuhan telah bangkit,

dan telah menampakkan diri kepada Simon."

Lalu kedua orang itu pun menceriterakan

apa yang terjadi di tengah jalan,

dan bagaimana mereka mengenal Yesus

pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.


Demikianlah sabda Tuhan.