IMAN PRIBADI DAN KOMUNITAS YANG MENYELAMATKAN



"Abraham tidak segan-segan menyerahkan anaknya yang tunggal kepada Tuhan,

maka Tuhan akan memberkati Abraham berlimpah-limpah dan membuat keturunannya sangat banyak, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut."

*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Salah satu hasil penelitian yang menarik tentang Mahasiswa Barat  dan Mahasiswa Asia mengatakan bahwa orang Asia lebih mengutamakan kebersamaan sedangkan orang Eropa lebih mengutamakan kesendirian. Hal ini juga tampak dalam hal beragama dan beriman sebagai urusan personal bukan komunal bagi orang Barat sedangkan Bagi Orang Asia atau Timur beragama dan beriman itu adalah urusan komunal bukan personal. 


Bacaan pertama menekankan iman pribadi Abraham yang tidak segan-segan mempersembahkan Anaknya yang tunggal kepada Allah,  berkat berlimpah turun atas seluruh keturunannya yang berkembang seperti bintang di langit dan pasir di Laut atau di pantai. Iman personal Abraham memiliki aspek sosial bagi seluruh keturunannya. Bacaan Injil sebaliknya Iman komunal berdampak yang luarbiasa bagi setiap pribadi. Orang lumpuh disembuhkan berakat Iman komunitas orang - orang menyertai orang yang sakit lumpuh. 

Iman personal dan komunitas itu bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisah-pisahkan.  Keutuhan panggilan kita sebagai imam dan Bruder terletak pada iman komunitas yang dirayakan dalam Ekaristi bersama setiap hari dan doa-doa komunitas dan dilengkapi doa-doa pribadi dalam mengasah kesalehan personal dan sosial. Ada penelitian tentang imam dan Bruder yang keluar dari Biara karena salah satu alasan kuat adalah menempati Ekaristi komunitas dan doa komunitas sebagai sekunder sedangkan kehidupan profesionalis sebagai yang primer. Semoga kita sebagai imam dan Bruder tetap kokoh membangun kekuatan panggilan kita dalam Ekaristi Komunitas dan Doa-doa komunitas dan doa - doa pribadi.***



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XIII


Kamis, 1 Juli 2021


Ujud Evangelisasi - Persahabatan Sosial.

Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan.


Ujud gereja Indonesia - Para pendidik.

Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi.


Bacaan Pertama

Kej 22:1-19


"Kurban Abraham leluhur kita."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Setelah Abraham mendapat anak, Ishak,

maka Allah mencobai Abraham.

Ia bersabda kepada Abraham, "Abraham."

Abraham menyahut, "Ya, Tuhan."

Sabda Tuhan, "Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yaitu Ishak,

pergilah ke tanah Moria,

dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran

pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Abraham.

ia memasang pelana keledainya

dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya.

Ia membelah juga kayu untuk kurban bakaran itu.

Lalu berangkatlah ia

dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

Pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangannya

dan melihat tempat itu dari jauh.

Kata Abraham kepada kedua bujangnya,

"Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini.

Aku beserta anakku akan pergi ke sana.

Kami akan sembahyang.

Sesudah itu kami kembali kepadamu."

Lalu Abraham mengambil kayu untuk kurban bakaran itu

dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya.

Sedangkan ia sendiri membawa api dan pisau di tangannya.

Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya, "Bapa!"

Sahut Abraham, "Ya, anakku."

Bertanyalah Ishak, "Di sini sudah ada api dan kayu,

tetapi di manakah anak domba untuk kurban bakaran itu?"

Sahut Abraham, "Allah yang akan menyediakan anak domba

untuk kurban bakaran bagi-Nya, anakku."


Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama,

dan sampailah mereka ke tempat

yang dikatakan Allah kepada Abraham.

Abraham lalu mendirikan mezbah di situ dan menyusun kayu.

Kemudian Ishak, anaknya, diikat

dan diletakkannya di atas mezbah di atas kayu api itu.

Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya,

mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit,

"Abraham, Abraham!"

Sahut Abraham, "Ya, Tuhan."

Lalu Tuhan bersabda, "Jangan kaubunuh anak itu,

dan jangan kauapa-apakan dia,

sebab kini Aku tahu, bahwa engkau takut akan Allah,

dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

Abraham lalu menoleh

dan melihat seekor domba jantan di belakangnya,

yang tanduknya tersangkut dalam belukar.

Diambilnya domba itu dan dipersembahkannya

sebagai kurban bakaran pengganti anaknya.

Dan Abraham menamai tempat itu 'Tuhan menyediakan'.

Sebab itu sampai sekarang dikatakan orang,

'Di atas gunung Tuhan menyediakan.'


Untuk kedua kalinya

berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, kata-Nya,

"Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri -- demikianlah firman Tuhan --

Karena engkau telah berbuat demikian,

dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah

dan membuat keturunanmu sangat banyak,

seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.

Dan keturunanmu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Melalui keturunanmulah segala bangsa di bumi

akan mendapat berkat,

sebab engkau mentaati sabda-Ku."


Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya,

dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba.

Dan Abraham tinggal di Bersyeba.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 116:1-2.3-4.5-6.8-9,R:9


Refren: Aku boleh berjalan di hadapan Tuhan,

di negeri orang-orang hidup.


*Aku mengasihi Tuhan,

sebab Ia mendengarkan suara dan permohonanku.

Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku,

maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.


*Tali-tali maut telah meliliti aku,

dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku;

aku mengalami kesesakan dan kedukaan.

Tetapi aku menyerukan nama Tuhan,

"Ya Tuhan, luputkanlah kiranya aku!"


*Tuhan adalah pengasih dan adil,

Allah kita maha penyayang.

Tuhan memelihara orang-orang sederhana;

aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya!


*Tuhan, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut;

Engkau telah meluputkan mataku dari air mata,

dan kakiku dari tersandung.

Aku boleh berjalan di hadapan Tuhan,

di negeri orang-orang hidup.


Bait Pengantar Injil

2Kor 5:19


Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus

dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.


Bacaan Injil

Mat 9:1-8


"Mereka memuliakan Allah

karena Ia telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang.

Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.

Maka dibawalah kepadanya seorang lumpuh

yang terbaring di tempat tidurnya.

Ketika Yesus melihat iman mereka,

berkatalah Ia kepada orang lumpuh,

"Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni."


Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya,

"Ia menghujat Allah!"

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata,

"Mengapa kalian memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?

Manakah lebih mudah,

mengatakan, 'Dosamu sudah diampuni'

atau mengatakan, 'Bangunlah dan berjalanlah?'

Tetapi supaya kalian tahu,

bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"

lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh,

"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu,

dan pulanglah ke rumahmu!"

Dan orang itu pun bangun, lalu pulang.


Maka orang banyak yang melihat hal itu takut,

lalu memuliakan Allah,

karena Ia telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.


Demikianlah sabda Tuhan

"Hidup Manusia lebih tinggi daripada harta lainnya"



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Salah satu persoalan keluarga-keluarga kaya adalah perebutan harta kekayaan oleh anak-anaknya setelah orang tuanya tiada atau bahkan selama orang tuannya masih hidup berusia senja. Persoalan ini ada sejak pada zaman dahulu kala di kalangan keturunan keluarga - keluarga kaya. Persoalan semakin rumit bila seorang ayah memiliki isteri sah dan selir dan masing-masing mempunyai anak-anaknya sendiri. Terjadi konflik hebat dalam Hal merebut harta warisan antara Anak dari isteri sah dengan Anak dari selir. Mereka yang merebut harta warisan lebih mementingkan harta daripada hidup dan kemanusiaan. Sering terjadi meniadakan kemanusiaan dengan saling membenci dan melakukan kekerasan secara verbal dan non verbal. 


Bacaan pertama  hari ini menegaskan demi harta warisan Sarah dan Abraham mengusir Hagar dan Ismael agar kelak tidak merebut harta warisan Abraham. Anak Ismael dari darah daging Abraham diusir dari rumah Sarah dan Abraham hanya demi harta warisan tidak direbut oleh Ismael Anak sah Abraham. Abraham dan Sarah sangat tidak manusiawi dan berperikemanusiaan pada Hagar dan Ismael. 

Bacaan Injil menampilkan Kemanusiaan lebih penting dari pada Harta kekayaan duniawi. Dua orang kerasukan setan disembuhkan dengan cara memindahkan setan dari orang sakit itu ke dalam babi-babi yang sedang dijaga dan babi-babi itu terjun ke dalam jurang lalu mati. Para pemilik dan penjaga kawanan babi itu tidak marah pada Yesus. Tetapi mewartakan berita Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan setan Itu kepada orang banyak. 

Dalam kehidupan kita ada pilhan - pilihan yang harus kita buat terutama pada saat situasi sulit. Sebagai seorang imam dan Bruder kita memilih yang berperikemanusiaan  dan tidak jatuh pada pilihan yang berdasarkan pertimbangan emosional sesaat. Kita utamakan hidup manusia bukan materi dalam setiap pilihan keputusan kita baik untuk diri sendiri maupun untuk sesama kita dalam hidup bersama. ***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XIII


Rabu, 30 Juni 2021


PF Para Martir Pertama Umat di Roma


Bacaan Pertama

Kej 21:5.8-20


"Ismael tak mungkin menjadi ahli waris bersama dengan anakku Ishak."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Abraham berumur seratus tahun,

ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.

Ketika Ishak bertambah besar, pada hari ia disapih,

Abraham mengadakan perjamuan besar.

Pada waktu itu Sara melihat,

bahwa Ismael,

anak yang dilahirkan Hagar, wanita Mesir itu, bagi Abraham

sedang main dengan Ishak, anaknya kandungnya.

Berkatalah Sara kepada Abraham,

"Usirlah hamba wanita itu beserta anaknya,

sebab anaknya itu tidak akan menjadi ahli waris

bersama-sama dengan anakku Ishak."

Hal ini sangat menyebalkan hati Abraham oleh karena anaknya itu.

Tetapi Allah bersabda kepada Abraham,

"Janganlah sebal hatimu karena anak dan budakmu itu.

Segala yang dikatakan Sara itu haruslah engkau dengarkan,

sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

Tetapi keturunan dari hambamu itu pun

akan Kujadikan suatu bangsa,

karena ia pun anakmu."


Keesokan harinya

pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air

dan memberikannya kepada Hagar.

Ia meletakkan semua itu beserta anaknya di atas bahu Hagar,

dan menyuruhnya pergi.

Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

Ketika air di kirbat itu habis,

dibuangnyalah anaknya ke bawah semak-semak,

dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, katanya,

"Aku tidak tahan melihat anakku mati."

Sedang ia duduk di situ,

menangislah anaknya dengan suara nyaring.


Allah mendengar suara anak itu,

lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, katanya,

"Apakah yang engkau susahkan, Hagar?

Janganlah takut,

sebab Allah telah mendengar suara anakmu

dari tempat ia terbaring.

Bangunlah, angkatlah anakmu itu, dan bimbinglah dia,

sebab Aku akan menjadikan dia  bangsa yang besar."


Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur.

ia pergi mengisi kirbatnya dengan air,

dan anaknya ia beri minum.

Allah menyertai Ismael, sehingga ia bertambah besar.

Ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 34:7-8.10-11.12-13,R:7a


Refren: Orang  tertindas itu berseru,

dan Tuhan mendengarkannya.


*Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya;

Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,

lalu meluputkan mereka.


*Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus,

sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan.

Singa-singa muda merana kelaparan,

tetapi orang-orang yang mencari Tuhan,

tidak kekurangan suatu pun.


*Marilah anak-anak, dengarkanlah aku,

takut akan Tuhan akan Kuajarkan kepadamu!

Siapakah yang menyukai hidup?

Siapa yang mengingini umur panjang

untuk menikmati yang baik?


Bait Pengantar Injil

Yak 1:18


Atas kehendak-Nya sendiri

Allah telah menciptakan kita dengan kebenaran,

agar kita menjadi yang pertama dari ciptaan-Nya.


Bacaan Injil

Mat 8:28-34


"Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari Yesus menyeberang danau Genesaret

dan tiba di daerah orang Gadara.

Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan,

menemui Dia.

Mereka itu sangat berbahaya,

sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.

Dan mereka itu pun berteriak, katanya,

"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah?

Adakah Engkau ke mari

untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"


Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi

sedang mencari makan.

Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya,

"Jika Engkau mengusir kami,

suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."

Yesus berkata kepada mereka, "Pergilah!"

Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu.

Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang

ke dalam danau,

dan mati di dalam air.

Para penjaga babi lari,

dan setibanya di kota, mereka menceritakan segala sesuatu,

juga tentang dua orang yang kerasukan itu.

Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus

dan setelah mereka berjumpa dengan Dia,

mereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.


Demikianlah sabda Tuhan.

Hari Raya St. Petrus dan Paulus, Rasul Selasa, 29 Juni 2021

 

Petrus Orang Kantor sedangkan Paulus Orang Lapangan. Keduanya memang beda tetapi saling melengkapi


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Seringkali kekurangan orang lain dijadikan bahan olokan dengan demikian orang lupa kelebihan orang lain. Ketika orang yang diolok itu sehat sedangkan yang mengolok itu jatuh sakit tak berdaya, justru yang diolok itulah yang menjadi penolong utama baginya. Di sini kita lihat bahwa di balik kekurangan orang lain pasti ada kelebihannya yang Tuhan beri kepadanya. Demikian juga dengan kelemahan dan kekurangan kita, pasti di baliknya ada satu kelebihan yang Tuhan beri kepada kita.  Nah artinya bahwa tidak ada manusia yang paling sempurna di sekitar kita karena itu kelebihanku, kelebihanmu, kelebihan kita saling mengisi kekuranganku, kekuranganku, kekurangan kita agar aku, Anda, kita semakin menuju kesempurnaan.  

Tema saling mengisi kekurangan untuk menuju sempurna dalam karya pelayanan adalah inti dari Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus Rasul Agung yang dirayakan pada hari ini. 

Ada sejumlah Hari Raya Orang Kudus yang jatuh pada hari kelahiran ya misalnya Hari Raya Kelahiran Santa Perawan Maria dan Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis. Tetapi Hari Raya Santo Petrus dan Paulus pada hari ini jatuh pada hari kematian mereka. Karena itu fokus renungan ini berawal dari kematian atau makam mereka yang menjadi tempat terbesar Basilika Santo Petrus di pusat vatikan, di dalam tembok Vatikan sedangkan makam Santo Paulus yang menjadi tempat berdirinya Basilika Santo Paulus di luar tembok Vatikan. 

Posisi bangunan makam dalam Basilika terbesar Santo Petrus di dalam tembok Vatikan dan Posisi makam dalam Basilika Santo Paulus di luar tembok Vatikan ini sungguh menampilkan karakter kedua tokoh panutan iman ini. Santo Petrus Paus Pertama Gereja Katolik fokus melayani di pusat, di balik meja, di kantor pusat Gereja Katolik Dunia di Kota Vatikan. Sedangkan Santo Paulus misionaris Agung melayani di lapangan, melayani bangsa-bangsa dam melayani orang pinggiran. Mereka melayani di tempat yang berbeda tetapi meninggal sama-sama di Roma dan dimakamkan di dalam Vatikan dan di luar tembok Vatikan. Misi sintesis gaya Paulus di lapangan dengan gaya Petrus di dalam Struktur Gereja Katolik inilah mengokohkan kehidupan Gereja Katolik sejagat dari Gereja perdana sampai dewasa ini.  Banyak kalangan di luar Struktur Gereja Katolik mengangguk-angguk Kepala sambil berkata salut atas keunggulan sintesis gaya Misa ad intra dan misi ad extra yang ada dalam diri Santo Paulus dan Petrus Rasul sejak Gereja Perdana sampai Gereja Katolik dewasa ini. Struktur Gereja Katolik adalah Satu kekuatan kehidupan organisasi terkuat di Dunia selain Struktur sebuah Universitas di bidang pendidikan. Menariknya bahwa satu Struktur Gereja Katolik yang terpusat di Vatikan menjadi pemimpin tertinggi spiritual Gereja Katolik sedunia. Semua perayan ritus liturgis Gereja Katolik sejagat sama. Inilah kehebatan Gereja Katolik Satu Kudus Apostolik. 

Sistem Gereja Katolik dengan sistem satu pintu struktur organisasi dan Sama alur pelayanan ritus Agama Katolik ini dengan beberapa pastoral kontekstual dari Gereja Katolik ini dapat terkontrol menuju tujuan yang sama yaitu keselamatan dalam nama Yesus Kristus. Tata kelola Gereja Katolik secara ke dalam dan keluar yang baik dapat menyelamatkan dunia. Model tata kelola hidup bersama Gereja Katolik menjadi contoh bagi tata kelola organisasi terkecil keluarga sebagai Gereja Domestik Gereja terkecil  awal sumber keselamatan Dunia.** 


Liturgia Verbi (B-I)

HR S. Petrus dan Paulus, Rasul


Selasa, 29 Juni 2021


Bacaan Pertama

Kis 12:1-11


"Sekarang benar-benar tahulah aku

bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya

dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Waktu terjadi penganiayaan terhadap jemaat,

Raja Herodes mulai bertindak dengan keras

terhadap beberapa orang dari jemaat.

Ia menyuruh membunuh Yakobus,

saudara Yohanes, dengan pedang.

Ketika ia melihat

bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi,

ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus.

Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.

Setelah Petrus ditangkap,

Herodes menyuruh memenjarakannya

di bawah penjagaan empat regu,

masing-masing terdiri dari empat prajurit.

Maksudnya ialah,

supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.

Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara.

Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.


Pada malam

sebelum Herodes menghadapkannya kepada orang banyak,

Petrus tidur di antara dua orang prajurit,

terbelenggu dengan dua rantai.

Selain itu

prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.

Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus,

dan cahaya bersinar dalam ruang itu.

Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya.

Kata malaikat itu kepadanya, "Bangunlah segera!"

Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.

Lalu kata malaikat itu kepadanya,

"Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!"

Petrus pun berbuat demikian.

Lalu malaikat itu berkata kepadanya,

"Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"

Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar,

dan ia tidak tahu

bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi;

sangkanya ia melihat suatu penglihatan.

Setelah mereka melalui tempat kawal pertama

dan tempat kawal kedua,

sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota.

Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka.

Sesudah tiba di luar,

mereka berjalan sampai ke ujung jalan,

dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.

Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata,

"Sekarang benar-benar tahulah aku

bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya

dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes

dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9,R:5b


Refren: Tuhan melepaskan daku dari segala kegentaranku.


*Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu;

puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

Karena Tuhan jiwaku bermegah;

biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya

dan bersukacita.


*Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan daku,

marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya.

Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku,

dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.


*Tujukkanlah pandanganmu kepada-Nya,

maka mukamu akan berseri-seri,

dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan;

Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.


*Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,

lalu meluputkan mereka.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!

Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!


Bacaan Kedua

2Tim 4:6-8.17-18


"Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran."


Pembacaan dari Surat Kedua Raul Paulus

kepada Timotius:


Saudaraku terkasih,

darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan,

dan saat kematianku sudah dekat.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik,

aku telah mencapai garis akhir,

dan aku telah memelihara iman.

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran

yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil,

pada hari-Nya;

bukan hanya kepadaku,

tetapi juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.


Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku,

supaya dengan perantaraanku

Injil diberitakan dengan sepenuhnya

dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya.

Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.

Tuhan akan melepaskan daku dari setiap usaha yang jahat.

Dia akan menyelamatkan aku,

sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di surga.

Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Mat 16:18


Engkau adalah Petrus,

di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku,

dan alam maut tidak akan menguasainya.


Bacaan Injil

Mat 16:13-19


"Engkau adalah Petrus,

dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa

Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi.

Ia bertanya kepada murid-murid-Nya,

"Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"

Jawab mereka, "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis,

ada juga yang mengatakan: Elia,

dan ada pula yang mengatakan: Yeremia

atau salah seorang dari para nabi."


Lalu Yesus bertanya kepada mereka,

"Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"

Maka jawab Simon Petrus,

"Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

Kata Yesus kepadanya,

"Berbahagialah engkau Simon bin Yunus,

sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu,

melainkan Bapa-Ku yang di surga.

Dan Aku pun berkata kepadamu:

Engkau adalah Petrus,

dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku,

dan alam maut tidak akan menguasainya.

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga.

Apa yang kauikat di dunia ini

akan terikat di surga,

dan apa yang kaulepaskan di dunia ini

akan terlepas di sorga."


Demikianlah sabda Tuhan.

Mungkinkah: Ikut Yesus tanpa terikat dengan keluarga/orang, tempat dan barang?

 

*P. Benediktus Bere Mali, SVD*

Pandemi covid-19 dengan farian delta  akhir-akhir ini membuat para pengikut Yesus khususnya imam merasa waspada dalam melayani umat berdasarkan kebutuhan bukan berdasarkan keinginan demi keselamatan Gembala maupun domba. Setiap kali melayani selalu mempertimbangkan secara matang orang yang dilayani, tempat dan barang yang digunakan. Pelayan dihalangi oleh orang, barang dan tempat.  Selalu ada kecurigaan terhadap barang, orang dan tempat dalam melayani, jangan - jangan ada virus korona di sana. Ketulusan dalam melayani sangat ditentukan oleh suasana  lingkungan pandemi covid 19. 


Teori lingkungan eskternal menentukan perilaku manusia termasuk kegiatan pelayan para Romo, Biarawan dan biarawati. Beberapa waktu lalu beberapa Biara yang pada masa normal tanpa covid 19 hidup serba berkecukupan tetapi pandemi covid 19 yang hampir 2 Tahun ini, Biara-Biara yang hidupnya dari Umat mulai merasakan kekurangan. Kegiatan webinar dan sejenisnya oleh imam dan Biara - Biara yang dilakukan secara daring belum menjadi basis utama untuk menutupi kekurangan Biara di masa pandemi covid 19 ini. Artinya bahwa secara realistis bahwa kegiatan spiritual dan panggilan Tuhan pun tetap membutuhkan orang, tempat, dan materi/uang untuk menyebarkan khabar Gembira Injil Allah. 


Injil hari ini menegaskan bahwa orang yang ikut Yesus tidak terhalang oleh barang, tempat dan orang yang dilayani.  Pengikut Yesus semestinya tulus dalam melayani demi tersebarnya Injil di dalam hati semua orang. Orang fokus pada Injil, khabar Baik Tuhan maka Tuhan akan memberkatinya dengan caraNya yang indah. Tuhan tetap menyelamatkan Dunia selama Masih ada orang baik di atas Dunia ciptaannya, sebagaimana ditegaskan di dalam bacaan Pertama hari ini. Santo Ireneus yang kita peringati hari ini, mengalami banyak bidaa pada zamannya tetapi Santo Ireneus tetap fokus pada Hal baik yang dari Tuhan Yesus,bahkan ia mati demi kebaikan dari Tuhan Yesus sendiri. 


Pertanyaan bagi kita, Apakah dalam pandemi covid 19 dengan farian baru yang terus muncul ini akan terjadi kebinasaan Dunia? Berdasarkan Bacaan Pertama hari ini, kasih Tuhan lebih besar dari pandemi covid 19, Tuhan akan membuat semuanya indah pada waktunya. Pandemi covid 19 seperti virus cacar dan virus flu dahulu yang akhirnya ada obatnya yang ditemukan. Para ilmuawan terus berjuang dan meneliti untuk menghadapi pandemi covid 19. Selama Masih ada tangan manusia dan otak manusia dapat bekerja menyelamatkan manusia, Tuhan tidak akan membuat mukjizat menghilangkan covid 19 yang telah mewarnai sejarah penyakit Dunia ini.  Kita berdoa bagi para ilmuwan yang sedang terus bekerja untuk menemukan obat yang tepat menghadapi virus korona 19, semoga Tuhan hadir di sana untuk menyelamatkan umat-Nya dari serangan pandemi covid-19 yang mematikan. ***



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XIII


Senin, 28 Juni 2021


PW S. Ireneus, Uskup dan Martir


Bacaan Pertama

Kej 18:16-33


"Apakah Engkau akan membinasakan orang saleh

bersama dengan orang jahat?"


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Setelah Abraham diberi janji oleh Tuhan,

maka berangkatlah ketiga tamunya.

Mereka mengarahkan pandangannya ke Sodom,

dan Abraham mengantarkan mereka.

Berpikirlah Tuhan,

"Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham

apa yang akan Kulakukan ini?

Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar

serta berkuasa,

dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat?

Sebab Aku telah memilih dia,

supaya ia memerintahkan kepada anak-anak dan keturunannya,

agar tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan,

dengan melakukan kebenaran dan keadilan,

dan agar Tuhan memenuhi kepada Abraham

apa yang dijanjikan-Nya kepadanya."


Maka bersabdalah Tuhan,

"Sesungguhnya, banyak keluh kesah orang

tentang Sodom dan Gomora,

dan sesungguhnya sangat beratlah dosanya.

Baiklah Aku turun untuk melihat,

apakah benar-benar mereka telah berkelakuan

seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak;

Aku hendak mengetahuinya."

Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom,

tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan Tuhan.

Abraham datang mendekat dan berkata,

"Apakah Engkau akan membinasakan orang benar

bersama-sama dengan orang jahat?

Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu?

Apakah Engkau akan membinasakan tempat itu?

Tidakkah Engkau mengampuninya demi kelima puluh orang benar

yang ada di dalamnya itu?

Jauhlah kiranya daripada-Mu untuk berbuat demikian,

membunuh orang benar bersama dengan orang jahat,

sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang jahat!

Jauhkanlah kiranya yang demikian daripada-Mu!

Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?"

Tuhan bersabda,

"Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom,

Aku akan mengampuni seluruh tempat itu demi mereka."


Abraham menyahut,

"Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan,

walaupun aku debu dan abu.

Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu,

apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu

karena yang lima itu?"

Tuhan bersabda, "Aku takkan memusnahkannya,

jika Kudapati empat puluh lima di sana."


Lagi Abraham melanjutkan perkataannya,

"Sekiranya empat puluh didapati di sana?"

Sabda Tuhan,

"Aku takkan berbuat demikian demi yang empat puluh itu."

Kata Abraham,

"Janganlah kiranya Tuhan murka kalau aku berkata sekali lagi.

Sekiranya tiga puluh didapati di sana?"

Sabda Tuhan,

"Aku takkan berbuat demikian jika Kudapati tiga puluh di sana."

Kata Abraham lagi,

"Sesungguhnya aku telah memberanikan diri

berkata kepada Tuhan.

Sekiranya dua puluh didapati di sana?"

Sabda Tuhan,

"Aku takkan memusnahkannya demi yang dua puluh itu."

Kata Abraham, "Janganlah kiranya Tuhan murka,

kalau aku berkata lagi sekali ini saja.

Sekiranya sepuluh didapati di sana?"

Jawab Tuhan,

"Aku takkan memusnahkannya demi yang sepuluh itu."

Lalu pergilah Tuhan, setelah Ia selesai bersabda kepada Abraham.

Dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 103:1-2.3-4.8-9.10-11,R:8a


Refren: Tuhan itu pengasih dan penyayang.


*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah Tuhan, hai jiwaku,

janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!


*Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu,

yang menyembuhkan segala penyakitmu!

Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur,

dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!


*Tuhan adalah pengasih dan penyayang,

panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Tidak terus menerus Ia murka,

dan tidak untuk selamanya Ia mendendam.


*Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita,

atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

Setinggi langit dari bumi,

demikian besarnya kasih setia Tuhan

atas orang-orang yang takut akan Dia!


Bait Pengantar Injil

Mzm 95:8ab


Hari ini janganlah bertegar hati,

tetapi dengarkanlah suara Tuhan.


Bacaan Injil

Mat 8:18-22


"Ikutilah Aku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari banyak orang mengerumuni Yesus.

Melihat hal itu Yesus menyuruh bertolak ke seberang.

Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya,

"Guru, aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi."


Yesus berkata kepadanya,

"Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang,

tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat

untuk meletakkan kepala-Nya."

Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya,

"Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."

Tetapi Yesus berkata kepadanya,

"Ikutilah Aku,

dan biarlah orang-orang mati menguburkan

orang-orang mati mereka."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Hendaklah kelebihanmu mencukupkan kekurangan saudara-saudara yang lain."

 


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Setiap orang memiliki keunggulannya tersendiri dalam hidup bersama di samping kelemahan dan keterbatasannya. Untuk memajukan kehidupan bersama, keunggulan masing-masing pribadi dimanfaatkan secara maksimal agar energi positif dapat tersalur untuk kepentingan dan kebaikan bersama. Sedangkan kelemahan pribadi disadari dan diolah agar kelemahan pribadi tidak menghalangi usaha bersama membangun dan memajukan  kehidupan bersama. Kelebihan satu orang dapat menutup kekurangan yang lain agar terjadi keseimbangan di dalam kehidupan bersama. 


Dalam bacaan kedua hari ini Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus agar mereka kaya dalam pelayanan kasih kepada yang lain, agar orang yang dilayani pun mengalami kaya dalam kasih sehingga semakin bertambah jumlahnya orang kaya dalam pelayanan kasih agar pelayanan kasih semakin berkembang di dalam hati setiap orang. Orang yang kaya dalam hal materi, Iman, perkataan, pengetahuan dapat mencukupkan mereka yang kekurangan agar yang berkekurangan menjadi berkecukupan sehingga terciptalah keseimbangan dalam kehidupan bersama. 

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menyembuhkan anak Yairus yang sakit dan seorang ibu yang sakit pendarahan bertahun-tahun lamanya. Mereka yang berkekurangan dalam hal kesehatan, dicukupkan kesehatannya oleh Tuhan Yesus yang menyembuhkan mereka sehingga mereka mengalami keseimbangan dalam hidupnya setiap hari. Bacaan pertama menampilkan kebencian yang mendominasi dalam diri dapat membuka pintu lebar bagi masuknya setan dan maut tetapi dengan kasih sebagai hal yang utama di dalam diri maka terbukalah pintu lebar bagi masuknya hidup dan kehidupan dalam hidup bersama. Kebencian yang membara dalam diri dapat menghanguskan energi positif  dalam diri tetapi sebaliknya api cinta kasih dalam diri dapat menghidupkan energi positif yang menyegarkan hati setiap manusia. 

Cinta dan benci dalam diri manusia bagaikan pisau bermata dua. Kehadiran manusia bisa mematikan sesama karena benci membara tetapi kehadiran manusia bisa saja menghidupkan karena aliran air kasih dalam hatinya yang menyegarkan hati manusia yang merasakan pelayanan kasihnya. Freud menyebutkan bahwa dalan diri manusia ada eros dan tanathos, ada daya menghidupkan tetapi sekaligus ada daya yang menghancurkan diri, sesama, alam sekitar. Eros dan thanatos dalam diri manusia seperti pisau bermata dua. Untuk kebaikan bersama maka aktifkan Eros tetapi thanatos dimatikan Chanelnya agar yang tampil di mata publik adalah hal-hal yang positif yang dikehendaki oleh semua orang lintas batas.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Biasa XIII 


Minggu, 27 Juni 2021


Bacaan Pertama

Keb 1:13-15;2:23-24


"Karena dengki setan, maka maut masuk ke dunia."


Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan:


Allah tidak menciptakan maut,

dan Ia pun tidak bergembira

karena mahluk yang hidup musnah binasa.

Sebaliknya Ia menciptakan segala sesuatu supaya ada;

dan supaya makhluk-makhluk jagat menemukan keselamatan.

Racun yang membinasakan tidak ditemukan di antara mereka,

dan dunia orang mati tidak merajai bumi.

Maka kesucian mesti baka.

Sebab Allah telah menciptakan manusia untuk kebakaan,

dan menjadikan-Nya gambar hakekat-Nya sendiri.

Tetapi karena dengki setan, maka maut masuk ke dunia,

dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 30:2.4.5-6.11.12a.13b,


Refren: Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan,

sebab Engkau telah menarik aku ke atas.


*Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan,

sebab Engkau telah menarik aku ke atas,

dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersukacita atas diriku.

Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati,

Engkau menghidupkan daku

di antara mereka yang turun ke liang kubur.


*Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan,

hai orang-orang yang dikasihi-Nya,

dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!

Sebab hanya sesaat Ia murka,

tetapi seumur hidup Ia murah hati;

sepanjang malam ada tangisan,

menjelang pagi terdengar sorak-sorai.


*Dengarlah, Tuhan, dan kasihanilah aku!

Tuhan, jadilah penolongku!

Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari.

Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.


Bacaan Kedua

2Kor 8:7.9.13-15


"Hendaklah kelebihanmu

mencukupkan kekurangan saudara-saudara yang lain."


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus

kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih,

sebagaimana kamu kaya dalam segala sesuatu:

dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan,

dalam kesungguhan untuk membantu,

dan dalam kasihmu terhadap kami.

Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus,

yakni: Sekali pun kaya, Ia telah menjadi miskin karena kamu, supaya karena kemiskinan-Nya, kamu menjadi kaya.


Sebab kamu dibebani bukan supaya orang lain mendapat keringanan,

tetapi supaya ada keseimbangan.

Maka hendaklah sekarang ini

kelebihanmu mencukupkan kekurangan orang-orang kudus,

agar kelebihan mereka kelak mencukupkan kekurangan kamu,

supaya ada keseimbangan.

Seperti ada tertulis:

    "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan,

    dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan."


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

2Tim 1:10b


Yesus Kristus, Juruselamat kita, telah mematahkan kuasa maut,

dan menerangi hidup dengan Injil.


Bacaan Injil

Mrk 5:21-43


"Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekali peristiwa,

setelah Yesus menyeberang dengan perahu,

datanglah orang banyak berbondong-bondong,

lalu mengerumuni Dia.

Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau.

Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus.

Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya.

Dengan sangat ia memohon kepada-Nya,

"Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati.

Datanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya,

supaya ia selamat dan tetap hidup."

Lalu pergilah Yesus dengan orang itu.

Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia

dan berdesak-desakan di dekat-Nya.


Adalah di situ seorang perempuan

yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.

Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib,

sampai habislah semua yang ada padanya,

namun sama sekali tidak ada faedahnya,

malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.

Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus.

Maka di tengah-tengah orang banyak itu

ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.

Sebab katanya, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya,

dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakitnya itu.


Pada ketika itu juga Yesus mengetahui,

bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya.

Maka Ia berpaling di tengah orang banyak itu dan bertanya,

"Siapa yang menjamah jubah-Ku?"

Murid-murid menjawab,

"Engkau melihat sendiri

bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan di dekat-Mu!

Bagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?"

Lalu Yesus memandang sekeliling-Nya

untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.

Maka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar

sejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya.

Maka ia tampil dan tersungkur di depan Yesus.

Dengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus.

Maka kata Yesus kepada perempuan itu,

"Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.

Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"


Ketika Yesus masih berbicara,

datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu,

dan berkata, "Anakmu sudah mati!

Apa perlunya lagi engkau menyusah Guru?"

Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka

dan berkata kepada kepala rumah ibadat,

"Jangan takut, percaya saja!"

Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta,

kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.

Dan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat itu,

dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut,

menangis dan meratap dengan suara nyaring.

Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu,

"Mengapa kamu ribut dan menangis?

Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"

Tetapi mereka menertawakan Dia.

Maka Yesus menyuruh semua orang itu keluar.

Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu,

dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus

masuk ke kamar anak itu.

Lalu Yesus memegang tangan anak itu seraya berkata,

"Talita kum,"

yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!"

Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan,

sebab umurnya sudah dua belas tahun.

Semua orang yang hadir sangat takjub.

Dengan sangat Yesus berpesan kepada mereka,

supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu.

Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.


Demikianlah sabda Tuhan.

"Banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Iskak dan Yakub."


*P. Benediktus Bere Mali, SVD*

Ada beberapa wilayah memiliki Gereja Hitam dengan Gereja Putih. Gereja yang dibangun dikhusus hanya untuk orang berkulit putih dan ada Gereja yang dibangun hanya untuk orang kulit hitam. Tetapi Gereja Katolik di Seluruh Dunia adalah Satu, Kudus, Katolik dan apostolik. Gereja Katolik terbuka bagi semua orang tanpa pembedaan.  


Bacaan Injil hari ini menampilkan keterbukaan jalan lebar keselamatan Tuhan Yesus bagi bangsa bangsa asing. Seorang Perwira yang beriman kepada Yesus untuk menyembuhkan hambanya yang lumpuh dan imannya itulah melahirkan mukjizat penyembuhan atas hambanya.  Yesus menyembuhkan orang lumpuh dari jarak jauh. Hal Itu terjadi berkat iman Perwira kepada Tuhan Yesus. Rencana sang penyelamat tidak dapat dibatalkan oleh kelemahan  dan keterbatasan serta aturan manusia. Di mata bangsa Israel Perwira Romawi adalah kafir yang tidak layak menerima keselamatan dari Tuhan. Tetapi justru Tuhan Yesus menyelamatkan hambanya berkat iman Perwira Itu. Bahkan Yesus menegaskan bahwa iman sebesar dari Perwira Itu tidak pernah ditemukan di antara bangsa Israel. Rencana Allah tidak dapat dibatalkan oleh ukuran manusia. Bacaan pertama menegaskan bahwa Sara dan Abraham yang sudah lanjut usia dalam ukuran manusiawi tidak akan mendapat keturunan lagi tetapi justru Sara yang sudah mati haid akan mendapat keturunan.  Allah mau maka kehendakNya akan terjadi yang tidak dapat dibatalkan oleh ukuran manusiawi. 

Dalam hidup Kita ada banyak hal yang sering terjadi dan dapat diterima dengan iman. Misalnya seorang yang diselamatkan dari tabrakan maut di jalan tol. Ada seorang bayi yang Masih hidup di bawah reruntuhan setelah gempa bumi dahsyat yang mematikan begitu banyak orang. Ada seorang yang telah meninggal selama setengah jam tetapi hidup lagi. Ada seorang yang sakit dan para dokter telah menyerah tetapi berkat doa keluarga ia sembuh lagi.  Tentu kita masing-masing Masih memiliki pengalaman yang luarbiasa mengalami mukjizat dari Tuhan atas diri kita masing-masing dan Sesama di sekitar kita sendiri.***

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XII


Sabtu, 26 Juni 2021


Bacaan Pertama

Kej 18:1-15


"Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?

Aku akan kembali kepadamu,

dan Sara akan mempunyai anak laki-laki."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Sekali peristiwa Tuhan menampakkan diri kepada Abraham

di dekat pohon tarbantin di Mamre.

Waktu itu Abraham sedang duduk di pintu kemahnya

di kala hari panas terik.

Ketika ia mengangkat mata,

ia melihat tiga orang berdiri di depannya.

Melihat mereka,

ia bergegas dari pintu kemahnya menyongsong mereka.

Ia bersujud dan berkata,

"Tuanku, jika aku mendapat kasih Tuan,

singgahlah di kemah hambamu ini.

Biarlah diambil sedikit air,

basuhlah kaki Tuan, dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;

biarlah hamba mengambil sepotong roti,

agar Tuan-Tuan segar kembali.

Kemudian bolehlah Tuan-Tuan melanjutkan perjalanan.

Sebab Tuan-Tuan telah datang ke tempat hambamu ini." 

Jawab mereka, "Buatlah seperti yang engkau katakan."


Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata,

"Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik!

Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"

Lalu Abraham berlari ke lembu sapinya,

mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya,

dan memberikannya kepada seorang bujangnya

yang segera mengolahnya.

Kemudian Abraham mengambil dadih, susu dan anak lembu yang telah diolah itu,

lalu dihidangkannya kepada mereka.

Abraham sendiri berdiri dekat mereka di bawah pohon itu,

sementara mereka makan.


Sesudah makan, bertanyalah mereka kepada Abraham,

"Di manakah Sara, isterimu?"

Jawab Abraham, "Di sana, di dalam kemah."

Maka berkatalah Ia,

"Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau.

Pada waktu itulah

Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki."


Saat itu Sara mendengarkan pada pintu kemah di belakang-Nya.

Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya

dan Sara telah mati haid.

Maka tertawalah Sara dalam hati, katanya,

"Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu,

sedangkan tuanku pun sudah tua?"

Lalu bersabdalah Tuhan kepada Abraham,

"Mengapakah Sara tertawa dan berkata,

'Sungguhkah aku akan melahirkan anak,

padahal aku sudah tua?'

Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?

Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan,

Aku akan kembali mendapatkan dikau.

Pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."


Tetapi Sara menyangkal, katanya, "Aku tidak tertawa,"

sebab ia takut.

Tetapi Tuhan bersabda, "Tidak! Memang engkau tertawa!"


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Luk 1:46-47.48-49.50.53.54-55,


Refren: Tuhan ingat akan kasih sayang-Nya.


*Aku mengagungkan Tuhan,

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.


*Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut Yang Bahagia oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku

oleh Yag Mahakuasa;

kuduslah nama-Nya.


*Kasih sayang-Nya turun-temurun

kepada orang yang takwa.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;

orang kaya diusirnya pergi dengan tangan kosong.


Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunan

untuk selama-lamanya.


Bait Pengantar Injil

Mat 8:17


Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.


Bacaan Injil

Mat 8:5-17


"Banyak orang akan datang dari timur dan barat,

dan duduk makan bersama dengan Abraham, Iskak dan Yakub."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari Yesus masuk ke Kapernaum.

Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia

dan memohon kepada-Nya,

"Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh,

dan ia sangat menderita."

Yesus berkata kepadanya, "Aku akan datang menyembuhkannya."


Tetapi perwira itu berkata kepada-Nya,

"Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.

Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Sebab aku sendiri seorang bawahan,

dan di bawahku ada pula prajurit.

Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit, 'Pergi!'

maka ia pergi;

dan kepada seorang lagi: 'Datang!', maka ia datang.

Ataupun kepada hambaku, 'Kerjakanlah ini!'

maka ia mengerjakannya."


Mendengar hal itu,

Yesus heran dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya,

"Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai

pada seorang pun di antara orang Israel.

Aku berkata kepadamu,

Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat

dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub

di dalam Kerajaan Surga,

sedangkan anak-anak Kerajaan itu sendiri

akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.

Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu,

"Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya."

Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.


Setibanya di rumah Petrus,

Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.

Maka dipegang-Nya tangan wanita itu,

lalu lenyaplah demamnya.

Wanita itu lalu bangun dan melayani Yesus.


Menjelang malam

dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan,

dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu,

dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.

Hal itu terjadi supaya genaplah sabda

yang disampaikan oleh nabi Yesaya,

"Dialah yang memikul kelemahan kita

dan menanggung penyakit kita."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku."

 


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Orang yang merasa sakit yang tidak dapat disembuhkan sendiri tentu harapan satu-satunya pada orang lain yang dapat membantunya menyembuhkan sakitnya yang melekat pada Tubuh fisiknya, psikologisnya, sosialnya, dan spiritualnya. Pertama dan utama adalah orang yang meminta pertolongan orang lain tahu akar sakitnya sehingga orang lain berdasarkan data dirinya yang alami sakitnya dapat mengarahkannya untuk sampai titik kesembuhan. Penyembuhan demikian terjadi berkat kerjasama antara penderita sakit dengan penyembuh.

Yesus diminta orang yang sakit kusta untuk disembuhkan. Kalimat langsung pertama datang dari orang yang sakit kusta kepada Tuhan Yesus. "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku." Kalimat ini ditanggapi Tuhan Yesus. Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata, "Aku mau, jadilah engkau tahir!" Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya. 

Kita tentu pernah sakit fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Ketika kita sadari akar soal sakit kita yang tidak dapat kita sembuhkan secara tuntas dan membutuhkan pertolongan orang lain, kita rendah hati datang minta bantuan orang lain untuk disembuhkan. Kita sakit fisik kerja sama dengan dokter dan perawat yang menyembuhkan. Kita sakit psikologis kerjasama dengan dengan konselor untuk ditolong agar sembuh. Kita sakit sosial dan spiritual juga datang kepada orang yang kita percaya untuk disembuhkan.  Kerja sama yang baik pasti membawa hasil yang baik.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XII


Jumat, 25 Juni 2021


Bacaan Pertama

Kej 17:1.9-10.15-22


"Setiap laki-laki di antaramu harus disunat sebagai tanda perjanjian.

Sara akan melahirkan bagimu seorang putera."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Ketika Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun,

maka Tuhan menampakkan diri kepadanya dan bersabda,

"Akulah Allah Yang Mahakuasa,

hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela!

Dari pihakmu engkau harus memegang perjanjian-Ku,

engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kaupegang,

perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu,

yaitu setiap laki-laki di antaramu harus disunat."


Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham,

"Tentang isterimu Sarai,

janganlah kausebut lagi Sarai, tetapi Sara; itulah namanya.

Aku akan memberkatinya,

dan daripadanya juga Aku akan memberikan kepadamu

seorang anak laki-laki,

bahkan Aku akan memberkatinya,

sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa;

raja-raja pelbagai bangsa akan lahir dari padanya."


Lalu tertunduklah Abraham, dan tertawa,

serta berkata dalam hatinya,

"Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun

dilahirkan seorang anak?

Dan mungkinkah Sara yang telah berumur sembilan puluh tahun itu

melahirkan seorang anak?"

Dan Abraham berkata kepada Allah,

"Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"

Tetapi Allah bersabda, "Tidak!

Isterimu Saralah, yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu,

dan engkau akan menamai dia Ishak.

Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia

menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu.

ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak.

ia akan memperanakkan dua belas raja,

dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak,

yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang

pada waktu seperti ini juga."

Sesudah selesai bersabda kepada Abraham,

naiklah Allah meninggalkan Abraham.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 128:1-2.3.4-5,R:4


Refren: Orang yang takwa hidupnya akan diberkati Tuhan.


*Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan,

yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu,

berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!


*Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur

di dalam rumahmu;

anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun

sekeliling mejamu!


*Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan

orang laki-laki yang takwa hidupnya.

Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion:

boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.


Bait Pengantar Injil

Mat 8:17


Yesus memikul kelemahan kita

dan menanggung penyakit kita.


Bacaan Injil

Mat 8:1-4


"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Setelah Yesus turun dari bukit,

banyak orang berbondong-bondong mengikuti Dia.

Maka datanglah kepada-Nya seorang yang sakit kusta.

Ia sujud menyembah Yesus dan berkata,

"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku."

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu,

dan berkata,

"Aku mau, jadilah engkau tahir!"

Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya.

Lalu Yesus berkata kepadanya,

"Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun,

tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam

dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa

sebagai bukti bagi mereka."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Budaya Pemberian Nama Yohanes dan Nama masing-masing kita"


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap orang dalam budayanya memiki proses Pemberian nama pada bayi yang baru dilahirkan. Dalam budaya penulis, Pemberian nama oleh orang tua berdasarkan nama leluhur dengan menyebut setiap nama dari garis keturunan ayah maupun dari garis keturunan Ibu. Tanda bahwa nama yang disebut Itu cocok untuk nama bayi ketika bayi yang sebelumnya menangis dan tidak minum ASI (Air Susu Ibu), setelah nama Itu diberikan kepadanya, bayi langsung minum ASI dalam ketenagannya. Nama dari garis Ibu berarti darah bayi yang merupakan darah sintesis antara darah Ibu dengan darah ayah Itu didominasi oleh darah Ibu demikian pun sebaliknya. Biasanya dalam proses Pemberian nama Itu disertai menyalakan lilin sambil berdoa mohon petunjuk dari leluhur dalam memilih nama bagi bayi.  Namanya yang tepat sesuai petunjuk leluhur membuat hati bayi merasa damai. 

Yesaya dan Yohanes memiliki nama Karena petunjuk Allah. Sejak dalam rahim Ibu Yesaya sudah ditentukan namanya yang membuatnya rasa damai. Yohanes bernama demikian atas petuntuk Tuhan bukan atas petunjuk yang lain. Petunjuk Itu lewat Zakharia. Selama namanya belum tepat Zakharia ayahnya bisu. Setelah tepat Pemberian nama: YOHANES  Zakharia langsung dapat berbicara. Inilah mukjizat Pemberian nama YOHANES artinya yang mengasihi. Kasih Allah kepada keluarga Elisabeth yang lanjut usia, terjadilah mukjizat Yohanes dikandung dari Roh Kudus. Mengasihi Allah, Yohanes lahir menyiapkan jalan bagi Tuhan Yesus di Padang Gurun dengan mewartakan pertobatan dan Pembaptisan. Yohanes mengasihi manusia dengan karya-Nya menyiapkan segala sesuatu bagi Tuhan Yesus yang datang menyelamatkan Umat manusia. Nama Yohanes berarti kasih Allah dan kasih manusia dengan kata dan karya bagi Allah dan bagi manusia. 


Namaku Benediktus artinya berkat dari Allah dan berkat bagi manusia dalam doa dan bekerja, ORA ET LABORA. Namamu pun berarti di hadapan Allah dan kepada manusia. Baca Buku Santo dan Santa dan Kitab Suci dan Katekismus Gereja Katolik serta Tanya ayah dan Ibu tentang budaya Pemberian namamu agar paham nama dalam pengertian dan perbuatan berdasarkan nama Karena Nama dalam Budaya dan Katolik adalah identitas diri pemilik nama di hadapan Allah dan dalam Budaya pemilik nama. ****



Liturgia Verbi (B-I)

HR Kelahiran S. Yohanes Pembaptis


Kamis, 24 Juni 2021


Bacaan Pertama

Yes 49:1-6


"Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa."


Pembacaan dari Kitab Yesaya:


Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau,

perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh!

Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan,

telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam

dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya.

Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing

dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

Ia berfirman kepadaku,

"Engkau adalah hamba-Ku, Israel,

dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."


Tetapi aku berkata,

"Aku telah bersusah-susah dengan percuma,

dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia.

Namun, hakku terjamin pada Tuhan,

dan upahku pada Allahku."


Tuhan telah membentuk aku sejak dari kandungan

untuk menjadi hamba-Nya,

untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya,

dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya.

Maka aku dipermuliakan di mata Tuhan,

dan Allah yang menjadi kekuatanku sekarang berfirman,

"Terlalu sedikit bagimu kalau hanya menjadi hamba-Ku,

untuk menegakkan suku-suku Yakub

dan untuk mengembalikan orang-orang Israel

yang masih terpelihara.

Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa

supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15,R:13b


Refren: Aku beryukur kepada-Mu

oleh karena misteri kejadianku.


*Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;

Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri,

Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring,

segala jalanku Kaumaklumi.


*Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,

Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku;

ajaiblah apa yang Kaubuat.


*Jiwaku benar-benar menyadarinya.

Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu,

ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi,

dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah.


Bacaan Kedua

Kis 13:22-26


"Kedatangan Yesus disiapkan oleh Yohanes."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pada suatu hari Sabat,

di rumah ibadat di Antiokhia Paulus berkata,

"Setelah Saul disingkirkan,

Allah mengangkat Daud menjadi raja umat-Nya.

Tentang Daud Allah telah menyatakan:

Aku telah mendapat Daud bin Isai,

seorang yang berkenan di hati-Ku

dan yang melakukan segala kehendak-Ku.


Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya,

Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel,

yaitu Yesus.

Menjelang kedatangan Yesus itu,

Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel

supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya,

Yohanes berkata:

Aku bukanlah Dia yang kamu sangka,

tetapi Dia akan datang kemudian dari pada aku.

Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.


Hai saudara-saudara,

baik yang termasuk keturunan Abraham,

maupun yang takut akan Allah,

kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita."


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Luk 1:76


Engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi;

karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan

untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya.


Bacaan Injil

Luk 1:57-66.80


"Namanya adalah Yohanes."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Pada waktu itu

genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin,

dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki.

Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar

bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet,

bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan

untuk menyunatkan anak itu,

dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya.

Tetapi Elisabet, ibunya, berkata,

"Jangan, ia harus dinamai Yohanes."

Kata mereka kepadanya,

"Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."


Lalu mereka memberi isyarat kepada Zakharia

untuk bertanya nama apa yang hendak ia berikan kepada anaknya itu.

Zakharia meminta batu tulis,

lalu menuliskan kata-kata ini,

"Namanya adalah Yohanes."

Dan mereka pun heran semuanya.


Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia,

dan terlepaslah lidahnya,

lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.


Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya,

dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur

di seluruh pegunungan Yudea.

Semua yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata,

"Menjadi apakah anak ini nanti?"

Sebab tangan Tuhan menyertai dia.


Anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya.

Ia kemudian tinggal di padang gurun

sampai tiba harinya ia harus menampakkan diri kepada Israel.


Demikianlah sabda Tuhan.

"Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka."


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Beberapa hari yang lalu seorang yang menjadi korban imam palsu di sebuah kota minta bimbingan via zoom. Akar soalnya ini. Seorang imam gadungan telah menipunya dalam banyak hal termasuk dalam urusan mamon.  Si korban meminta arahan malului konseling zoom. Saya membimbing si korban untuk menyambut imam gadungan ini ketika datang di rumahnya dengan persiapan yang baik agar pastor gadungan ini ditangkap sehingga tindakannya tidak terpuji dibekukan. Minta kartu identitas resmi tahbisan imam dan berdasarkan kartu itu si pastor gadungan itu terus diinterogasi oleh team yang sudah disiapkan di rumah si korban ketika imam gadungan datang ke rumahnya. Arahan konselor ini dituruti dan ternyata pastor gadungan saat datang di rumahnya dan tanya kartu identitas tahbisan imam, dia tidak memilikinya.  Sang imam gadungan akhirnya diproses secara Hukum dan pasti tempat terakhirnya masuk dan hidup di dalam penjara. Perbuatan dan kata-kata imam gadungan Itu ternyata tidak didukung oleh sertifikat tahbisan resmi. Ia imam gadungan karena tidak pernah ditahbiskan dan tidak punya Surat resmi sebagai orang yang tertahbis imam tetapi bertindak dan berbicara Sekolah-olah sebagai imam.

Seorang pengajar dan Gembala palsu dilihat dari buah-buah pengajaran dan bimbingan terhadap domba-dombanya adalah intisari dari Bacaan Injil hari ini. Kalau buah-buahnya Itu menyelamatkan domba-dombanya, membuat domba-dombanya lebih Sejahtera maka seorang guru dan Gembala itu disebut sebagai Nabi sejati. Sebaliknya kalau buah-buahnya Itu menyesatkan domba-dombanya dan memperalat domba-dombanya untuk memperkaya diri sendiri maka guru dan Gembala Itu digolongkan sebagai Nabi palsu. Karena berkata dan bertindak kepada domba-dombanya hanya untuk memperkaya dirinya sendiri tetapi memiskinkan domba-dombanya.  Tepat kata Injil hari ini  "Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka."

Kita sebagai orang beriman dibaptis untuk berperan sebagai Nabi sejati bukan Nabi palsu. Nabi sejati senantiasa menjaga keseragaman antara pikir, kata, aksi, dan sertifikat legal sebagai seorang Nabi sejati yang tertulis dalam hati nurani setiap orang beriman dalam Sakramen Baptis. Kita hidup untuk berperan sebagai Nabi sejati setelah dibaptis dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Kita dibaptis dalam Allah Tritunggal Mahakudus yang setia menyelamatkan umat-Nya. Hanya Nabi palsu yang menyesatkan dombanya.


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XII


Rabu, 23 Juni 2021


Bacaan Pertama

Kej 15:1-12.17-18


"Abram percaya kepada Tuhan

dan hal ini diperhitungkan sebagai kebenaran.

Dan Tuhan mengikat perjanjian dengan dia."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Pada suatu ketika

datanglah sabda Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan,

"Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu;

upahmu akan sangat besar."

Abram menjawab,

"Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku?

Aku akan meninggal tanpa mempunyai anak,

dan yang akan mewarisi isi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."

Lagi kata Abram,

"Engkau tidak memberikan aku keturunan,

sehingga seorang hambakulah yang nanti menjadi ahli warisku."

Tetapi datanglah sabda Tuhan kepadanya demikian,

"Orang itu tidak akan menjadi ahli warismu,

melainkan anak kandungmulah yang akan menjadi ahli warismu!"


Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta bersabda,

"Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang jika engkau dapat!"

Maka sabda-Nya kepada Abram,

"Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Lalu Abram percaya kepada Tuhan;

maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.


Tuhan bersabda lagi kepada Abram,

"Akulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim

guna memberimu negeri ini menjadi milikmu."

Tetapi Abram menjawab,

 "Ya Tuhan Allah,

dari manakah aku tahu bahwa aku akan memilikinya?"


Sabda Tuhan kepadanya,

"Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun,

seekor kambing betina berumur tiga tahun,

seekor domba jantan berumur tiga tahun,

seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati."

Abram mengambil semuanya itu, menbelahnya menjadi dua,

lalu diletakkannya belahan-belahan itu berdampingan,

tetapi burung-burung itu tidak ia belah.

Ketika burung-burung buas hinggap

di atas daging binatang-binatang itu,

maka Abram mengusirnya.


Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak.

Lalu gelap gulita yang mengerikan turun meliputinya.

Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap,

maka kelihatanlah

perapian yang berasap beserta suluh yang berapi

lewat di antara potongan-potongan daging itu.

Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian

dengan Abram serta bersabda,

"Kepada keturunanmulah Kuberikan tanah ini,

dari sungai Mesir sampai ke sungai Efrat yang besar itu."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9,R:8a


Refren: Selamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya.


*Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya,

maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa.

Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya;

percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!


*Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus,

biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan.

Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya,

carilah selalu wajah-Nya!


*Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya,

hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya;

Dialah Tuhan, Allah kita,

ketetapannya berlaku di seluruh bumi.


*Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya,

akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,

akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham,

dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.


Bait Pengantar Injil

Yoh 15:4.5b


Tinggallah dalam Aku, dan Aku dalam kamu, sabda Tuhan;

barangsiapa tinggal dalam Aku,

akan menghasilkan banyak buah.


Bacaan Injil

Mat 7:15-20


"Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit Yesus berkata,

"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu

yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba,

tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka.

Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri,

atau buah ara dari rumput duri?

Camkanlah

setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik,

sedang pohon yang tidak baik

menghasilkan buah yang tidak baik.

Tidak mungkin

pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik,

ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik,

pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Jadi dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka."


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

 Setiap Suku Bangsa di Dunia memiliki hukum Emasnya masing-masing dan hukum Emas Itu menyelamatkan suku bangsa yang memilikinya dan juga Suku Bangsa lain yang di luar Suku Bangsa Itu. Dengan demikian hukum Emas Itu sangat inklusif tidak eksklusif dan menyelamatkan semua orang tanpa kecuali.

Hukum Emas adalah hukum yang mengantar semua orang kepada kehidupan bukan kesesatan.  Hukum Emas Itu adalah kasihilan sesamamu seperti kasihi diri sendiri. Dalam bacaan Injil hari ini hukum Emas Itu adalah " "Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." Hukum Emas Itu berlaku secara universal baik Yahudi maupun Roma yang menjajah Bangsa Yahudi. Hukum Emas Itu hidup di dalam semua manusia termasuk semua orang di Seluruh Dunia dari bangsa dan Suku yang berbeda-beda. 

Hukum Emas memiliki dua aspek yaitu iman dan kemanusiaan. Orang Yahudi melihat hukum Emas dari sudut iman karena orang beragama. Sebaliknya orang Roma yang memiliki hukum Emas Itu, melihat hukum Emas Itu dari sudut kemanusiaan karena dimata orang Yahudi, Orang Roma adalah orang kafir, penjajah orang Yahudi.  Kalau memiliki hukum Itu seharusnya penjajah tidak sewenang-wenang memperlakukan orang lain yang dijajah. Tetapi hidupi hukum Emas Itu kepada bangsa lain "Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." Hukum yang inklusif Itu kalau dilihat dari Sisi iman, maka jangan ada kata-kata yang ditunjukkan kepada bangsa lain sebagai anjing dan babi karena semua orang memiliki kemanusiaan yang sama dengan orang Yahudi maupun orang Roma, berbasiskan hukum Emas ini  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." Betapa indahnya semua orang hidup berdasarkan hukum Emas ini.*****


 


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XII


Selasa, 22 Juni 2021


PF S. Yohanes Fisher, Uskup, dan S. Tomas More, Martir

PF S. Paulinus dari Nola, Uskup


Bacaan Pertama

Kej 13:2.5-18


"Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau,

sebab kita ini kerabat."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Abram itu seorang yang sangat kaya.

Ia memiliki banyak ternak, perak dan emas.

Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram,

mempunyai domba dan lembu serta kemah.

Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka

sebab harta milik mereka amat banyak,

sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.

Karena itu terjadilah perkelahian

antara para gembala Abram dan gembala Lot.

Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.

Maka berkatalah Abram kepada Lot,

"Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau,

antara para gembalaku dan gembalamu,

sebab kita ini kerabat.

Bukankah seluruh negeri ini terbuka untukmu?

Baiklah pisahkan dirimu dari padaku:

jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan,

jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."


Lalu Lot melayangkan pandangnya,

dan dilihatnyalah bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya,

seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar.

Hal itu terjadi sebelum Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora.

Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu;

lalu ia berangkat ke sebelah timur, dan mereka berpisah.

Abram menetap di tanah Kanaan,

tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan

dan berkemah di dekat Sodom.

Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan.


Setelah Lot berpisah dari Abram,

bersabdalah Tuhan kepada Abram,

"Pandanglah sekelilingmu

dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu

ke timur dan ke barat, utara dan selatan.

Seluruh negeri yang kaulihat itu

akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu,

untuk selama-lamanya.

Dan Aku akan menjadikan keturunanmu banyak

seperti debu tanah.

Sebagaimana debu tanah tak dapat dihitung,

demikian pun keturunanmu tak terhitung banyaknya.

Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya,

sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."


Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya

dan ia menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron.

Lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi Tuhan.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab.5,R:1a


Refren: Tuhan, siapakah yang boleh menumpang di kemah-Mu?


*Yaitu orang yang berlaku tidak bercela,

yang melakukan apa yang adil

dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya;

yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.


*Yang tidak berbuat jahat terhadap teman,

dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya

yang memandang hina orang-orang tercela

tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa.


*Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba

dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah.

Siapa yang berlaku demikian

tidak akan goyah selama-lamanya.


Bait Pengantar Injil

Yoh 8:12


Akulah cahaya dunia;

siapa yang mengikuti Aku, ia hidup dalam cahaya abadi.


Bacaan Injil

Mat 7:6.12-14


"Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu,

perbuatlah demikian juga kepada mereka."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit Yesus berkata,

"Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing,

dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi,

supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya,

lalu babi itu berbalik mengoyak kamu.


Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu,

perbuatlah demikian juga kepada mereka.

Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.


Masuklah melalui pintu yang sempit itu,

karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan,

dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu.

Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan,

dan sedikitlah orang yang menemukannya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

  


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Saya pernah mengalami mata kemasukan sehelai rambut dan titik-titik debu halus. Sakitnya luarbiasa. Tetapi Saya tidak pernah mengalami mataku kemasukan balok yang sangat besar. Saya melihat selumbar kecil masuk ke dalam mata sesama dan pernah mengeluarkan selumbar Itu dari mata sesamaku waktu kerja di kebun. Tetapi Saya tidak melihat balok di dalam mata sesamaku atau di mataku sendiri. Selumbar di mata Itu mungkin. Tetapi balok dimata Itu tidak mungkin. Tetapi dalam membahasakan sesuatu yang mau disampaikan secara hiperbola Itu dapat terjadi. 


Bacaan Injil hari ini tentang orang munafik yang gampang menilai orang lain tetapi lupa menilai dirinya sendiri. Orang munafik pandai bermain topeng menutupi kelemahan dan kesalahan dirinya sendiri. Tetapi gampang membuka di depan publik kesalahan dan kelemahan orang lain secara sinis. Orang munafik melihat selumbar di dalam mata orang lain tetapi balok dalam matanya sendiri tidak lihat. Inilah bahasa hiperbola yang digunakan untuk membahasakan kemunafikan orang yang bermain topeng menutupi kelemahannya yang sangat besar tetapi cepat membuka kelemahan orang lain yang sangat kecil.  Karena Itu Yesus bersabda kepada orang Yahudi beriman Kristen untuk membersihkan kemunafikannya, menyembuhkan kemunafikannya lebih dahulu sebelum membersihkan dan menyembuhkan kemunafikan orang lain. 

Seorang penyembuh harus sehat terlebih dahulu dalam Dunia medis agar ia aman menyembuhkan pasiennya. Seorang penyembuh psikologis sesungguhnya lebih dahulu menyembuhkan dirinya sendiri sehingga menjadi pribadi yang sehat secara psikologis sebelum menyembuhkan sesama secara psikologis.  "Seorang penyembuh yang terluka yang telah sembuh dari Luka psikologisnya dapat menjadi penyembuh sesama yang terluka secara psikologis."  Yang terluka yang menyembuhkan, demikian kata seorang guru yang telah berpengalaman dalam profesinya sebagai penyembuh Luka bathin.*** 


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XII


Senin, 21 Juni 2021


PW S. Aloisius Gonzaga, Biarawan


Bacaan Pertama

Kej 12:1-9


"Abram berangkat sesuai dengan sabda Tuhan."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Di negeri Haran Tuhan bersabda kepada Abram,

"Tinggalkanlah negerimu, sanak saudaramu dan rumah bapamu ini,

dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.

Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar,

dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur;

dan engkau akan menjadi berkat.

Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau,

dan akan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau.

Dan segala kaum di muka bumi akan mendapat berkat karena engkau."


Maka berangkatlah Abram sesuai dengan sabda Tuhan.

Lot pun ikut bersama dengan dia.

Abram berumur tujuh puluh lima tahun,

ketika ia berangkat dari Haran.

Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya,

segala harta benda milik mereka

dan orang-orang yang mereka peroleh di Haran.

Mereka berangkat ke tanah Kanaan,

dan sampai di situ, Abram berjalan melintasi negeri itu,

sampai ke suatu tempat dekat Sikhem,

yakni pohon tarbantin di More.

Waktu itu negeri tersebut didiami orang Kanaan.


Maka Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan bersabda,

"Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu."

Maka Abram mendirikan di situ sebuah mezbah bagi Tuhan,

yang telah menampakkan diri kepadanya.

Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel.

Di sana ia memasang kemahnya

dengan Betel di sebelah barat, dan Ai di sebelah timur.

Lalu ia mendirikan sebuah mezbah di situ bagi Tuhan,

dan memanggil nama-Nya.

Sesudah itu Abram berangkat lagi,

dan makin jauh ia berjalan ke Tanah Negeb.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 33:12-13.18-19.20.22,R:12b


Refren: Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan

menjadi milik pusaka-Nya.


*Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,

suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya!

Tuhan memandang dari surga,

dan melihat semua anak manusia;


*Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa,

kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya;

Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut

dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.


*Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan.

Dialah penolong dan perisai kita.

Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami,

seperti kami berharap kepada-Mu.


Bait Pengantar Injil

Ibr 4:12


Firman Tuhan itu hidup dan kuat,

menusuk ke dalam jiwa dan roh.


Bacaan Injil

Mat 7:1-5


"Keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit Yesus berkata:

"Janganlah menghakimi, supaya kalian tidak dihakimi.

Karena dengan penghakiman

yang telah kalian pakai untuk menghakimi,

kalian sendiri akan dihakimi.

Dan ukuran yang kalian pakai untuk mengukur,

akan ditetapkan pada kalian sendiri.

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu,

sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu,

'Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu,

padahal di dalam matamu sendiri ada balok?'


Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri,

maka engkau akan melihat dengan jelas

untuk mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu."


Demikianlah sabda Tuhan.

Mukjizat Terjadi Pada Saat Situasi Hidup Abnormal


*P.Benediktus Bere Mali, SVD* 

 Beberapa waktu lalu tepatnya awal bulan Mei 2020 seorang teman Demam dengan panas tinggi 40 derajat selama kurang lebih satu Minggu. Karena pandemik covid 19, teman yang sakit Demam ini mengobati diri sendiri di kamar tetapi demam dan panas tingginya tetap pada posisi 40 derajat. Teman ini didorong oleh kawan-kawannya untuk ke dokter agar akar soalnya ditemukan untuk disembuhkan tepat sasar. Kondisi fisik semakin lemah, dicurigai terpapar covid 19 pun semakin kuat. Waktu telepon pihak Rumah Sakit, pihak Rumah Sakit segera kirim Sopir dengan ambulance datang menjemput pasien yang sedang sakit, dan tak seorang teman pun yang rela mendampingi ke Rumah Sakit karena pandemi covid 19 dan negara sedang lockdown. Masing-masing orang menyelamatkan diri sendiri agar tidak terpapar covid 19. Tiba di Rumah Sakit, dalam keadaan tak berdaya, semua urusan dilakukan pasien secara mandiri di UGD sampai ke kamar Sakit. Karena general check up, dari siang sampai malam tidak makan dan Tubuh semakin lemah, dan waktu makan siang sudah lewat sehingga pasien tunggu makan malam yang Masih lama datangnya. Pasien tertidur pingsan tak sadarkan diri di tempat tidur. Pada saat menunggu hasil general check up dan kondisi fisik bagaikan telur diujung tanduk. Pada saat itulah tampak dalam mimpi dua orang Malaikat berpakaian putih datang menghampiri pasien, mendoakan, memberkati di dahi pasien dan menyembuhkan pasien. Pasien menyimpan pesan mimpi itu dalam hatinya dengan penuh iman dan harapan bahwa Tuhan pasti menyembuhkan lewat para dokter dan perawat di Rumah Sakit. 

Pada sore Menjelang makan malam, dokter datang memberitahukan hasil check up bahwa pasien bukan terpapar covid 19 tetapi demam Berdarah. Dokter langsung pasang inpus. Dokter katakan keadaan pasien sangat kritis, jika terlambat beberapa jam saja akan fatal. Karena Trombosit tinggal 800 (sangat rendah). Tetapi dokter juga memiliki kecemasan tinggi karena pandemi covid 19 bisa dengan mudah menyerang dalam kondisi Tubuh yang rendah Trombositnya.  Hati pun diserang oleh Demam Berdarah dari hasil pemeriksaan. Obat hati pun segera diminum agar hati dapat sehat kembali. Selain Itu obat penurun panas dan obat meningkatkan Trombosit harus dikonsumsi. AC di kamar harus dinyalakan selama 24 jam untuk membantu menurunkan panas tinggi pasien. Menariknya bahwa setiap tidur, selalu muncul dua malaekat berpakaian putih datang di bagian kepala tempat tidur pasien, mendoakan pasien, lalu memberkati dahi pasien, lalu menyembuhkan pasien. Pasien pun semakin sadar akan Mukjizat penyembuhan yang datang lewat MalaikatNya dalam mimpi pasien.  Tepat 8 hari pasien sembuh dan kembali ke RumahNya.  Pasien sharing pengalamannya tentang mukjizat penyembuhan Tuhan atas dirinya kepada penulis bahwa Mukjizat Tuhan terjadi pada saat abnormal. Tidak mungkin mukjizat Tuhan terjadi pada saat normal dimana manusia Masih bisa berusaha untuk menyelesaikan kesulitan hidupnya. Tuhan pasti campur tangan pada saat semua usaha manusia mandeg untuk keluar dari persoalan hidupnya. 


Para murid sedang menghadapi badai gelombang laut dahsyat yang menghantam perahu mereka. Usaha mereka melawan  arus gelombang besar untuk menyelamatkan hidup, bagaikan telur sedang berada di ujung tanduk. Sesaat lagi hidup mereka terhanyut oleh derasnya gelombang air yang tidak mengenal kompromi. 

Di sini kita dapat melihat bahwa sebetulnya Mukzijat Tuhan terjadi pada saat abnormal dimana usaha normal para murid tidak dapat menghentikan atau mendiamkan mengamuknya gelombang air laut.  Tuhan Yesus membuat alam taat kepadaNya. Ketika Yesus mengatakan kepada gelombang laut Itu "Diam, tenanglah" maka tenanglah gelombang air laut Itu. Para Murid dan orang -orang yang menyaksikan Itu mengakui bahwa Yesus adalah pernyataan Allah yang tampak memiliki kekuatan atas alam ciptaan. Tuhan menciptakan alam dan Tuhan memiliki kekuatan yang luar biasa atas alam. Tuhan mengatur alam bukan alam yang mengatur Tuhan Yesus. Pengalaman iman para murid akan Mukjizat ini mengokohkan iman mereka kepada Tuhan Yesus. 


Bacaan Kedua menegaskan bahwa orang beriman kepada Kristus, hidup bukan berdasarkan ukuran Kristus, bukan berdasarkan takaran manusia. Ini artinya orang hidup di dalam Kristus. Orang yang hidup di dalam Kristus berpikir, berbicara dan bertindak sebagai manusia baru yang taat pada Kristus dalam suka dan duka. Sebaliknya orang yang hidup menurut ukuran manusia adalah orang yang dapat digolongkan sebagai manusia lama. Hidup dalam  Kristus berarti orang yang taat pada Kristus Raja Semesta Alam. Alam taat kepadaNya. Alam dan manusia diciptakanNya. Maka manusia pun harus taat kepada-Nya. 

Bacaan pertama menegaskan bahwa alam termasuk pasang dan surut air laut, gelombang dan ketenangan air laut ada dalam kuasa Allah. Allah mengeringkan air laut pada saat bangsa Israel menyeberangi laut menuju Tanah Terjanji tetapi Mengalirkan air laut ketika musuh yang mengejar bangsa Israel hendak menyeberangi laut yang sama.  Allah menutupi pintu Hulu air Sungai Yordan sehingga bangsa Israel menyeberanginya menuju Tanah Terjanji.  Tuhan adalah Maha Kuasa atas alam dan manusia ciptaanNya. Manusia dan alam taat setia kepada Nya. Itulah iman. Itulah iman yang hidup.***





Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Biasa XII 


Minggu, 20 Juni 2021


Bacaan Pertama

Ayb 38:1.8-11


"Di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan."


Pembacaan dari Kitab Ayub:


Dari dalam badai Tuhan menjawab Ayub, kata-Nya,

"Siapa yang telah membendung laut dengan pintu,

ketika laut itu membual ke luar dari dalam rahim samudera?

ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya

dan kekelaman menjadi kain bedungnya?

ketika Aku menetapkan batasnya,

dan memasang palang dan pintu?

ketika Aku berfirman:

Sampai di sini engkau boleh datang dan jangan lewat,

di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan?"


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 107:23-24.25-26.28-29.30-31,R:1b


Refren: Bersyukurlah kepada Tuhan,

kekal abadi kasih setia-Nya.


*Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal,

yang melakukan perdagangan di lautan luas;

mereka melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan,

dan karya-karya-Nya yang ajaib di tempat yang dalam.


*Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai

yang meninggikan gelombang-gelombang laut.

Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya,

jiwa mereka hancur karena celaka.


*Maka,  dalam kesesakannya, berseru-serulah mereka kepada Tuhan,

dan Tuhan mengeluarkan mereka dari kecemasan;

dibuat-Nyalah badai itu diam,

sehingga gelombang-gelombang laut pun  tenang.


*Mereka bersukacita, sebab semuanya reda,

dan Tuhan menuntun mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.

Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya,

karena karya-karya-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.


Bacaan Kedua

2Kor 5:14-17


"Sungguh, yang baru sudah datang!"


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

kasih Kristus telah menguasai kami.

Sebab kami mengerti bahwa,

jika satu orang sudah mati untuk semua orang,

maka semua orang sudah mati.

Dan Kristus telah mati untuk semua orang,

supaya mereka yang hidup,

tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri,

melainkan untuk Dia,

yang telah mati dan dibangkitkan bagi mereka.


Sebab itu

kami tidak lagi menilai seorang pun menurut ukuran manusia.

Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia,

sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

Jadi barangsiapa ada dalam Kristus,

ia adalah ciptaan baru.

Yang lama sudah berlalu,

dan sungguh, yang baru sudah datang!


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Luk 7:16


Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,

dan Allah telah melawat umat-Nya.


Bacaan Injil

Mrk 4:35-40


"Siapakah gerangan orang ini,

sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekali peristiwa,

waktu hari sudah petang,

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Marilah kita bertolak ke seberang."

Mereka meninggalkan orang banyak,

lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka

dalam perahu di mana Yesus telah duduk

dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia.


Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat,

dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu,

sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan,

di atas sebuah tilam.

Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya,

"Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

Yesus pun bangun, menghardik angin itu,

dan berkata kepada danau itu,

"Diam! Tenanglah!"

Lalu angin itu reda, dan danau pun menjadi teduh sekali.

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Mengapa kamu begitu takut?

Mengapa kamu tidak percaya?"

Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain,

"Siapa gerangan orang ini,

sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"


Demikianlah sabda Tuhan.

Pilih Allah itu Primer bagi orang beriman

 

*P.Benediktus Bere Mali, SVD* 


Orang lebih merespons positif terhadap kehebatan seseorang, misalnya orang yang berhasil di dalam sebuah pertandingan bola kaki perebutan piala dunia. Masih ingat baik Andreas Escobar ditembak pendukungnya  karena ia  gol bunuh diri sehingga teamnya kalah dan tersingkir.  Orang sedikit bahkan banyak mengalami kesulitan untuk berbangga atas kegagalan bahkan merespons emosional terhadap kegagalan sesamanya tanpa berpikir panjang pakai logika mengapa sesamanya gagal. Singkatnya orang tidak mau berbangga atas kelemahan dan kegagalannya karena orang tidak melihat pesan positif di balik kegagalannya atau kegagalan sesamanya. Hanya orang yang melihat sisi positif di balik kegagalannya itulah dapat berbangga atas kelemahan dan kegagalannya karena di balik kegagalan ada keberhasilan yang tertunda.


Paulus menulis Surat kepada Umat di Korintus  dengan pesan berbangga atas kelemahannya karena dalam kelemahannya itulah anugerah besar Allah bekerja di dalam dirinya yang terpilih menjadi murid Kristus. Mengapa ia bangga atas kelemahannya sementara dunia ini sulit mengakui apalagi berbangga atas kelemahannya?  Orang Korintus berbangga atas kehebatannya dalam kekayaan mereka dan kehebatan dalam kehidupan rohani. Mereka tidak mengakui kelemahannya apalagi bangga atas kelemahan mereka. Artinya orang Korintus Itu sangat sombong atas kekayaan materi dan kehebatan spiritualitas mereka. Paulus justru sebaliknya bahwa berbangga atau menerima kelemahan diri dan dengan rendah hati di hadapan Allah, tidak merasa diri sangat hebat, sebagai peluang dan pintu lebar bagi rahmat Allah bekerja di dalam dirinya yang sangat rendah hati di hadapan Tuhan dan Sesama. Artinya bahwa Paulus tidak tunduk di hadapan harta duniawi dan kesombongan yang Mempersulit dirinya menerima kelemahan diri berbasis kerendahan hati sebagai peluang terbuka lebar bagi Allah bekerja di dalam dirinya. Rahmat Allah yang berkerja di dalam diri yang lemah dan rendah hati inilah membuat Paulus berbangga atas kelemahannya, yang digunakan sebagai cara Paulus mengkritik Umat di Korintus yang sombong atas harta kekayaan dan kehebatan spiritualitas mereka yang didukung oleh harta kekayaan  yang mereka miliki. Cara kritik Paulus terhadap Umat Korintus ini sebetulnya fokuskan diri dan orang Korintus hanya pada Allah sedangkan uang sebagai dukungan karya pelayanan. Orang Korintus harus sadar bahwa harta kekayaan duniawi sebagai Sarana bagi Pewartaan Injil. 

Bacaan Injil secara tajam tegaskan bahwa orang tidak boleh menyembah Mammon dan Allah sekaligus.  Orang harus fokus utamakan Allah di atas segala-galanya termasuk Mammon. Mammon banyalah sebagai Sarana yang mendukung pelayanan Allah. Orang tidak boleh pasif dalam Hal pilihan Allah sebagai utama,tetapi harus aktif memilih Allah dalam kata, tulisan dan aksi konkret di hadapan publik.

Kita memiliki panggilan kita masing-masing. Seorang imam fokusnya adalah pelayanan Sakramen-sakramen yang berpusat pada Perayaan Ekaristi setiap hari bersama jemaat maupun secara pribadi. Status, profesi, gelar dalam bidang lain sebagai yang sekunder yang mendukung tugas pokok imam sebagai yang primer. Demikian juga seorang yang menjalani panggilan hidup berkeluarga, fokusnya adalah hidup berkeluarga sedangkan semua profesi, kerja, uang, untuk kehidupan berkeluarga. Orang tidak dapat menyembah Mammon sekaligus Allah. Karena orang yang menyembah Mammon sekaligus Allah akan menimbulkan kekacauan dalam hidupnya. Pilihlah Allah sebagai yang primer sedangkan Mammon hanyalah sebagai Sarana yang mendukung kita untuk fokus pada Hal primer. ***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XI


Sabtu, 19 Juni 2021


PF S. Romualdus, Abas


Bacaan Pertama

2Kor 12:1-10


"Aku suka bermegah atas kelemahanku."


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

aku harus bermegah, sekalipun hal ini memang tidak ada faedahnya.

Namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan

dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.

Aku tahu tentang seorang Kristen;

empat belas tahun yang lalu,

entah di dalam tubuh, entah di luar tubuh,

aku tidak tahu, Allahlah yang tahu

orang itu tiba-tiba diangkat ke surga, ke tingkat yang ketiga.

Aku juga tahu tentang orang itu,

(entah di dalam tubuh, entah di luar tubuh,

aku tidak tahu, Allahlah yang tahu),

ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus

dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan,

yang tidak boleh diucapkan manusia.

Atas orang itu aku hendak bermegah,

tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah,

selain atas kelemahan-kelemahanku.

Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga,

aku bukan orang bodoh lagi,

karena aku mengatakan kebenaran.

Tetapi aku menahan diriku,

supaya jangan ada orang yang menilai aku

lebih daripada yang mereka lihat padaku

atau yang mereka dengar dari padaku.


Saudara-saudara,

agar aku jangan meninggikan diri

karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu,

aku diberi suatu duri di dalam dagingku,

yaitu seorang utusan Iblis

untuk menggocoh aku, agar aku jangan meninggikan diri.

Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan,

supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku,

"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu,

sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."


Sebab itu aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku,

agar kuasa Kristus turun menaungi aku.

Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan,

siksaan, kesukaran, penganiayaan dan kesesakan

oleh karena Kristus.

Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 34:8-9.10-11.12-13,R:9a


Refren: Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan.


*Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,

lalu meluputkan mereka.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!

Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!


*Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus,

sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan.

Singa-singa muda merana kelaparan,

tetapi orang-orang yang mencari Tuhan

tidak kekurangan suatu pun.


*Marilah anak-anak, dengarkanlah aku,

takut akan Tuhan akan kuajarkan kepadamu!

Siapakah yang menyukai hidup?

Siapakah yang mengingini umur panjang

untuk menikmati yang baik?


Bait Pengantar Injil

2Kor 8:9


Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya,

agar berkat kemiskinan-Nya, kalian menjadi kaya.


Bacaan Injil

Mat 6:24-34


"Janganlah kuatir akan hari esok."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus,

"Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan.

Karena jika demikian,

ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain,

atau ia akan setia kepada yang seorang

dan tidak mengindahkan yang lain.

Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.


Karena itu Aku berkata kepadamu:

Janganlah kuatir akan hidupmu,

apa yang hendak kalian makan atau minum,

dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu,

apa yang hendak kalian pakai.

Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan,

dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?

Pandanglah burung-burung di langit,

yang tidak menabur dan tidak menuai,

dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung,

toh diberi makan oleh Bapamu yang di surga.

Bukankah kalian jauh melebihi burung-burung itu?


Siapakah di antara kalian

yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja

pada jalan hidupnya?

Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian?

Perhatikanlah bunga bakung di ladang,

yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal.

Namun Aku berkata kepadamu,

Salomo dalam segala kemegahannya pun

tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang,

yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api,

tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kalian,

hai orang yang kurang percaya?


Maka janganlah kamu kuatir dan berkata,

'Apakah yang akan kami makan?

Apakah yang akan kami minum?

Apakah yang akan kami pakai?'

Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu,

bahwa kalian memerlukan semuanya itu.

Maka carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,

maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.


Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok,

karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri.

Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."


Demikianlah sabda Tuhan.