"Menegur Penguasa Tidak Bernoral Penuh Resiko dan itulah Pengalaman Yohanes Pembaptis yang Menegur Herodes dan sebagai balasannya Kepala Yohanes dipenggal."


#P.Benediktus Bere Mali, SVD#


Yohanes Pembaptis tidak kenal kata cuek terhadap Penguasa yang jelas jelas tidak Bernoral di depan matanya dan di hadapan mata publik. Ketika semua orang seolan-olah buta dan Seolah-olah tidak melihatnya, bahkan keluarga Penguasa yang melihatnya tetap cuek tidak berani menegur, justru Yohanes Pembaptis bangkit lantang face to face menegur Herodes.  

Harta kuasa dan Wanita yang diperoleh dengan balutan tidak Bernoral bagi Yohanes Pembaptis harus dilawan lewat teguran dalam tulisan dan bahkan dalam bahasa lisan langsung berhadapan dengan Herodes. 

Kebenaran memang sangat mahal. Usaha Yohanes pembaptis dibalas dengan pemenggalan kepalanya atas kuasa Herodes yang tidak Bermoral.  Nyawa Yohanes adalah korban Penguasa yang tidak mau hidup Bermoral. 

Roh Kebenaran Yohanes Pembaptis tetap hidup di sepanjang zaman. Injil hari ini memandu kita untuk menegur Penguasa atau pemimpin yang tidak Bermoral agar kembali ke jalan yang benar. Pemimpin bukan siapa siapa tetapi pemimpin adalah diri kita sendiri. Kita menjadi pemimpin untuk diri kita sendiri.  Apakah kita menegur diri sendiri dan Sesama bahkan Penguasa yang tidak Bermoral ? Belajar dari Yohanes Pembaptis dan belajar dari kearifan lokal kita dalam menegur sesama untuk kebaikan bersama. *****

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVII


Sabtu, 31 Juli 2021


PW S. Ignasius dari Loyola, Imam


Bacaan Pertama

Im 25:1.8-17


"Dalam tahun suci semua hendaknya pulang ke tanah miliknya."


Pembacaan dari Kitab Imamat:


Tuhan bersabda kepada Musa di gunung Sinai,

"Engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun.

Jadi tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.

Lalu engkau harus membunyikan sangkakala di mana-mana

dalam bulan ketujuh, pada tanggal sepuluh.

Pada hari raya Pendamaian

kalian harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu

di mana-mana di seluruh negerimu.

Kalian harus menguduskan tahun yang kelima puluh,

dan memaklumkan kebebasan bagi segenap penduduk negeri.

Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu,

dan masing-masing kalian harus pulang ke tanah miliknya

dan kembali kepada kaumnya.


Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu.

Janganlah kalian menabur,

dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai,

dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kalian petik buahnya.

Karena tahun itu tahun Yobel,

maka haruslah menjadi kudus bagimu;

hasil tahun itu yang hendak kalian makan harus diambil dari ladang.


Dalam tahun Yobel itu semua harus pulang ke tanah miliknya.

Apabila kalian menjual sesuatu kepada sesamamu

atau membeli dari padanya,

janganlah kalian merugikan satu sama lain.

Apabila engkau membeli dari sesamamu

haruslah menurut jumlah tahun sesudah tahun Yobel.

Dan apabila ia menjual kepadamu

haruslah menurut jumlah tahun panen.

Makin besar jumlah tahun itu makin besarlah pembeliannya,

makin kecil jumlah tahun itu, makin kecillah pembeliannya,

karena jumlah panenlah yang dijualnya kepadamu.

Janganlah kalian merugikan satu sama lain,

tetapi engkau harus takwa kepada Allahmu.

Akulah Tuhan, Allahmu."


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN LAIN:

1Kor 10:31-11:1


Pembacaan dari Surat pertama Rasul Paulus

kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

jika engkau makan atau minum,

atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain,

lakukanlah semuanya itu demi kemuliaan Allah.

Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang,

baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.

Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal,

bukan untuk kepentinganku sendiri,

tetapi untuk kepentingan orang banyak,

supaya mereka beroleh selamat.

Jadilah pengikutku,

sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 67:2-3.5.7-8,R:4


Refren: Hendaknya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah.

Hendaknya semua bangsa bersyukur kepada-Mu.


*Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita,

kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya,

supaya jalan-Mu dikenal di bumi,

dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.


*Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai,

sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,

dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.


*Tanah telah memberi hasilnya;

Allah, Allah kita, memberkati kita.

Allah memberkati kita;

kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!


ATAU MAZMUR LAIN:

Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9.10-11


Refren: Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu.

(Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan)


*Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu;

puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku.

Karena Tuhan jiwaku bermegah;

biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya

dan bersukacita.


*Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku,

marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya.

Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku,

dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.


*Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,

maka mukamu akan berseri-seri,

dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan,

Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.


*Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,

lalu meluputkan mereka.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!

Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!


*Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus,

sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan.

Singa-singa muda merana kelaparan,

tetapi orang-orang yang mencari Tuhan

tidak kekurangan sesuatu pun.


Bait Pengantar Injil

Mat 5:10


Berbahagialan yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan,

sebab bagi merekalah Kerajaan Surga.


Bacaan Injil

Mat 14:1-12


"Herodes menyuruh memenggal kepala Yohanes Pembaptis.

Kemudian murid-murid Yohanes memberitahukan hal itu kepada Yesus."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa sampailah berita tentang Yesus

kepada Herodes, raja wilayah.

Maka ia berkata kepada pegawai-pegawainya,

"Inilah Yohanes Pembaptis.

Ia sudah bangkit dari antara orang mati

dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."


Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes,

membelenggu dan memenjarakannya,

berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus, saudaranya.

Sebab Yohanes pernah menegur Herodes,

"Tidak halal engkau mengambil Herodias!"

Herodes ingin membunuhnya,

tetapi ia takut kepada orang banyak

yang memandang Yohanes sebagai nabi.


Tetapi pada hari ulang tahun Herodes,

menarilah puteri Herodias di tengah-tengah mereka

dan menyenangkan hati Herodes,

sehingga Herodes bersumpah

akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.

Maka setelah dihasut oleh ibunya, puteri itu berkata,

"Berikanlah kepadaku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."

Lalu sedihlah hati raja.

Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya,

diperintahkannya juga untuk memberikannya.


Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara,

dan membawanya di sebuah talam,

lalu diberikan kepada puteri Herodias,

dan puteri Herodias membawanya kepada ibunya.

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis

mengambil jenazah itu dan menguburkannya.

Lalu pergilah mereka memberitahu Yesus.


Demikianlah sabda Tuhan.

Makna Kesakralan Ritual Agama Mengikat Anggota dan Pengikutnya

 



#P.Benediktus Bere Mali, SVD*




Setiap detik dari Timur ke Barat ada orang yang mengisi waktu satu detik selama dua puluh empat jam sehari dengan berdoa, merayakan Ekaristi Kudus untuk menguduskan diri, menguduskan dunia alam sekitar, menguduskan waktu yang berasal dari Tuhan Allah Maha Kudus. Dari segi time zone di Seluruh dunia, sangat masuk akal, dapat dimengerti bahwa setiap detik diisi oleh manusia dengan doa di depan Sakramen Maha Kudus, doa bersama, doa pribadi.  Allah Maha Kudus memberi waktu kepada kita manusia. Kita hidup dalam waktu Allan Maha Kudus. Waktu itu Kudus. Tempat kita doa adalah Kudus. Kita adalah mahkluk Kudus. 

Bacaan Pertama memberikan waktu jadwal kudus bagi kita untuk memupuk iman kita kepada Allah Maha Kudus.  Waktu dan tempat dimana kita berada adalah hadiah dari Allah Maha Kudus. Iman kita kepada Allah Maha Kudus diekspresikan di dalam ritus, ritual sakral, doa dapat meneguhkan dan mengokohkan bahwa nyata dan hidup kesakralan dari waktu, tempat, materi dan diri yang memimpin dan merayakan ritual sakral. 

Allah Maha Kudus menjadi manusia di dalam Yesus yang hadir dan hidup di antara keluarga dan sahabatnya. Tetapi mereka menolakNya sumber kekudusan dan kesakralan dalam waktu dan tempat tinggal mereka. Penolakan dan pengabaian terhadap kesakralan adalah gejala matinya iman orang yang menolak sumber utama sakral yaitu Allah yang hidup nyata dalam diri Yesus.  

Kesakralan yang tidak diinstitusikan akan mudah hilang dalam sejarah hidup keagamaan. Komunitas dan negara atau suku bangsa yang kehilangan institusi kesakralan yang mengikat anggotanya akan berdampak kehilangan pengikut Agama Agama yang pusatnya adalah kesakralan itu sendiri.


Tetapi di sisi lain selama tetap hidup Ritual sakral yang tetap diistitusikan dalam komunitas Suku Suku, agama-agama, Hal itu berarti tetap mengokohkan organisasi komunitas Suku, Agama manapun. Karena Makna ritual itu sangat mendalam bagi praksis hidup pemilik dan pengikut ritual sakral kelompok Suku dan agamanya. *****

  


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVII


Jumat, 30 Juli 2021


PF S. Petrus Krisologus, Uskup dan Pujangga Gereja


Bacaan Pertama

Im 23:1.4-11.15-16.27.34b-37


"Hari-hari Tuhan yang harus kalian rayakan dan kalian kuduskan."


Pembacaan dari Kitab Imamat:


Tuhan bersabda kepada Musa,

"Inilah hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan,

hari-hari pertemuan kudus yang harus kalian maklumkan

masing-masing pada waktunya yang tetap.

Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu,

pada waktu senja,

adalah Paskah bagi Tuhan.

Dan pada hari yang kelima belas bulan itu

adalah hari raya Roti Tidak Beragi.


Tujuh hari lamanya kalian harus makan roti yang tidak beragi.

Pada hari yang pertama kalian harus mengadakan pertemuan kudus.

Janganlah kalian melakukan sesuatu pekerjaan berat.

Kalian harus mempersembahkan kurban api-apian kepada Tuhan tujuh hari lamanya.

Pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus,

Janganlah kalian melakukan sesuatu pekerjaan berat."


Tuhan bersabda pula kepada Musa,

"Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka,

'Apabila kalian sampai ke negeri

yang akan Kuberikan kepada kalian,

dan kalian menuai hasilnya,

maka kalian harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam.

Dan imam itu harus mengunjukkan berkas itu di hadapan Tuhan,

supaya Tuhan berkenan akan kalian.

Imam harus mengunjukkannya pada hari sesudah sabat.


Kemudian kalian harus menghitung,

mulai dari hari sesudah sabat itu,

yaitu waktu kalian membawa berkas persembahan unjukan,

haruslah genap tujuh minggu.

Sampai pada hari sesudah sabat yang ketujuh

harus kalian hitung lima puluh hari.

Lalu kalian harus mempersembahkan kurban sajian yang baru kepada Tuhan.


Akan tetapi tanggal sepuluh bulan ketujuh adalah Hari Pendamaian.

Kalian harus mengadakan pertemuan kudus

dan harus merendahkan diri dengan berpuasa

dan mempersembahkan kurban api-apian kepada Tuhan.

Hari yang kelima belas bulan ketujuh itu

adalah hari raya Pondok Daun bagi Tuhan,

tujuh hari lamanya.

Pada hari yang pertama harus ada pertemuan kudus.

Janganlah kalian melakukan sesuatu pekerjaan berat.

Tujuh hari lamanya

kalian harus mempersembahkan kurban api-apian

dan pada hari yang kedelapan

kalian harus mengadakan pertemuan kudus

dan mempersembahkan kurban api-apian kepada Tuhan.

Itulah hari raya Perkumpulan.

Janganlah kalian melakukan sesuatu pekerjaan berat.


Itulah hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan,

yang harus kalian maklumkan sebagai hari pertemuan kudus

untuk mempersembahkan kurban api-apian kepada Tuhan,

yaitu kurban bakaran dan kurban sajian,

kurban sembelihan dan kurban-kurban curahan,

setiap hari, sebanyak yang ditetapkan untuk hari itu."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 81:3-4.5-6ab.10-11ab,R:2a


Refren: Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita.


*Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana,

petiklah kecapi yang merdu, diiringi gambus.

Tiuplah sangkakala pada bulan baru,

pada bulan purnama, pada hari raya kita.


*Sebab begitulah ditetapkan bagi Israel,

suatu hukum dari Allah Yaku;

hal itu ditetapkan-Nya sebagai peringatan bagi Yusuf,

waktu Ia maju melawan tanah Mesir.


*Janganlah ada di antaramu allah lain,

dan janganlah engkau menyembah allah asing.

Akulah Tuhan, Allahmu,

yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.


Bait Pengantar Injil

1Ptr 1:25


Sabda Tuhan tetap selama-lamanya.

Itulah sabda yang diwartakan kepadaku.


Bacaan Injil

Mat 13:54-58


"Bukankah Dia itu anak tukang kayu? 

Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari Yesus kembali ke tempat asal-Nya.

Di sana Ia mengajar orang di rumah ibadat mereka.

Orang-orang takjub dan berkata,

"Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu?

Bukankah Dia  itu anak tukang kayu?

Bukankah ibu-Nya bernama Maria

dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?

Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.


Maka Yesus berkata kepada mereka,

"Seorang nabi dihormati di mana-mana,

kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."

Karena ketidakpercayaan mereka itu,

maka Yesus tidak mengerjakan banyak mujizat di situ.


Demikianlah sabda Tuhan.

Aspek Sosial Iman Marta



#P.Benediktus Bere Mali, SVD#

Diantara sekian banyak guide yang dijumpai hanya ada satu guide yang terbaik membimbing dan menyembuhkan yaitu Allah yang telah menjadi manusia di dalam Tuhan Yesus. Pada siang hari lewat tiang Awan Allah membimbing ziarah iman Israel dari Padang Gurun menuju Tanah Terjanji. Pada malam hari dalam Tiang Api Allah memandu Israel menuju Tanah Terjanji. Pada saat istirahat Allah tinggal di Dalam kemah Israel. Setiap saat orang beriman tinggal di Dalam Allah dan Allah tinggal di Dalam kemah hati manusia. Ikatan rohani bangsa Israel dengan Allah inilah menyelatkan bangsa Israel dalam suka dan duka. 

Yesus adalah Allah yang hidup menjadi guide satu-satunya bagi orang percaya berjalanenuju kehidupan dan kebahagiaan sejati di dalam Allah. Marta menjadi bait Allah karena percaya kepada Yesus. Iman Marta menyelamatkan dirinya. Tetapi bukan hanya itu. Iman Marta mbangkitkan saudaranya yang sudah meningal. Iman Marta kepada Yesus, "Aku Percaya" membangkitkan Lazarus dari kematian. Aspek sosial selain aspek personal iman Marta menjadi nyata. 

Kita beriman kepada Allah dan Tuhan Yesus. Iman kita untuk menyelamatkan diri. Iman kita juga memiliki aspek sosial menyelamatkan ornag lain. Iman dalam kata, doa, dan iman dalam perbuatan berdampak pertama bagi diri dan bagi orang lain, Bapa mama adik kaka dan semua orang. Jadilah kemah Allah yang selamatkan diri sesama dan ornag lain dan Dunia.*****


"Allah Tinggal Bersama di dalam Kemah Hati Bangsa Israel."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVII


Kamis, 29 Juli 2021


PW S. Marta


Bacaan Pertama

Kel 40:16-21.34-38


"Awan menutupi Kemah Pertemuan

dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Tentang hal ikhwa Kemah Suci

Musa melakukan semuanya secara tepat,

seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya.

Dan terjadilah dalam bulan pertama tahun kedua,

pada tanggal satu bulan itu didirikanlah Kemah Suci.

Beginilah Musa mendirikan Kemah Suci itu:

Ia Memasang alas-alasnya, menyusun papan-papannya,

memasang kayu-kayu lintang dan mendirikan tiang-tiangnya.

Kemudian ia membentangkan atap kemah

yang menudungi Kemah Suci

dan meletakkan tudung kemah di atasnya,

seperti diperintahkan Tuhan kepadanya.


(Lalu Musa mengambil loh hukum Allah, menaruhnya ke dalam tabut,

lalu memasang kayu pengusung pada tabut itu dan meletakkan tutup pendamaian di atas tabut itu.

Ia membawa tabut itu ke dalam Kemah Suci, menggantungkan tabir penudung dan memasangnya sebagai penudung di depan tabut hukum Allah,

seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.)


Lalu awan menutupi Kemah Pertemuan

dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci,

sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan,

sebab awan itu hinggap di atas kemah

dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci.

Setiap kali awan itu naik dari atas Kemah Suci,

berangkatlah orang Israel dari tempat mereka berkemah.

Tetapi jika awan itu tidak naik, mereka pun tidak berangkat,

sampai hari awan itu naik.

Sebab awan Tuhan itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari,

dan pada malam hari ada api di dalamnya,

di depan mata seluruh umat Israel

pada setiap tempat mereka berkemah.


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN LAIN:

1Yoh 4:7-16


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:


Anak-anakku yang kekasih,

marilah kita saling mengasihi,

sebab kasih itu berasal dari Allah;

dan setiap orang yang mengasihi,

lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah,

sebab Allah adalah kasih.

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita,

yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia,

supaya kita hidup oleh-Nya.

Inilah kasih itu:

Bukan kita yang telah mengasihi Allah,

tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita

dan telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita.


Anak-anakku kekasih,

jikalau Allah sedemikian mengasihi kita,

maka haruslah kita pun saling mengasihi.

Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah.

Tetapi jika kita saling mengasihi,

Allah tetap di dalam kita,

dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Beginilah kita ketahui

bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita,

yakni bahwa Ia telah mengaruniakan kita

mendapat bagian dalam Roh-Nya.

Kami telah melihat dan bersaksi,

bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah,

Allah tetap berada di dalam dia

dan dia di dalam Allah.

Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita.

Allah adalah kasih,

dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih,

ia tetap berada di dalam Allah

dan Allah di dalam dia.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 84:3-6a.8a.11,R:2


Refren: Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu,

ya Tuhan semesta alam!


*Jiwaku merana

karena merindukan pelataran Tuhan;

jiwa dan ragaku bersorak-sorai

kepada Allah yang hidup.


*Bahkan burung pipit mendapat tempat

dan burung layang-layang mendapat sebuah sarang,

tempat mereka menaruh anak-anaknya,

pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam,

ya Rajaku dan Allahku!


*Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu,

yang memuji-muji Engkau tanpa henti.

Berbahagialah para peziarah

yang mendapat kekuatan dari pada-Mu,

langkah mereka makin lama makin tinggi.


*Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu

daripada seribu hari di tempat lain;

lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku

daripada diam di kemah-kemah orang fasik.


ATAU MAZMUR LAIN:

Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9.10-11


Refren: Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu.


*Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu;

puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku.

Karena Tuhan jiwaku bermegah;

biarlah orang-orang yang rendah hati

mendengarnya dan bersukacita.


*Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan daku,

marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya.

Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku,

dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.


*Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,

maka mukamu akan berseri-seri,

dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengar;

Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.


*Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,

lalu meluputkan mereka.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!

Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!


*Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus,

sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan.

Singa-singa muda merasa kelaparan,

tetapi orang-orang yang mencari Tuhan

tidak akan kekurangan suatu pun.


Bait Pengantar Injil

Kis 16:14b


Tuhan, bukalah hati kami,

supaya kami memperhatikan sabda Putera-Mu.


Bacaan Injil

Mat 13:47-53


"Ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada orang banyak,

"Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut,

lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan.

Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai.

Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu,

ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang.

Demikianlah juga pada akhir zaman.

Malaikat-malaikat akan datang

memisahkan orang jahat dari orang benar.

Yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api.

Di sana ada ratapan dan kertak gigi.


Mengertikah kalian akan segala hal ini ?"

Orang-orang menjawab, "Ya, kami mengerti."

Maka berkatalah Yesus kepada mereka,

"Karena itu

setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Allah

seumpama seorang tuan rumah

yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama

dari perbendaharaannya."

Setelah selesai menyampaikan perumpamaan itu,

Yesus pergi dari sana.


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN LAIN:

Yoh 11:19-27


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Menjelang Hari Raya Paskah,

banyak orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria

untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.

Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang,

ia pergi mendapatkan-Nya.

Tetapi Maria tinggal di rumah.


Maka kata Marta kepada Yesus,

"Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini,

saudaraku pasti tidak mati.

Tetapi sekarang pun aku tahu,

bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu

segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."

Kata Yesus kepada Marta,

"Saudaramu akan bangkit."

Kata Marta kepada-Nya,

"Aku tahu bahwa ia akan bangkit

pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."

Jawab Yesus, "Akulah kebangkitan dan hidup!

Barangsiapa percaya kepada-Ku,

ia akan hidup walaupun sudah mati;

dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku,

tidak akan mati selama-lamanya.

Percayakah engkau akan hal ini?"

Jawab Marta,

"Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah,

Dia yang akan datang ke dalam dunia."


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN INJIL LAIN

Luk 10:38-42


"Marta, Marta,

engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Sekali peristiwa

dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem,

tibalah Yesus di sebuah kampung.

Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria.

Maria ini duduk dekat kaki Tuhan

dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

tetapi Marta sibuk sekali melayani.

Marta mendekati Yesus dan berkata,

"Tuhan, tidakkah Tuhan peduli,

bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?

Suruhlah dia membantu aku!"

Tetapi Tuhan menjawabnya,

"Marta, Marta,

engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

padahal hanya satu saja yang perlu:

Maria telah memilih bagian yang terbaik,

yang tidak akan diambil dari padanya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Mencari dan menemukan yang terbaik



*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Di antara sekian banyak orang yang mencari yang terbaik baginya dalam Injil dan Bacaan Pertama hari ini pencarian dan penemuan yang terbaik itu adalah Allah Sendiri dan Yesus Sendiri. Musa dan bangsa Israel dalam suasana susah dan derita di Padang Gurun menuju Tanah Terjanji mencari dan menemukan yang terbaik adalah Allah Sendiri dalam warna persoalan yang sangat kompleks di Padang Gurun. Musa berbicara secara langsung dengan Allah dan firmanNya disampaikan kepada Bangsa Israel untuk yang terbaik bagi Israel dalam peziarahan menuju Tanah Terjanji yang Allah berikan kepada mereka. Allah memandu Israel dalam Awan di siang hari dan tiang api pada malam hari. Allah memberikan tata aturan dalam dekalog bagi hidup Israel dalam ziarah hidupnya menuju Tanah Terjanji di bumi dan kelak abadi di Surga. Pemimpin Israel Musa dan Harun serta para tetua Adat Bangsa Israel mendampingi Israel tetap fokus mencari dan menemukan Allah dalam persoalan kompleks di Padang Gurun. 

Mengutamakan terbaik yaitu Kerajaan Surga dalam Injil hari ini seperti harta yang terpendam di ladang dan setelah Tahu bahwa harta itu ada di ladang itu maka orang menjual segala harta kekayaannya dan membeli ladang itu.  Juga yang terbaik itu adalah Kerajaan Surga seperti mutiara terbaik yang dicari dan ditemukan seorang pedagang, setelah temukan mutiara berharga itu, ia menjual sagala harta yang lain untuk membeli mutiara yang sangat berharga itu. 

Kerajaan Surga yang terbaik itu adalah Yesus yang hadir di antara kita dalam Sabda, dan Ekariti Kudus. Terbaik karena beri kita keselamatan di dunia dan kelak di Surga. Utamakan Kerajaan Surga maka yang lain akan ditambahkan kepadamu.*****




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVII


Rabu, 28 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kel 34:29-35


"Melihat wajah Musa, orang-orang Israel takut mendekat."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Ketika Musa turun dari gunung Sinai

dengan membawa kedua loh hukum Allah,

ia tidak tahu, bahwa kulit wajahnya bercahaya

karena ia telah berbicara dengan Tuhan.

Dan ketika Harun dan semua orang Israel melihat Musa,

tampaklah kulit wajahnya bercahaya.

Maka mereka takut mendapati dia.

Tetapi Musa memanggil mereka.

Lalu Harun dan para pemimpin jemaah datang kepadanya

dan Musa berbicara kepada mereka.

Sesudah itu mendekatlah semua orang Israel

lalu disampaikannyalah kepada mereka segala perintah

yang diucapkan Tuhan kepadanya di atas gunung Sinai.


Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka,

diselubunginyalah wajahnya.

Tetapi apabila Musa masuk menghadap Tuhan

untuk berbicara dengan Dia,

ditanggalkannyalah selubung itu sampai ia keluar.

Dan apabila keluar, ia menyampaikan kepada orang Israel

apa yang diperintahkan kepadanya.

Apabila orang Israel melihat bahwa kulit wajah Musa bercahaya,

maka Musa menyelubungi wajahnya kembali

sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan Tuhan.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 99:5-7.9,R:9c


Refren: Kuduslah Tuhan, Allah kita.


*Tinggikanlah Tuhan, Allah kita,

dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya!

Kuduslah Ia!


*Musa dan Harun di antara imam-imam-Nya,

dan Samuel di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya.

Mereka berseru kepada Tuhan dan Ia menjawab mereka.


*Dalam tiang awan Ia berbicara kepada mereka;

mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya

dan pada ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka.


*Tinggikanlah Tuhan, Allah kita,

dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus!

Sebab kuduslah Tuhan, Allah kita!


Bait Pengantar Injil

Yoh 15:15b


Kalian Kusebut sahabat-Ku,

sebab kepada kalian Kusampaikan

apa saja yang Kudengar dari Bapa.


Bacaan Injil

Mat  13:44-46


"Ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak,

"Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang,

yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi.

Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya,

lalu membeli ladang itu.


Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang

yang mencari mutiara yang indah.

Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga,

ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Konsekuensi Anak Anak Kerajaan Allah yang baik versus Anak Anak Si Jahat yang buruk"


 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Mendengar kata jahat dan baik saya terdiam berhenti sejenak lalu ambil kacamata di tas Buku lalu baca Buku tentang Eros dan tanathos dari Freud. Kacamata Eros dan tanathos Freud secara sangat tajam melihat teks, huruf, kata, cerita Mitos, patung, drama, tarian, peperangan, perdamaian, ilmu hitam, ilmu putih yang ada di depan mata publik merupakan ekspresi psike, jiwa manusia yang paling dalam bukan dari luar dirinya.  Ketika orang duduk dan lihat ke dalam diri mengobservasi psike yang memiliki sisi mematikan dan menghidupkan dalam paradigma Freud maka orang temukan akar soalnya dari akar sehingga solusinya pun dari akar bukan dari luar. Ketika orang melihat jahat dan baik itu dari luar diri, Freud menempatkan orang itu mengadakan kambing hitam atau kambing putih yang entah dimana kambing itu berada dan kapan kambing itu ditemukan untuk menemukan solusi atas kejahatan yang sedang di depan mata dan bahkan sedang dialami.

Freud membantu kita secara sangat tajam mendalam. Kejahatan itu ada dalam diri dan kejahatan publik adalah ekspresi dari psike jahat manusia pencetus kejahan personal ke level kejahatan publik. Tokoh Hitler pada zamanya yang merusak kehidupan manusia. Demikian juga kebaikan merupakan luapan sisi psike kebaikan personal dari level personal ke tingkat kebaikan dunia global. Ketika semua situs yang merusak di internet diblok dan tidak dapat diakses di negara negara tertentu yang mengutamakan kebaikan global maka hal ini contoh konkret Teori Freud bahwa manusia meng-off-kan signal yang jahat yang merusak dan hanya meng-on-kan signal baik yang menghidupkan dan menyelamatkan. Ini terjadi, ada, karena orang fokus pada  penggunaan kesadaran yang maksimal dalam mengutamakan sisi baik dari psike manusia secara pribadi maupun secara sosial global.

Injil hari ini fokus pada pilihan Anak baik dan Anak jahat. Anak jahat pada akhirnya hancur sebagai konsekunsinya dari kerjanya sebagai si iblis jahat perusak dan penghancur. Sebaliknya fokus pada pilihan baik yang bersumber pada Allah akan menyelamatkan pada endingnya yaitu masuk Surga. Tuhan Yesus adalah satu-satunya jalan kebaikan. Pilih Yesus dan komitmen taat pada sang kebaikan yang antar Anda sampai Surga alami sukacita abadi. ***


"Benih melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus.

Semua orang yang menemukan Kristus, akan hidup selama-lamanya."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVII


Selasa, 27 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kel 33:7-11;34:5b-9.28


"Tuhan bersabda kepada Musa dengan berhadapan muka."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Waktu Israel ada di padang gurun,

Musa mengambil sebuah kemah

dan membentangkannya jauh di luar perkemahan.

Kemah itu diberi nama Kemah Pertemuan.

Setiap orang yang mencari Tuhan,

pergi ke Kemah Pertemuan itu di luar perkemahan.


Apabila Musa pergi ke kemah itu,

bangunlah seluruh bangsa dan berdirilah mereka,

masing-masing di pintu kemahnya,

dan mereka mengikuti Musa dengan matanya,

sampai ia masuk ke dalam kemah itu.


Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu,

turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah

lalu berbicaralah Tuhan dengan Musa di sana.

Setelah seluruh bangsa melihat,

bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah,

maka mereka bangun dan sujud menyembah,

masing-masing di pintu kemahnya.

Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka

seperti orang yang berbicara dengan temannya.

Kemudian kembalilah Musa ke perkemahan.

Tetapi Yosua bin Nun, hambanya, seorang yang masih muda,

tidaklah meninggalkan kemah itu.


Pada suatu hari, pagi-pagi benar, Musa naik ke Gunung Sinai.

Ia menyerukan nama Tuhan.

Tuhan lewat di depan Musa sambil berseru,

"Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih,

panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya;

rahmat dan kesetiaan-Nya berlimpah-limpah.

Ia meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang,

Ia mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa.

Tetapi orang yang bersalah

tidak sekali-kali Ia bebaskan dari hukuman.

Dan kesalahan bapa akan dibalaskan-Nya

kepada anak-anak dan cucunya,

sampai keturunan yang ketiga dan keempat."


Segeralah Musa berlutut ke tanah,

lalu sujud menyembah, serta berkata,

"Jika aku mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan,

berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami.

Sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang berkeras kepala,

tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami.

Ambillah kami menjadi milik-Mu."


Musa berada di sana bersama-sama Tuhan

empat puluh hari empat puluh malam lamanya,

tanpa makan roti dan tanpa minum air.

Dan seluruh perjanjian, yakni Kesepuluh sabda,

dituliskannya pada loh batu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 103:6-7.8-9.10-11.12-13,R:8a


Refren: Tuhan itu pengasih dan penyayang.


*Tuhan menjalankan keadilan dan hukum

bagi semua orang yang diperas.

Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa,

dan memaklumkan perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.


*Tuhan adalah penyayang dan pengasih,

panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Tidak terus-terusan Ia murka,

dan tidak untuk selamanya Ia mendendam.


*Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita,

atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

Setinggi langit dari bumi,

demikianlah besarnya kasih setia Tuhan,

atas orang-orang yang takut akan Dia!


*sejauh timur dari barat,

demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya,

demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa.


Bait Pengantar Injil


Benih melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus.

Semua orang yang menemukan Kristus, akan hidup selama-lamanya.


Bacaan Injil

Mat  13:36-43


"Seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api,

demikian juga pada akhir zaman."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari

Yesus meninggalkan orang banyak, lalu pulang.

Para murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya:,

"Jelaskanlah kepada kami

arti perumpamaan tentang lalang di ladang itu."


Yesus menjawab,

"Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia.

Ladang ialah dunia.

Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan

dan lalang adalah anak-anak si jahat.

Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis.

Waktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai itu malaikat.


Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api,

demikian juga pada akhir zaman.

Anak Manusia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya

dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan

dan semua orang yang melakukan kejahatan

dari dalam Kerajaan-Nya.

Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api.

Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.

Pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari

dalam Kerajaan Bapa mereka.

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!"


Demikianlah sabda Tuhan.

Tuislah Buku tentang Budayamu agar namamu hidup terus turun temurun

     *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Orang Yahudi tulis budaya Agama Yahudi dalam Kitab Suci, tulisan Suci dari ceritera tentang pengalaman Suci dan selalu hidup dalam ritus Suci yang berdampak dalam hidup bangsa Yahudi sampai hari ini. Karena itu "Nama mereka hidup terus turun-temurun." 


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVII


Senin, 26 Juli 2021


PW S. Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria


Bacaan Pertama

Sir 44:1.10-15


"Nama mereka hidup terus turun-temurun."


Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh:


Kami hendak memuji orang-orang termasyhur, para leluhur kita,

menurut urut-urutannya.

Mereka adalah orang-orang kesayangan,

yang kebajikannya tidak sampai terlupa;

semuanya tetap disimpan oleh keturunannya

sebagai warisan baik yang berasal dari mereka.

Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian,

dan anak-anak merekapun demikian pula keadaannya.

Keturunan mereka akan lestari untuk selama-lamanya,

dan kemuliaannya tidak akan dihapus.

Dengan tenteram jenazah mereka dimakamkan,

dan nama mereka hidup terus turun-temurun.

Kebijaksanaan mereka diceritakan oleh bangsa-bangsa,

dan para jemaah mewartakan pujian mereka.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 132:11.13-14.17-18,R:Luk 1:32a


Refren: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik.


*Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud,

Ia tidak akan memungkirinya:

"Seorang anak kandungmu

akan Kududukkan di atas takhtamu."


*Sebab Tuhan telah memilih Sion,

dan mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya:

"Inilah tempat peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya,

di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.


*Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud,

dan menyediakan pelita bagi orang yang Kuurapi.

Musuh-musuhnya akan Kutudungi pakaian keajaiban,

tetapi ia sendiri akan mengenakan mahkota yang semarak!"


Bait Pengantar Injil

Luk 2:25c


Mereka menantikan penghiburan bagi Israel

dan Roh Kudus ada di atas-Nya.


Bacaan Injil

Mat 13:16-17


"Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Berbahagialah matamu karena telah melihat,

berbahagialah telingamu karena telah mendengar.

Sebab, Aku berkata kepadamu:

Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat,

tetapi tidak melihatnya,

dan ingin mendengar apa yang kamu dengar,

tetapi tidak mendengarnya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Kepemimpinan yang Partisipatif dan Keanggotaan yang bertanggungjawab

 

   *P.Benediktus Bere Mali, SVD*



Hari Minggu Biasa XVII 

Minggu, 25 Juli 2022



Bacaan Pertama
2Raj 4:42-44

"Orang akan makan, dan bahkan akan ada sisanya."

Pembacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja:

Sekali peristiwa
datanglah seseorang dari Baal-Salisa
dengan membawa bagi Elisa, abdi Allah, roti hulu hasil,
yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru
dalam sebuah kantong.
Lalu berkatalah Elisa,
"Berilah itu kepada orang-orang ini,
supaya mereka makan."
Tetapi pelayan abdi Allah itu berkata,
"Bagaimanakah aku dapat menghidangkannya di depan seratus orang?"
Jawab abdi Allah itu,
"Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan,
sebab beginilah firman Tuhan:
Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya."
Lalu dihidangkannyalah roti itu di depan mereka.
Maka makanlah mereka, dan masih ada sisa,
sesuai dengan firman Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan
Mzm 145:10-11.15-16.17-18,R:16

Refren: Engkau membuka tangan, ya Tuhan,
dan berkenan mengenyangkan kami.

*Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,
dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu,
dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

*Mata sekalian orang menantikan Engkau,
dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya;
Engkau membuka tangan-Mu,
dan berkenan mengenyangkan segala yang hidup.

*Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya,
dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya,
pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.



Bacaan Kedua
Ef 4:1-6

"Satu tubuh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan."

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus
kepada Jemaat di Efesus:

Saudara-saudara,
aku, orang yang dipenjarakan demi Tuhan, menasehati kamu,
supaya sebagai orang-orang yang terpanggil,
kamu hidup berpadanan dengan panggilan itu.
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar.
Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu.
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh
dalam ikatan damai sejahtera:
satu tubuh, satu Roh,
sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan
yang terkandung dalam panggilanmu.
Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
satu Allah dan Bapa kita semua,
yang mengatasi semua, menyertai semua dan menjiwai semua.

Demikianlah sabda Tuhan.



Bait Pengantar Injil
Luk 7:16

Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,
dan Allah telah melawat umat-Nya.



Bacaan Injil
Yoh 6:1-15

"Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak,
sebanyak yang mereka kehendaki."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Sekali peristiwa
Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia,
karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan,
yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
Yesus naik ke atas gunung
dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
Ketika itu Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.

Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya,
dan melihat
bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya,
berkatalah Ia kepada Filipus,
"Di manakah kita akan membeli roti,
supaya mereka ini dapat makan?"
Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai Filipus,
sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya.
Jawab Filipus kepada-Nya,
"Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini,
sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja!"

Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus,
berkata kepada Yesus,
"Di sini ada seorang anak,
yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan;
tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
Kata Yesus, "Suruhlah orang-orang itu duduk!"
Adapun di tempat itu banyak rumput.
Maka duduklah orang-orang itu,
kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.

Lalu Yesus mengambil roti itu,
mengucap syukur
dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ,
demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu,
sebanyak yang mereka kehendaki.
Dan setelah mereka kenyang,
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih,
supaya tidak ada yang terbuang."
Maka mereka pun mengumpulkannya,
dan mengisi dua belas bakul penuh
dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih
setelah orang makan.

Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan Yesus,
mereka berkata,
"Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dunia."
Karena Yesus tahu bahwa mereka akan datang
dan hendak membawa Dia dengan paksa
untuk dijadikan raja,
Ia menyingkir lagi ke gunung seorang diri.

Demikianlah sabda Tuhan.

"Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandumnya ke dalam lumbungku'."


*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Peneliti Budaya Suku Bunaq asal Prancis  bernama Claudine Friedberg mengatakan Mitos yang ada dalam Ritual membuat generasi Suku Bunaq hidup dalam fakta dari Mitos dalam ritus. Claudine Friedberg bersama suaminya Louis Berthe adalah Antropolog budaya dan antropologi biologi Suku Bunaq mengadakan penelitian di Lamaknen selama tiga tahap yaitu Tahun 50-an, Tahun 60-an dan Tahun 70-an. Suami antropolog budaya fokus pada Mitos, ritual, dan materi yang digunakan dalam Ritual Suku Bunaq. Mitos yang diritualkan membuat Suku Bunaq hadir dalam fakta. Isterinya teliti di bidang antropologi biologi. Materi yang digunakan dalam ritual dari Mitos Suku Bunaq pasti berkaitan langsung dengan  Mejik putih dan majik hitam yang hadir dalam Ritual menggunakan tanaman tertentu yang disebut kaluk dan so'e.  Mitos magis menjadi nyata terbukti terjadi dialami dalam ritual Suku Bunaq. Penyelenggaraan ritual menyatukan bunyi-kata-bahasa lisan-gerak isyarat- mitos dengan materi berupa tumbuhan-benda mati-benda cair-darah binatang yang menjadi nyata dalam fakta terbukti, terjadi, dialami Suku Bunaq.

Bacaan pertama menyatukan Sabda, ritual, dan kenyataan. Antara Sabda Allah, Ritual dengan menggunakan materi dan darah binatang kemudian tulis hukum Tuhan pada batu diritualkan dan dituang darah atas batu tertulis hukum Tuhan di mezbah hukum Tuhan pusat persembahan kepada Allah Israel. Hukum Itu menjadi hidup setelah ritual dalam diri bangsa Israel yang taat melaksanakannya di dalam hidup setiap hari. 

Bacaan Injil tentang tanaman dan panen hasil tanaman dengan ritual petani setempat. Waktu tanam dan waktu merawat dan waktu panen memiliki konsep, ritual dan fakta tersendiri. Fokus dalam Injil adalah ritual saat panen. Yesus bersabda kepada para pemanen untuk kumpulkan ilalang lalu dibakar. Sesudah itu panen gandum dan kumpulkan dalam lumbung. Pada akhir ziarah hidup evaluasi dan penilaian serta konsekuansi yaitu hukuman terjadi tanpa kompromi. Pantas masuk lumbung Surga adalah yang menjadi gandum bagi sesama sedangkan yang menjadi ilalang masuk api Neraka dibakar.

Menarik bahwa dalam Injil membiarkan ilalang dan gandum hidup bersama di ladang yang sama. Freud tajam lihat dalam ladang psike manusia hidup bersama unsur mematikan dan menghidupkan. Kesadaran  yang dapat mematikan signal yang mematikan dan hanya mengaktifkan signal yang menghidupkan sampai akhir hidup. 

Dalam teologi Injil hari ini orang yang selamat masuk Surga adalah yang sadar mematikan signal jahat dalam dirinya dan pada saat yang sama mematikan signal dosa karena di Surga hanya positif dari signal Allah yang setia selalu menghidupkan secara kekal abadi bahagia.  Di Surga signal Negatif tidak ada tempat dan tidak ada juga jaringan signal dosa. Kita aktifkan signal yang menyelamatkan di dunia ini sebagai cara kita membuka pintu Surga bagi kita kelak. Orang menciptakan Surga di bumi dengan mematikan signal dosa dan terus mengaktifkan signal Allah yang setia menyelamatkan.***** 

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVI


Sabtu, 24 Juli 2021


PF S. Sharbel Makhluf, Imam


Bacaan Pertama

Kel 24:3-8


"Inilah darah perjanjian yang diikat Allah dengan kalian."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Ketika Musa turun dari Gunung Sinai,

dan memberitahukan kepada umat

segala sabda dan peraturan Tuhan,

maka seluruh bangsa itu menjawab serentak,

"Segala sabda yang telah diucapkan Tuhan itu,

akan kami laksanakan."

Musa lalu menuliskan segala sabda Tuhan itu.


Keesokan harinya, pagi-pagi,

didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu,

dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel.

Kemudian disuruhnyalah beberapa pemuda Israel

mempersembahkan kurban bakaran

dan menyembelih lembu-lembu jantan

sebagai kurban keselamatan kepada Tuhan.

Sesudah itu Musa mengambil darahnya sebagian,

lalu ditaruhnya ke dalam pasu,

sebagian lagi dari darah itu dituangkannya di atas mezbah.

Lalu diambilnya kitab perjanjian itu dan dibacakannya,

dan bangsa itu mendengarkan.

Lalu mereka berkata,

"Segala sabda Tuhan akan kami laksanakan dan kami taati."

Kemudian Musa mengambil darah itu

dan memercikkannya kepada umat seraya berkata,

"Inilah darah perjanjian yang diikat Tuhan dengan kalian,

berdasarkan segala sabda ini."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 50:1-2.5-6.14-15,R:14a


Refren: Persembahkanlah kurban pujian kepada Allah.


*Yang Mahakuasa, Tuhan Allah, berfirman

dan memanggil bumi,

dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.

Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar.


*"Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi,

yang mengikat perjanjian dengan Daku,

perjanjian yang dikukuhkan dengan kurban sembelihan!"

Maka langit memberitakan keadilan-Nya,

Allah sendirilah Hakim!


*Persembahkanlah syukur sebagai kurban kepada Allah,

dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi.

Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan,

maka Aku akan meluputkan engkau,

dan engkau akan memuliakan Daku."


Bait Pengantar Injil

Yak 1:21


Terimalah dengan lemah lembut

sabda yang tertanam dalam hatimu,

yang mampu menyelamatkan jiwamu.


Bacaan Injil

Mat  13:24-30


"Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari

Yesus membentangkan suatu perumpamaan kepada orang banyak.

"Hal Kerajaan Surga itu

seumpama orang yang menaburkan benih baik di ladangnya.

Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya,

menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.


Ketika gandum tumbuh dan mulai berbulir,

nampak jugalah lalang itu.

Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu

dan berkata kepadanya,

'Tuan, bukankah benih baik yang tuan taburkan di ladang Tuan?

Dari manakah lalang itu?'

Jawab tuan itu, 'Seorang musuh yang melakukannya!'

Lalu berkatalah para hamba itu,

"Maukah tuan, supaya kami pergi mencabuti lalang itu?'


Tetapi ia menjawab,

'Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut

pada waktu kalian mencabut lalangnya.

Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.

 Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai,

'Kumpulkanlah dahulu lalang itu

dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar;

kemudian kumpulkanlah gandumnya ke dalam lumbungku'."


Demikianlah sabda Tuhan.

Aturan Menyuburkan Hati Sebagai Tanah Subur Bagi Bertumbuhnya Benih Sabda Allah

 

*P. Benediktus Bere Mali, SVD*

Sebuah restoran selalu padat pada jam makan siang dan malam. Sedangkan restoran tetangga sepi Pelanggan. Seorang sahabat lalu mengantar seorang visitor asing  ke restoran yang padat dikunjungi. Pengunjung asing Tanya pada pangantar tentang alasan restoran padat pengunjung dengan restoran tetangga sepi. Jawabannya sederhana bahwa makanan enak restoran rame sedangkan restoran sepi karena makanan kurang membangkitkan selera banyak orang. Membuat makanan enak menarik banyak Pelanggan  memiliki aturan yang sangat kompleks mulai dari pilihan bumbu, cara mengolah bumbu saat memasak, timing memasak, pelayan, dan segala aspek dan training karyawan diatur secara baik untuk membuat restoran tetap rame dikunjungi Pelanggan yang memiliki dampak luas bagi pemilik dan karyawan restoran. Dengan sederhana membuat restoran enak bagi Pelanggan itu bukan sesuatu yang jatuh dari langit tetapi ada aturan ketat dalam usaha pemilik dan karyawan membuat restoran laris Manis. 

Seorang petani menyiapkan lahan subur bagi benih unggul bertumbuh subur, berbuah, berhasil unggul pasti tidak terlepas dari aturan ketat yang ditaati petani dalam proses awal membuat Tanah Subur sampai memetik hasil berlimpah.  

Kita sebagai lahan hati bagi benih Sabda Allah bertumbuh subur, berkembang, berbuah banyak, memetik hasil banyak, dan menikmati hasil dengan sukacita pasti tidak terlepas dari aturan ketat sejak awal proses menjadikan Tanah hati kita subur bagi Bertumbuhnya Benih Sabda Allah, berkembang, berbuah, panen dan menikmati nikmatnya hasil usaha pribadi sebagai puncak dalam proses menjadikan hati Sebagai Tanah Subur Bagi Sabda Allah.  

Aturan ketat bagi Seseorang menyiapkan hati Sebagai Tanah Subur adalah jelas, konkret, nyata, yaitu dekalog sebagai Pagar bagi setiap orang beriman membuat hatinya subur. Bacaan pertama memberikan aturan membuat setiap orang beriman Menyuburkan Tanah hatinya sebagai lahan subur bagi bertumbuh subur benih Sabda Allah. Tanah hati subur pasti Benih Sabda Allh bertumbuh Subur dan pasti berhasil banyak. 

Hal ini sangat tepat dengan Injil hari ini: "Sedangkan benih yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada yang tiga puluh ganda."*****


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVI


Jumat, 23 Juli 2021


PF S. Brigita, Biarawati


Bacaan Pertama

Kel 20:1-17


"Hukum Taurat diberikan lewat Musa."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Di Gunung Sinai Allah berfirman begini:

"Akulah Tuhan, Allahmu,

yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir,

dari tempat perbudakan.

Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku.

Jangan membuat bagimu patung

yang menyerupai apa pun yang ada di langit,

atau yang ada di bumi atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya,

sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu,

yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya,

kepada keturunan yang ketiga dan keempat

dari orang-orang yang membenci Aku.

Tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang,

yaitu mereka yang mengasihi Aku,

dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan,

sebab Tuhan akan memandang bersalah

orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.


Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.

Enam hari lamanya engkau bekerja

dan melakukan segala pekerjaanmu.

Tetapi hari ketujuh adalah Sabat Tuhan, Allahmu.

Maka janganlah melakukan sesuatu pekerjaan,

engkau sendiri atau anakmu laki-laki,

atau anakmu perempuan,

hambamu laki-laki dan hambamu perempuan,

atau hewanmu atau orang-orang yang di tempat kediamanmu.

Sebab enam hari lamanya

Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya,

dan pada hari ketujuh Ia Beristirahat.

Itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat

dan menguduskannya.


Hormatilah ayah dan ibumu,

supaya lanjut umurmu

di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.

Jangan membunuh.

Jangan berzinah.

Jangan mencuri.

Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu.

Jangan mengingini rumah sesamamu.

Jangan mengingini isterinya, atau hamba sahayanya,

lembu atau keledainya, atau apa pun yang dimiliki sesamamu."


Demikianlah Sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 19:8-11,R:Yoh 6:64


Refren: Tuhan, Engkau memiliki sabda hidup abadi.


*Taurat Tuhan itu sempurna,

menyegarkan jiwa;

peraturan Tuhan itu teguh,

memberikan hikmat kepada orang bersahaja.


*Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati;

perintah Tuhan itu murni, membuat mata cerita.


*Takut akan Tuhan itu suci,

tetap untuk selama-lamanya;

hukum-hukum Tuhan itu benar,

adil selalu.


*Lebih indah daripada emas,

bahkan daripada emas tua;

dan lebih manis daripada madu,

bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.


Bait Pengantar Injil

Luk 8:15


Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah

dalam hati yang baik dan tulus ikhlas,

dan menghasilkan buah dalam ketekunan.


Bacaan Injil

Mat 13:18-23


"Orang yang mendengarkan sabda dan mengerti, menghasilkan buah."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,

"Dengarkanlah arti perumpamaan penabur.

Setiap orang yang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga

dan tidak mengerti,

akan didatangi si jahat,

yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya.

Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan.


Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu

ialah orang yang mendengar sabda itu

dan segera menerimanya dengan gembira.

Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja.

Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu,

orang itu pun segera murtad.


Yang ditaburkan di tengah semak duri

ialah orang yang mendengar sabda itu,

lalu sabda itu terhimpit

oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan,

sehingga tidak berbuah.


Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik

ialah orang yang mendengar sabda itu dan mengerti,

dan karena itu ia berbuah,

ada yang seratus, ada yang enam puluh,

dan ada yang tiga puluh ganda."


Demikianlah sabda Tuhan.

Ekaristi : Jantung Hatiku

  "Aku telah menemukan jantung hatiku."


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Waktu Retret untuk tahbisan Imam 23 September 2004, salah satu bahan refleksi adalah tentang Usaha Maria Magdalena yang terus mencari Allah dan akhirnya menemukan dan Allah yang dialami dan ditemukan itulah yang dia wartakan kepada Murid-murid yang lain. 


Maria tidak peduli tantangan apapun yang di depannya ia melewati itu dan akhirnya menemukan Yesus.  Bagi Maria Yesus adalah jantung hatiNya yang telah menyelamatkannya. Ia mencari dan bertemu dengan jantung hatiNya.

Karena pengalaman iman inilah Maria Magdalena menjadi Santa dan perayaannya yang kita rayakan pada hari ini. Santa Santo adalah Gereja yang jaya dalam Surga. Mereka hidup melihat dan bersama Allah di Surga. Gereja yang jaya di Surga selalu setia mendoakan kita sebagai Gereja Yang Masih hidup di bumi agar berkat Allah turun atas Gereja yang hidup yang sedang berziarah terus mencari dan menemukan Allah dan sekaligus mewartakan Allah yang Gereja alami kepada Dunia.

 Gereja yang jaya dan gereja yang sedang berziarah di bumi mendoakan gereja yang menderita di api penyucian karena dosa-dosanya agar mereka diampuni dan diterima dalam pelukan kasih Allah. Dalam doa Syukur Agung kedua dalam Perayaan Ekaristi ada rumus khusus untuk mendoakan sesama yang meninggal agar diselamatkan Tuhan. 

Pada malam hari ini Kita berdoa dalam Ekaristi sebagai puncak iman kita untuk menyelamatkan Bapa Benediktus Anton Yang telah meninggal Dunia 7 hari yang lalu. Kita yakin bahwa doa doa kita memiliki aspek sosial untuk menyelamatkan sesama. Dalam kitab Suci ada contoh nyata bahwa iman orang lain dapat menyelamatkan sesama. Iman orang-orang yang membawa orang sakit kepada Yesus dapat menyelamatkan orang sakit. Kita dikuatkan bahwa iman kita yang kita satukan dalam jantung Iman kita yakni Ekaristi Kudus ini dapat menyelamatkan Bapak Benediktus Anton Yang kita doakan. Ekaristi adalah jantung Iman kita orang Katolik dan hal ini dicetuskan Dokumen Konsili Vatikan kedua. Ekaristi Kudus adalah jantung Iman Gereja yang terus hidup dan di dunia menuju sukacita di dalam Surga.  *****


Liturgia Verbi (B-I)

Pesta S. Maria Magdalena


Kamis, 22 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kid 3:1-4a


"Aku telah menemukan jantung hatiku."


Pembacaan dari Kidung Agung:


Di dalam kerinduannya, sang mempelai berkata:

Pada malam hari, di atas peraduanku,

kucari jantung hatiku.

Kucari dia, tapi tak kutemukan.

Aku bangun dan berkeliling di kota;

di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan

kucari dia, jantung hatiku.

Kucari dia, tapi tak kutemukan.

Aku ditemui peronda-peronda kota.

"Apakah kamu melihat jantung hatiku?"

Baru saja meninggalkan mereka,

kutemukan jantung hatiku.

Kupegang dia, dan tak kulepaskan lagi.


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN LAIN

2Kor 5:14-17


Sekarang Kami tidak menilai Kristus menurut ukuran manusia.


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

kasih Kristus telah menguasai kami,

sebab kami telah mengerti bahwa

jika satu orang sudah mati untuk semua orang,

maka mereka semua sudah mati.

Dan Kristus telah mati untuk semua orang,

supaya mereka yang hidup

tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri,

tetapi untuk Dia yang telah mati dan dibangkitkan bagi mereka.

Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang pun

menurut ukuran manusia.

Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia,

sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.


Jadi barangsiapa ada di dalam Kristus,

dia adalah ciptaan baru!

Yang lama sudah berlalu,

dan sungguh, yang baru sudah datang!


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 63:2.3-4.5-6.8-9,R:2b


Refren: Jiwaku haus akan Dikau, ya Allahku.


*Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau,

jiwaku haus akan Dikau

tubuhku rindu kepada-Mu,

seperti tanah yang kering dan tandus,

yang tiada berair.


*Demikianlah aku rindu memandang-Mu di tempat kudus,

sambil melihat kekuatan dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup;

bibirku akan memegahkan Dikau.


*Aku mau memuji Engkau seumur hidupku

dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.

Seperti dijamu lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan,

bibirku bersorak-sorai, mulutku memuji-muji.


*Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku,

dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.

Jiwaku melekat kepada-Mu.


Bait Pengantar Injil


Katakanlah Maria, engkau melihat apa?

Wajah Yesusku yang hidup,

sungguh mulia hingga aku takjub.


Bacaan Injil

Yoh 20:1.11-18


"Ibu, mengapa engkau menangis?

Siapakah yang engkau cari?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Pada hari Minggu Paskah,

pagi-pagi benar ketika hari masih gelap,

pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus,

dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis.

Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,

dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih,

yang seorang duduk di sebelah kepala

dan yang lain di sebelah kaki

di tempat mayat Yesus terbaring.

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya,

"Ibu, mengapa engkau menangis?"

Jawab Maria kepada mereka,

"Tuhanku telah diambil orang,

dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."


Sesudah berkata demikian Maria menoleh ke belakang,

dan melihat Yesus berdiri di situ;

tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepadanya,

"Ibu, mengapa engkau menangis?

Siapakah yang engkau cari?"

Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman.

Maka ia berkata kepada-Nya,

"Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia,

katakanlah kepadaku di mana Tuan meletakkan Dia,

supaya aku dapat mengambil-Nya."

Kata Yesus kepadanya, "Maria!"

Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani,

"Rabuni!", artinya Guru.

Kata Yesus kepadanya,

"Janganlah engkau memegang Aku,

sebab Aku belum pergi kepada Bapa.

Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku

dan katakanlah kepada mereka,

bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu,

kepada Allah-Ku dan Allahmu."

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid,

"Aku telah melihat Tuhan!"

dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.


Demikianlah sabda Tuhan.

Menjadi Tanah Subur Bagi Benih Sabda Allah



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Hati kita adalah Tanah bagi bertumbuhNya benih Sabda Allah. Tanah perlu dipersiapkan agar benar-benar menjadi lahan yang subur Bagi Sabda Allah bertumbuh, berkembang dan berbuah.  Di sini ada partisipasi aktif dari kita sebagai tempat bertumbuhNya Sabda Allah. Partisipasi itu tampak di dalam mengaktifkan signal yang menghidupkan bagi Sabda Allah. Signal yang mematikan Sabda Allah atau menghalangiNya harus di-off-kan. Bagi Freud dua signal ini seperti dua sisi mata uang yang merupakan satu kesatuan di dalam diri setiap manusia tanpa kecuali termasuk kita sendiri. Pada tinggkat sosial atau makro tampak dalam orang -orang mayoritas yang mengaktifkan signal menghidupkan Sabda Allah maka Sabda Allah akan bertumbuh subur dan cepat merambat. Hal ini dapat Terwujud bila semua orang secara bersama-sama mematikan potensi yang mematikan Sabda Allah. Secara sosial terjadi nekrofil dan biofil. Ini catatan kakinya adalah Eros San tanathos dari Freud. *****


"Benih yang jatuh di tanah yang baik lalu berbuah, ada yang seratus ganda, ada yang enam puluh ganda, ada yang tiga puluh ganda."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVI


Rabu, 21 Juli 2021


PF S. Laurensius dari Brindisi, Imam dan Pujangga Gereja


Bacaan Pertama

Kel 16:1-5.9-15


"Sesungguhnya, Aku akan menurunkan hujan roti dari langit."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Segenap jemaah Israel berangkat dari Elim,

lalu tiba di padang gurun Sin,

yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai.

Mereka tiba di sana pada hari yang kelima belas bulan yang kedua,

sejak mereka keluar dari tanah Mesir.


Di padang gurun itu

bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel

terhadap Musa dan Harun.

Mereka berkata,

"Ah, andaikata tadinya kami mati di tanah Mesir oleh tangan Tuhan,

tatkala kami duduk menghadap kuali penuh daging

dan memakan roti sepuas hati!

Sebab kalian membawa kami keluar ke padang gurun ini

untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."


Lalu bersabdalah Tuhan kepada Musa,

"Sesungguhnya,

Aku akan menurunkan hujan roti dari langit bagimu.

Maka bangsa ini akan keluar dan memungut tiap-tiap hari

sebanyak yang perlu untuk sehari.

Dengan cara itu Aku hendak menguji

apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.

Dan pada hari yang keenam,

apabila mereka memasak yang mereka bawa pulang,

maka yang dibawa itu akan menjadi dua kali lipat banyaknya

daripada yang mereka pungut setiap hari."


Lalu Musa berkata kepada Harun,

"Katakanlah kepada seluruh jemaah Israel,

'Marilah dekat ke hadapan Tuhan,

sebab Ia telah mendengar sungut-sungutmu'."

Dan ketika Harun sedang berbicara kepada seluruh jemaat Israel,

mereka mengarahkan pandangan ke arah padang gurun,

maka tampaklah kemuliaan Tuhan dalam awan.


Maka bersabdalah Tuhan kepada Musa,

"Aku telah mendengar orang Israel bersungut-sungut .

Katakanlah kepada mereka,

'Pada waktu senja kalian akan makan daging

dan waktu pagi kalian akan makan roti sampai kenyang.

Maka kalian akan tahu, bahwa Akulah Tuhan Allahmu."


Pada waktu petang

datanglah berduyun-duyun burung puyuh

menutupi perkemahan mereka.

Dan pagi harinya terhamparlah embun sekeliling perkemahan.

Setelah embun menguap,

tampaklah pada permukaan gurun sesuatu yang halus mirip sisik,

halus seperti embun yang membeku di atas tanah.

Melihat itu umat Israel saling bertanya-tanya, "Apakah ini?"


Sebab mereka tidak tahu, apa itu.

Lalu berkatalah musa,

"Inilah roti yang diberikan Tuhan menjadi makananmu."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 78:18-19.23-24.25-26.27-28,R:24b


Refren: Tuhan memberi mereka gandum dari langit.


*Dalam hati, mereka mencobai Allah

dengan menuntut makanan untuk menuruti nafsu mereka.

Mereka berbincang-bincang menyangsikan Allah,

"Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun?"


*Maka Ia memberi perintah kepada awan-awan dari atas,

dan membuka pintu-pintu langit;

Ia menghujankan manna untuk dimakan,

dan memberikan mereka gandum dari langit.


*Roti para malaikat menjadi santapan insan,

bekal berlimpah disediakan oleh Allah.

Ia menghembuskan angin timur dari langit

dan menggiring angin selatan dengan kekuatan-Nya.


*Ia menghujankan daging seperti debu banyaknya,

dan burung-burung bersayap dihamburkan-Nya

laksana pasir di laut;

Semuanya itu dihujankan-Nya di tengah perkemahan mereka,

di sekeliling tempat kediaman mereka.


Bait Pengantar Injil


Benih itu melambangkan sabda Allah,

penaburnya ialah Kristus.

Semua orang yang menemukan Kristus

akan hidup selama-lamanya.


Bacaan Injil

Mat  13:1-9


"Benih yang jatuh di tanah yang baik menghasilkan buah seratus ganda."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari

Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau.

Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong

lalu mengerumuni Dia,

sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ,

sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.

Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka

dengan memakai perumpamaan-perumpamaan.


Ia berkata, "Ada seorang penabur keluar menaburkan benih.

Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan,

lalu burung-burung datang memakannya.

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu,

yang tidak banyak tanahnya;

lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

Tetapi sesudah matahari terbit,

layulah tumbuhan itu dan menjadi kering

karena tidak berakar.

Sebagian lagi jatuh di semak duri,

lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah,

ada yang seratus ganda,

ada yang enam puluh ganda,

ada yang tiga puluh ganda.


Barangsiapa bertelinga untuk mendengar,

hendaklah ia mendengarkan!"


Demikianlah sabda Tuhan.

"Ini ibu-Ku, inilah saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku."


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Pandemi Covid 19 membuat individualisme kembali bertumbuh subur. Saat orang tidak terpapar covid semua orang sekitar masih dapat mendekati satu sama lain dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebaliknya saat orang terpapar covid 19 hanya dokter dan perawat saja yang dekat dengan yang terpapar dengan resiko yang sangat tinggi. Saat isolasi mandiri pun semua hal harus dilakukan sendiri oleh orang yang terpapar mulai dari makan minum cuci dan semua orang menjauh termasuk orang tua, sahabat dan saudara dan Saudari sendiri.  Pandemi Covid 19 mengkondisikan setiap orang  untuk menyelamatkan diri sendiri dan menolak semua orang yang datang Hendak bertemu face to face, one on one. 

Yesus tidak mau bertemu dengan saudara dan saudariNya yang datang pada saat Yesus sedang berbicara dengan orang banyak. Konteks saat itu bukan karena pandemi Covid 19. Tetapi karena waktunya tidak tepat, Yesus sedang acara resmi, sedang bicara dengan orang banyak. Setuju sekali psikologi Yesus tidak siap menerima keluarganya. Apalagi tidak ada berita sebelumnya dari keluarga untuk bertemu Yesus. Anehnya seorang yang beritahu pada Yesus ini adalah seorang peserta Pertemuan dengan Yesus menurut pengamatan Saya dalam teks Injil hari ini. Rasa-rasanya Yesus merasa tersentak dengan berita itu. Barangkali keluarga datang jauh-jauh puluhan kilometer untuk bertemu Yesus tentu merupakan satu situasi yang membuat Yesus dapat menyambut keluarga dengan lebih sopan dan hormat.  Saya kira keluarga juga tahu dan sedang tunggu di luar menunggu usai saat Yesus selesai bicara dengan orang banyak.  Di antara sekian banyak situasi dan keadaan psikologis Yesus, keluarga, dan peserta Pertemuan dan orang yang menginformasikan kepada Yesus tentang keluarga Yesus ada di luar gedung pertemuan, Yesus kreatif memperdalam ajaranNya kepada hadirin yang sedang fokus mendengarkan Yesus. Ketika salah seorang minta ijin bicara tentang keluarga Yesus ada di depan pintu gerbang Pertemuan, Yesus memberi jawaban kepadanya secara terbuka pula sambil menunjuk semua hadirin pertemuan dan bersabda: "Ini ibu-Ku, inilah saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku."

Perkataan Yesus ini sangat komprehensif tentang siapa saudara dan Saudari dan Ibu  Bapa dan orang tua kita. Bagi Dunia universal saudara adalah semua orang yang sama sama memiliki kemanusiaan. Dalam iman saudara adalah semua orang adalah citra Allah. Dua prinsip dasar ini sebagai bahasa tentang saudara yang menyatukan semua orang di hadapan Allah dan manusia. Tanpa dua prinsip ini maka yang ada adalah peperangan antara para pemeluk Agama dan peperangan antara Suku, Ras dan golongan bahkan antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Tiada perdamaian dunia tanpa perdamaian agama-agama di Dunia. Agama -agama menjadi penggerak kemanusiaan sebagai titik awal menciptakan perdamaian lokal menuju global. Bahasa adalah ekspresi jiwa yang berbahasa. Jiwa kemanusiaan dan keimanan Yesus  dikenal publik dalam berbahasaNya dalam Injil hari ini.*****




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVI


Selasa, 20 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kel 14:21 - 15:1


"Umat Israel masuk ke tengah laut yang kering."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Waktu orang Mesir mengejar orang Israel

Musa mengulurkan tangannya ke atas laut.

Maka semalam-malaman itu Tuhan menguakkan air laut

dengan perantaraan angin timur yang keras,

serta mengeringkan laut itu.

Maka air terbelah

dan orang Israel masuk ke tengah laut yang kering.

Di kiri dan di kanan mereka air itu bagai tembok bagi mereka.

Orang Mesir pun mengejar menyusul mereka.

Semua kuda Firaun, kereta dan pasukan berkudanya

mengikuti orang Israel yang masuk ke tengah-tengah laut itu.


Pada waktu jaga pagi

Tuhan memandang tentara Mesir

dari dalam tiang berapi dan awan

lalu mengacau-balaukan tentara Mesir.

Roda keretanya dibuat-Nya berjalan miring dan maju dengan berat,

sehingga orang Mesir berkata,

"Marilah kita lari meninggalkan orang Israel,

sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir!"


Bersabdalah Tuhan kepada Musa,

"Ulurkanlah tanganmu ke atas laut,

supaya air berbalik meliputi orang Mesir,

kereta mereka dan pasukan berkuda mereka."

Musa mengulurkan tangannya ke atas laut;

maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya semula,

sedangkan orang Mesir lari menuju air itu.

Demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir

ke tengah-tengah laut.


Berbaliklah segala air itu,

lalu menutupi kereta dan orang berkuda seluruh pasukan Firaun,

yang telah menyusul orang Israel ke laut.

Tiada seorang pun di antara mereka yang selamat.

Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut,

sedang di kiri kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.


Demikianlah pada hari itu

Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir.

Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terkapar di pantai laut.

Ketika orang Israel melihat

betapa dahsyat perbuatan Tuhan terhadap orang Mesir,

maka seluruh bangsa itu merasa takut akan Tuhan,

serta percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya.


Pada waktu itulah

Musa bersama-sama orang Israel

menyanyikan madah ini bagi Tuhan.

(Tidak ditutup dengan 'Demikianlah sabda Tuhan',

melainkan langsung ditanggapi dengan kidung pada Mazmur Tanggapan)


Mazmur Tanggapan

Kel 15:8-9.10.12.17,R:1


Refren: Baiklah kita menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.


*Ya Tuhan, karena nafas murka-Mu

segala air naik bertimbun-timbun,

segala alirannya berdiri tegak seperti bendunga,

dan air bah membeku di tengah laut.

Musuh berkata, "Mari aku kejar, aku capai mereka,

aku bagi-bagi jarahan.

Nafsuku akan kulampiaskan kepada mereka,

pedangku akan kuhunus.

Tanganku akan menumpas mereka.


*Tetapi Engkau meniupkan nafas-Mu

dan laut pun menutupi mereka.

Sebagai timah mereka tenggelam dalam air yang dahsyat.

Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu,

maka bumi pun menelan mereka.


*Engkau membawa umat-Mu

dan mencangkokkan mereka di atas gunung milik-Mu sendiri,

di tempat yang telah Kaujadikan kediaman-Mu,

di tempat kudus yang didirikan tangan-Mu, ya Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:23


Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku.

Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.


Bacaan Injil

Mat  12:46-50


"Sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Yesus bersabda,

"Inilah ibu-Ku, inilah saudara-Ku.""


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa

ketika Yesus sedang berbicara dengan orang banyak,

ibu dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar

dan berusaha menemui Dia.

Maka berkata seseorang kepada-Nya,

"Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar

dan berusaha menemui Engkau."


Tetapi Yesus menjawab kepadanya

"Siapa ibu-Ku? Dan siapakah saudara-saudara-Ku?"

Dan sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Ia bersabda,

"Ini ibu-Ku, inilah saudara-saudara-Ku!

Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga,

dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.

Bahasa manusia mengekspresikan jiwanya di panggung Dunia

 


*P.Benediktus Bere Mali, SVD


Beberapa Kali bertemu dengan klien di ruang konseling dimana konseli dan konselor sama sama mendalami inti soal klien lewat berbagai sarana yang digunakan. Salah satu sarana utama adalah bahasa klien yang terdiri dari bahasa lisan dan gerak isyarat seluruh klien. Bahasa verbal dan non verbal klien dari ujung rambut sampai ujung kaki.  Huruf, kata, bunyi, kalimat dan makna yang diciptakan klien di ruang konseling adalah sarana utama Konselor membantu klien mengetahui soalnya agar klien dapat menyelesaikan soalnya sendiri. Konselor menggunakan cara ini dalam ruang konseling bersama klien mencari bersama intisari permasalahan klien. Mengetahui soal klien oleh konselor melalui metode ini dan membantu klien mengetahui soalnya agar konseli dapat dibantu oleh konselor untuk konseli membantu dirinya sendiri dalam menerima dan mengetahui serta menyelesaikan soalnya yang menjajah diri sehingga boleh bebas dan keluar dari penjajahan psikologis. Dalam Dunia konseling metode ini adalah dasar untuk menyembuhkan jiwa yang abnormal menjadi normal. Metode itu adalah wawancara dan observasi klien dalam lingkup konseling di dalam ruang konseling maupun di luar konseling. Wawancara klien untuk memperdalam psikolinguistik konseli dari sisi bahasa lisan yang langsung keluar dari kedalaman jiwa konseli di hadapan konselor. Observasi klien untuk memperdalam jiwa konseli dari gerak isyarat konseli dari ujung rambut sampai ujung kaki konseli.

Bahasa konseli dapat terekspresikan jiwanya yang Utuh dan retak di depan konselor. Jiwa utuh tercetus dalam bahasa gerak isyarat Tubuh yang non kekerasan. Jiwa utuh mengalir keluar dalam bunyi, suara, kata, bahasa, makna yang menyegarkan dan memberi rasa aman bagi diri dan sesama serta alam sekitar. 

Konstruksi dasar jiwa utuh dan jiwa pecah klien dapat dimengerti klien berkat pertolongan dan bantuan konselor yang dapat membantu klien untuk konseli dapat menolong dirinya sendiri sehingga dari jiwa pecah kembali mengalami jiwa utuh dalam diri konseli.

Bahasa bangsa  Israel dan Musa adalah ekspresi jiwa mereka. Musa sebagai konselor publik di ruang pulik Padang Gurun bagi konselinya bangsa Israel. Hantaman alam padang Gurun, panas, lapar, sakit, peyakit dan bangsa Mesir yang terus mengejar Israel adalah persoalan eksternal yang menembus batas tiba sampai titik Sentral penjajahan jiwa bangsa Israel. Kelaparan dan kepanasan serta kehausan sakit penyakit yang dialami akhirnya memecahbelahkan keutuhan jiwa mereka.  Suara bunyi protes bangsa Israel dari berbagai sudut hati bangsa Israel terekam telinga sang konselor sosial publik, Musa. Kekuatan Musa berpusat pada supervisor dan advisor serta konselor sejatinya yaitu Allah sendiri. Musa pendengar yang baik. Mendengarkan Allah dan mendengarkan Israel. Mendengarkan gerakan Firaun dan pasukannya. Mendengarkan semua baik sahabat maupun musuh-musuhnya. Musa tenang menghadapi soal kompleks Israel dan selesaikan satu demi satu agar dapat menyelamatkan Bangsa Israel pilihan Allah. 

Derita sumber dari luar dapat memecah jiwa internal manusia. Feud mempresentasikan jiwa manusia universal itu pada hakekatnya memiliki dua signal pecah dan utuh yang ada dan berdiam di dalam diri setiap manusia seperti dua sisi mata uang perak yang tidak dapat dipisahkan. Signal pecah eksternal yang terus dominan dapat mengefektifkan signal pecah jiwa manusia sehingga jiwa manusia terpecah terungkap keluar dalam bahasa lisan dan babasa Tubuh isyarat di depan publik lingkup Dunia dan semua mata Dunia dapat memandangnya. Kesadaran maksimal manusia dapat mematikan signal pecah jiwa dan hanja men-on-kan saja signal utuh jiwanya.  *****


Soverdi Surabaya 

19 Juli 2021

bbmesvede@yahoo.com










 "Pada waktu penghakiman

ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini

dan ia akan menghukumnya juga.

Sebab ratu itu datang dari ujung bumi

untuk mendengar hikmat Salomo,

dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Salomo!"


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVI


Senin, 19 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kel 14:5-18


"Mereka akan insaf bahwa Aku ini Tuhan,

apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Waktu diberitahukan kepada raja Mesir,

bahwa bangsa Israel telah lari,

maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya

terhadap bangsa Israel itu.

Mereka berkata, "Apakah yang telah kita perbuat ini?

Mengapa telah kita biarkan

orang Israel pergi dari perbudakan kita?"

Kemudian Firaun memasang keretanya

dan membawa serta rakyatnya.

Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya segala kereta Mesir,

masing-masing lengkap dengan perwiranya.


Demikianlah Tuhan mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu,

sehingga ia mengejar orang Israel.

Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang perkasa.

Adapun orang Mesir, dengan segala kuda dan kereta Firaun,

dengan orang-orang berkuda dan pasukannya,

mengejar mereka,

dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut,

dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.


Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh,

maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka.

Lalu sangat ketakutanlah orang Israel,

mereka berseru-seru kepada Tuhan,

dan mereka berkata kepada Musa, 

"Apakah di Mesir tidak ada kuburan,

maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini?

Maksudmu apa membawa kami keluar dari Mesir?

Bukankah telah kami katakan di Mesir,

Janganlah mengganggu kami

dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir.

Sebab lebih baik bagi kami bekerja bagi orang Mesir

daripada mati di padang gurun!"


Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu, "Janganlah takut!

Tetaplah berdiri, dan perhatikanlah keselamatan dari Tuhan,

yang hari ini juga akan diberikan-Nya kepada kalian.

Sebab orang Mesir yang kalian lihat hari ini

takkan kalian lihat lagi untuk selama-lamanya.

Tuhan akan berperang untuk kalian, dan kalian diam saja."


Lalu Tuhan bersabda kepada Musa,

"Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku?

Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.

Dan engkau, angkatlah tongkatmu,

ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya,

sehingga orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut

dan berjalan di tanah yang kering.

Tetapi sementara itu Aku akan mengeraskan hati orang Mesir,

sehingga mereka menyusul orang Israel.

Dan terhadap Firaun serta seluruh pasukannya,

kereta dan orang-orangnya yang berkuda,

Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.

Maka orang Mesir akan insyaf, bahwa Akulah Tuhan,

apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku

terhadap Firaun, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Kel 15:1-2.3-4.5-6,R;1


Refren: Baiklah aku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.


*Baiklah aku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.

Kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

Tuhan itu kekuatan dan mazmurku,

Ia telah menjadi keselamatanku.

Dia Allahku, kupuji Dia; Dialah bapaku, kuluhurkan Dia.


*Tuhan itu pahlawan perang;

Tuhan, itulah nama-Nya!

Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut,

para perwiranya pilihannya dibenamkan ke dalam Laut Teberau.


*Samudera raya menutupi mereka;

ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.

Tangan kanan-Mu, Tuhan, mulia karena kekuasaan-Mu,

tangan kanan-Mu, Tuhan, menghancurkan musuh.


Bait Pengantar Injil

Mzm 94:8ab


Hari ini janganlah bertegar hati,

tetapi dengarkanlah suara Tuhan.


Bacaan Injil

Mat 12:38-42


"Pada waktu penghakiman

ratu dari selatan akan bangkit bersama angkatan ini."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa

beberapa ahli Taurat dan orang Farisi berkata kepada Yesus,

"Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."


Jawab Yesus kepada mereka,

"Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda.

Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda

selain tanda nabi Yunus.

Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam,

demikian pula Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi

tiga hari tiga malam.


Pada waktu penghakiman

orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini

dan menghukumnya juga.

Sebab orang-orang Niniwe bertobat

setelah mendengar pemberitaan Yunus;

dan sungguh, yang ada di sini lebih dari pada Yunus!

Pada waktu penghakiman

ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini

dan ia akan menghukumnya juga.

Sebab ratu itu datang dari ujung bumi

untuk mendengar hikmat Salomo,

dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Salomo!"


Demikianlah sabda Tuhan.