Mengapa iman tidak dapat mematikan setan hanya mengusir Setan?

  


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Dalam budaya tertentu ada ritus memindahkan setan ke tempatnya dari orang sakit. Ketika penulis menonton ritus memindahkan setan, ada berbagai pertanyaan muncul di dalam benak. Mengapa setan tidak dibunuh atau dibinasakan? Mengapa tidak ada ritus mematikan setan? Dimana tempat tinggal setan dalam ritus memindahkan setan sehingga setan ke tempat asalnya? 


Hari ini Tuhan Yesus usir setan bukan sekedar memindahkan setan ke tempat asalnya. Iman yang mampu mengusir Setan. Iman kepada Tuhan Yesus dapat memindahkan & mengusir Setan ke tempat asalnya. Iman kokoh kepada Yesus melemahkan kekuatan setan. Setan itu dimana dan diusir kemana?  

Freud katakan setan yang merusak dan Allah yang menciptakan itu ada bukan di luar tetapi di dalam diri psike, jiwa setiap pribadi yang mana keduanya seperti dua sisi mata uang perak yang sulit dipisahkan. Setan signalnya dimatikan bukan dionkan. Sedang signal iman kepada Yesus dionkan sehingga akses Allah bekerja akses setan tidak bekerja di dalam diri. Semua yang baik terekspresikan  ke publik adalah lahir dari signal jiwa baik beriman kepada Yesus. Setan sedang tidur nyenyak dalam jiwa yang mana signalnya lagi off. 

Sebaliknya Semua kejahatan pribadi dan sosial adalah ekspresi jiwa merusak dari pribadi insan yang mana hasil dari jiwa merusak yang signalnya sedang aktif. *****



"Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVIII


Sabtu, 7 Agustus 2021


PF S. Kayetanus, Imam

PF S. Sistus II, Paus, dkk. Martir


Hari Sabtu Imam.

Marilah berdoa bagi para imam, agar Bapa Di Surga memberkati segala pelayanan mereka, serta dikuatkan dalam menghadapi godaan, cobaan dan marabahaya.


Bacaan Pertama

Ul 6:4-13


"Kasihilah Allahmu dengan segenap hati!"


Pembacaan dari Kitab Ulangan:


Musa berkata kepada umat Israel,

"Dengarkanlah, hai orang Israel:

Tuhanlah Allah kita. Tuhan itu esa!

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati,

dengan segenap jiwa dan segenap kekuatanmu!

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini

haruslah engkau perhatikan.

Semuanya itu harus kauajarkan berulang kali kepada anak-anakmu,

dan kaubicarakan apabila engkau duduk di rumah,

apabila engkau sedang dalam perjalanan,

apabila engkau berbaring dan bangun;

haruslah kauikatkan sebagai tanda pada tanganmu

dan kaupasang sebagai lambang pada dahimu.

Engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu

dan pada pintu gerbangmu.


Maka apabila Tuhan, Allahmu,

telah membawa engkau masuk ke negeri

yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu,

yakni Abraham, Ishak dan Yakub,

untuk memberikannya kepadamu,

yaitu kota-kota yang besar dan baik yang tidak kaudirikan;

rumah-rumah yang sudah penuh pelbagai barang berharga;

sumur-sumur yang tidak kaugali;

kebun-kebun anggur dan zaitun yang tidak kautanami;

dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,

berhati-hatilah, jangan sampai engkau melupakan Tuhan,

yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir,

dari rumah perbudakan.

Engkau harus takwa kepada Tuhan Allahmu.

Kepada Dia engkau harus beribadah

dan demi nama-Nyalah engkau harus bersumpah."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 18:2-4.47.51ab,R:2


Refren: Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku.


*"Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku!

Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahanan dan penyelamatku.

Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung,

perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku.

Terpujilah Tuhan, seruku;

maka aku pun selamat dari pada musuhku.


*Tuhan hidup! Terpujilah Gunung Batuku,

dan mulialah Allah Penyelamatku,

Tuhan mengaruniakan keselamatan yang besar

kepada raja yang diangkat-Nya.

Ia menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya.


Bait Pengantar Injil

2Tim 1:10b


Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut

dan menerangi hidup dengan Injil.


Bacaan Injil

Mat 17:14-20


"Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa

datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya,

"Tuhan, kasihanilah anakku.

Ia sakit ayan dan sangat menderita.

Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.

Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu,

tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."


Maka kata Yesus,

"Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan yang sesat,

berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian?

Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian?

Bawalah anak itu ke mari!"

Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu

lalu keluarlah ia dari padanya,

dan anak itu pun sembuh seketika itu juga.


Kemudian ketika mereka sendirian,

para murid menghampiri Yesus dan bertanya,

"Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"

Yesus menjawab, "Karena kalian kurang percaya.

Sebab Aku berkata kepadamu:

Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesar biji sesawi saja

kamu dapat berkata kepada gunung ini,

'Pindahlah dari sini ke sana,'

maka gunung ini akan pindah,

dan tiada yang mustahil bagimu."


Demikianlah sabda Tuhan.