Natal adalah Kerjasama Allah & Manusia Untuk Revolusi Mental Semua Orang


*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Renungan Misa Siang Hari Raya Natal

Jumat 25 Desember 2020

Tahun Liturgi B


 


Sehebat-hebatnya seorang manusia perlu sadari bahwa seseorang hebat atau menjadi hebat Karena adanya Kerjasama dengan orang lain atau peran aktif orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung yang membuat seseorang hebat atau unggul dalam hidup bersama. Kehebatan dan kemajuan sebuah bangsa ataupun negara dapat secara cepat dicapai hanya kalau melibatkan begitu banyak pihak dalam kerja nyata untuk mencapai target terukur kemajuan bersama itu   sendiri. Misalnya Indonesia Maju dapat tercapai secara lebih cepat bila dua kekuatan  professional yang hebat pro-oposisi dan pro-pemerintah bekerjasama dengan baik untuk mencapai target kemajuan Indonesia dengan manajemen yang baik dan professional. Contoh masuknya oposisi masuk dalam lingkaran kabinet pemerintahan Presiden Jokowi, adalah sebuah Kerjasama yang Positif bagi pembangunan dan kemajuan hebat Indonesia Kita. Kerja sama partai oposisi dan partai pendukung pemerintahan Presiden Jokowi seperti tampak Pak Prabowo dan Pak Sandy  Masuk dalam kabinet adalah sebuah Contoh real bahwa sebuah tanda Positif untuk mempercepat proses pembangunan multi-bidang menuju Indonesia Hebat dan Maju. 



Kerja sama adalah Natal, kelahiran Sang Imanuel Allah menyertai Dunia kita. Kerja sama dalam Bacaan pertama tampak jelas. Bahwa Allah bekerja sama dengan para Nabi yang bernubuat tentang Kedatangan(kelahiran Yesus)  dengan satu Tujuan untuk menyelamatkan dunia Kita Umat manusia. Dalam Perjanjian Lama jelas bahwa Allah melalui mulut para Nabi mewartakan keselamatan Dunia kita manusia. Tetapi dalam Perjanjian Baru Allah berbicara kepada manusia melalui Putera TungggalNya sendiri sebagaimana ada di dalam Bacaan kedua. Keselamatan itu tidak hanya dari sudut pandang Allah sendiri tetapi dari sudut pandang manusia juga. Untuk menyatupadukan keduanya PuteraNya sendiri datang ke Dunia Sebagai Allah Sekaligus Manusia. Sebagai Allah Yesus memiliki status yang paling Tinggi. Tetapi status itu bukan stabil, tetapi sangat dinamis yaitu Allah meninggalkan status yang Tinggi dan menjadi manusia yang memiliki status Sosial yang sangat berbeda atau lebih rendah untuk menyelamatkan Dunia kita manusia Umat Kesayangan Tuhan. Kerjasama, kerja team adalah point penting untuk kemajuan Indonesia. Kerja sama itu sangat penting untuk bangun Diri dan Sesama serta dunia.


Kerjasama antara Maria dan Malaikat Gabriel dan Santo Yosef, maka terjadilah inkarnasi revolusi iman dari Allah yang transenden menjadi imanen. Kerja sama langsung dan tidak langsung melalui para Nabi, Yohanes dan secara langsung dengan Maria sehingga revolusi iman dan mental terlaksana di dalam Diri Maria Ibu Sang Imanuel. 


Revolusi itu terjadi lewat kerjasama. Revolusi yang menghancurkan apa yang baik yang sudah ada pun pasti ada kerjasama. Artinya kerjasama dalam arti Negatif. Dalam arti Positif kerja sama untuk menyempurnakan yang belum Sempurna sehingga menjadi lebih baik untuk kebaikan bersama Kita. 


Kerjasama itu Perlu. Natal itu kerjasama. Kelahiran Baru itulah natal berarti bagi Kita. Kerjasama dari Hati tulus Kita seperti Maria. Kerjasama dalam komisi komisi yang membangun kehidupan organisasi. Kerjasama antara anggota komunitas. Kerja sama itu adalah Natal. Natal itu terjadi dalam kerja sama. Manusia Baru itu kerjasama. Kerjasama itu membuat Kita majubersama bangun Diri keluarga komunitas dan Dunia.  Amin.***



BACAAN I (Yes 52:7-10) (umat duduk)


       

"Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab Tuhan telah menghibur umatnya."

   

L. Bacaan dari Kitab Yesaya:

    

O betapa indah kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan bentara yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik; yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion, "Allahmu meraja!" Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: Mereka bersorak-sorai serempak. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana Tuhan kembali ke Sion. Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab Tuhan telah menghibur umat-Nya. Ia telah menebus Yerusalem. Tuhan telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.





BACAAN II (Ibr 1:1-6) (umat duduk)

  

 "Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya."

  

 L. Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani:

 

Saudara-saudara, pada zaman dahulu Allah berulangkali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi. Tetapi pada zaman akhir ini Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Anak-Nya itulah yang ditetapkan-Nya sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dialah Allah menjadikan alam semesta. Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah berhasil mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat yang tinggi. Ia jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat sebagimana nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah daripada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu Allah pernah berkata, "Anak-Kulah Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan" Atau pun: "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia menjadi Anak-Ku". Lagipula, ketika mengantar Anak-Nya yang sulung ke dunia, Allah berkata, "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."

  

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah



BACAAN INJIL (Yoh 1:1-18) -umat berdiri-


"Firman telah menjadi manusia."

I. Tuhan bersamamu

U. Dan bersama rohmu

I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes

U. Dimuliakanlah Tuhan.

I. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

I: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya

U: Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Raja Damai Datang dalam Kesederhanaan dan Taat pada aturan

 TEKS MISA PERAYAAN EKARISTI MALAM NATAL 

(MISA MALAM)

Kamis, 24 Desember 2020

* P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Renungan Misa Malam Natal 

Kamis 24 Desember 2020

Tahun Liturgi B

BACAAN I (Yes 9:1-6) tentang Raja Damai datang ke Dunia 

BACAAN II (Tit 2:11-14) tentang Yesus Kristus Raja Kasih Dunia 

BACAAN INJIL (Luk 2:1-14) Raja Damai datang dalam Kesederhanaan dan Taat pada aturan.

Di dalam sejarah Dunia ada begitu banyak raja atau pemimpin atau tokoh pendamai yang Kita kenal. Tetapi di antara sekian banyak tokoh atau Raja Damai itu hanya satu Raja Damai yang paling hebat dalam iman Kita sebagai orang Katolik yaitu Raja Damai Yesus Kristus yang datang, lahir, ke dunia di dalam sebuah Kesederhanaan tetapi untuk Tujuan yang mulia yaitu untuk menyelamatkan dunia. 

Raja Damai dalam Perjanjian Lama adalah tokoh yang memiliki status Tinggi dalam kehidupan Sosial. Konsep Raja Damai seperti itu yang dinanti-nantikan kedatanganNya. Dalam Bacaan Pertama Raja Damai seperti itulah yang dinanti-nantikan. Tetapi dalam Perjanjian Baru, Raja Damai yang dipersiapkan kedatanganNya oleh para Nabi itu terpenuhi di dalam Diri Yesus Kristus. Dalam Bacaan kedua, disebut sebagai Raja Kasih. Yesus kasih/beri segala sesuatu untuk selamatkan manusia dan alam semesta. Dalam Bacaan Injil Raja Kasih itu datang dan lahir dalam Kesederhanaan dan ketaatan pada aturan. Ia taat pada sensus penduduk dan itu secara sipil menempati posisi keluarga yang jelas dan diakui oleh aturan Kaisar Agustus. Identitas sipil tidak dapat diragukan lagi. Pada saat sensus itulah Yesus lahir di tempat yang sederhana di kandang Bethlehem. Disambut oleh para gembala atas penampakan Malaikat dan arahan Malaikat.  Para gembala sederhana dan para Malaikat Agung menyertai Sang Imanuel Allah Beserta Kita. 

Allah menyertai Kita dan Kita menyertai Allah dalam segala waktu dan tempat Karena waktu dan tempat adalah kasih Allah. Kasih Kota pada Allah adalah Kita menyertai Allah yang telah lebih dahulu dan selalu menyertai Kita. 

Jadilah Imanuel dalam budi kata dan Aksi Kita setiap waktu dan di setiap tempat. Selamat Natal. Imanuel Allah Beserta Kita.


Yesus boleh lahir di kandang natal berulang-ulang tetapi kalau Yesus tidak pernah lahir di dalam Hati Kita maka natal tidak berarti bagi Kita sama sekali. Paus Fransiskus mengatakan bahwa Pohon Natal adalah Kita sendiri. Dekorasi natal adalah Kita sendiri. Kandang natal adalah Kita sendiri. Yesus lahir dalam Hati Kita dan itu terungkap dalam Aksi nyata setiap Hari setiap saat di segala tempat. Itulah arti natal yang sesungguhya bagi Kita. Imanuel Allah menyertai Kita dan Kita menyertai Allah. Kita menyertai Sesama untuk menyelamatkan Sesama. Natal adalah Anda.  ***


PERAYAAN EKARISTI 

     

RITUS PEMBUKA

MAKLUMAT KELAHIRAN YESUS 

NYANYIAN  

MALAM KUDUS (PS 452; MB 343)

LAGU PEMBUKA (PS 464)


TANDA SALIB DAN SALAM

I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus

U. Amin

I. Kasih karunia, rahmat, dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Putra-Nya Yesus Kristus, bersamamu

U. Dan bersama rohmu.

  

PENGANTAR

SERUAN TOBAT (PS 342)   

I. Saudara-saudari, marilah mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak merayakan peristiwa penyelamatan ini.


I+U. Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus, dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah Tuhan kita.


I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

   

TUHAN KASIHANILAH KAMI 


MADAH KEMULIAAN (PS 343 Misa De Angelis) 

 

DOA PEMBUKA

I. Marilah kita berdoa:

(hening sejenak)

I. Allah dan Bapa kami, Engkau menjadikan malam yang amat kudus ini bermandikan sinar Terang sejati. Semoga kami, yang sudah mengakui misteri Terang itu di dunia, kelak layak menikmati sukacita-Nya di surga. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

LITURGI SABDA


BACAAN I (Yes 9:1-6)

“Seorang Putra telah diberikan kepada kita.”

L. Bacaan dari Kitab Yesaya:

  

Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar, terang telah bersinar atas mereka yang diam di negeri kekelaman. Engkau, ya Tuhan, telah banyak menimbulkan sorak-sorai dan sukacita yang besar. Mereka telah bersukacita di hadapan-Mu seperti orang bersukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorai di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekan bangsa itu dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Median. Setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. Sebab seorang anak telah lahir bagi kita, seorang putra telah diberikan kepada kita. Lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan orang menyebut dia: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besarlah kekuasaannya dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas tahta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan me-ngokohkan kerajaannya itu dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini.

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.


MAZMUR TANGGAPAN (PS 806)

Refren:

Hendaklah langit bersukacita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, karna Ia sudah datang.

Mazmur:

1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan

menyanyilah bagi Tuhan hai seluruh bumi!

Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

2. Kabarkanlah dari hari ke hari

keselamatan yang datang dari pada-Nya.

Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa,

kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.

3. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai

Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atas-Nya,

biar gemuruhlah laut serta segala isinya!

dan segala pohon di hutan bersorak- sorai.

4. Biarlah bersukaria di hadapan Tuhan,

sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.

Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan,

dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.


BACAAN II (Tit 2:11-14)

“Kasih karunia Allah sudah nyata bagi semua orang.”

L. Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus:

Saudaraku terkasih, sudah nyatalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia. Kasih karunia itu mendidik kita agar meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadah, di dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia, dan pe-nyataan kemuliaan Allah yang mahabesar dan Penyelamat kita Yesus Kristus. Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

   

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

  

BAIT PENGANTAR INJIL (PS 953)

Alleluya, Alleluya

Kemuliaan bagi Allah ditempat yang mahatinggi, Dan damai sejahtera dibumi bagi orang yang berkenan kepada-Nya.


BACAAN INJIL (Luk 2:1-14)

“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat.”

I. Tuhan bersamamu

U. Dan bersama rohmu.

I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas

U. Dimuliakanlah Tuhan.

I. Sekali peristiwa Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftar semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi walinegeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing ke kota asalnya. Demikian juga Yusuf. Ia pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, - karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tuna-ngannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka berada di Betlehem, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Lalu dibungkusnya anak itu dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka, sehingga mereka sangat ketakutan. Maka kata malaikat itu kepada mereka, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Dan tiba-tiba tampaklah bersama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara surga yang memuji Allah, katanya, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi bagi orang yang berkenan kepada-Nya.”

    

HOMILI   

AKU PERCAYA 

       

DOA UMAT

I. Seorang Putra telah lahir bagi kita, Emanuel, Tuhan-beserta-kita nama-Nya. Dialah tanda tetap bahwa Allah menyayangi kita. Maka marilah kita panjatkan doa kepada-Nya dengan perantaraan Yesus Putra-Nya, yang terbaring di palungan:

        

L. Bagi Gereja kita: Semoga Allah Bapa mendampingi kita agar iman akan perutusan Yesus tetap mendorong Gereja untuk selalu memperbarui diri, umat dan masyarakat seturut kehendak-Nya. 


L. Bagi perdamaian di antara umat manusia: Semoga Allah Bapa menerangi kita agar makna nyanyian para malaikat terwujud benar, dan tercapailah perdamaian, bukan perang, kebahagiaan bukan penderitaan: kegembiraan bukan kesedihan, bagi seluruh umat manusia. Marilah kita mohon.

U. Dengarkanlah umat-Mu.


L. Bagi para tawanan dan pengungsi: Semoga Allah Bapa mendampingi mereka yang menjadi korban perang atau pertentangan segera dapat menikmati kembali ketenangan serta kedamaian. Marilah kita mohon, ….

U. Dengarkanlah umat-Mu.

      

L. Bagi para penganggur, gelandangan, pengungsi dan tawanan: Semoga mereka dapat menemukan pada diri kita segala sesuatu yang mereka perlukan, tangan-tangan yang mau menolong dan terutama hati yang penuh cinta kasih. Marilah kita mohon.

U. Dengarkanlah umat-Mu.


L. Bagi diri kita: Semoga Allah Bapa mendampingi kita agar dalam suasana perayaan Natal ini kita tak melupakan mereka yang terpencil dan menderita. Marilah kita mohon.

U. Dengarkanlah umat-Mu.

          

I. Allah Bapa, maha pengasih dan penyayang, kami mohon, pandanglah kami dengan kasih sayang-Mu, agar kami semakin sadar bahwa Engkau beserta kami dan kami beserta Engkau, bahwa Engkau Allah kami dan kami umat-Mu, bahwa Engkau Bapa kami dan kami putra dan putri-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami.

U. Amin.

  

LITURGI EKARISTI


A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN

LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN 

             

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.

U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.

I. Ya Allah, berkenanlah menerima persembahan yang kami unjukkan pada hari raya ini. Semoga oleh pertukaran yang amat suci ini kami menjadi serupa dengan Kristus, dan dalam Dia kami bersatu dengan Dikau. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.  

U. Amin.

B. DOA SYUKUR AGUNG

PREFASI NATAL I 

I. Tuhan bersamamu

U. Dan bersama rohmu.

I. Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan

U. Sudah kami arahkan.

I. Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.

U. Sudah layak dan sepantasnya.

I. Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana pun juga kami senantiasa bersyukur kepada-Mu. Sebab ketika Sabda-Mu menjadi manusia Engkau memancarkan di hadapan kami keagungan-Mu yang tak terperikan. Engkau, Allah yang tak kelihatan, kin dapat kami kenal dalam diri Putra-Mu, Juru Selamat kami. Kabut yang menyelimuti hati dan budi ditembus sinar surgawi. Maka terbukalah cakrawala baru sehingga kini kami dapat mendambakan kasih karunia dan penyelamatan-Mu yang tadinya tak terbayangkan. Dari sebab itu, kami mengumandangkan kidung kemuliaan bagi-Mu bersama para malaikat dan seluruh laskar surgawi yang tak henti-hentinya bernyanyi:

   

KUDUS (PS 387)        

Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah segala kuasa. Surga dan bumi, penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan, dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.

  

DOA SYUKUR AGUNG I

      

I. Ya Bapa yang mahamurah, dengan rendah hati kami mohon demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami: Sudilah menerima dan memberkati (+) pemberian ini, persembahan ini, kurban kudus yang tak bernoda ini. Kami mempersembahkan kepada-Mu pertama-tama untuk Gereja-Mu yang kudus dan katolik. Semoga Engkau memberikan kepadanya damai, perlindungan, persatuan, dan bimbingan di seluruh dunia bersama hamba-Mu Paus kami... dan Uskup kami ... serta semua orang yang menjaga dan menumbuhkan iman katolik, sebagaimana kami terima dari para rasul.

  

I. Ingatlah, ya Tuhan, akan hamba-hamba-Mu... yang meminta doa kami; dan semua orang yang berhimpun di sini, yang iman dan baktinya Engkau kenal dan Engkau maklumi; bagi mereka, kurban ini kami persembahkan kepada-Mu. Ingatlah juga akan mereka yang mempersembahkan kepada-Mu kurban pujian ini bagi dirinya sendiri dan bagi kaum kerabatnya untuk penebusan jiwa mereka, untuk keselamatan dan kesejahteraan yang mereka harapkan dari-Mu, ya Allah yang benar, hidup dan kekal.

  

Communicantes

 

Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami merayakan malam yang amat suci ini, saat Penyelamat dunia dilahirkan oleh Santa Perawan Maria; juga, kami mengenang dan menghormati: terutama Santa Maria, tetap perawan mulia, Bunda Yesus Kristus, Tuhan dan Allah kami,

   

Santo Yusuf, suaminya, serta para rasul dan para martir-Mu yang bahagia, Petrus dan Paulus, Andreas (Yakobus dan Yohanes, Tomas, Yakobus dan Filipus, Bartolomeus dan Matius, Simon dan Tadeus: Linus, Kletus, Klemens dan Sikstus, Kornelius dan Siprianus, Laurensius dan Krisogonus, Yohanes dan Paulus, Kosmas dan Damianus) dan semua orang kudus-Mu. Atas jasa dan doa mereka, lindungilah dan tolonglah kami dalam segala hal. Demi Kristus, Tuhan kami.

U.Amin.

 

I. Maka kami mohon, ya Tuhan, sudilah menerima persembahan kami, hamba-hamba-Mu, dan persembahan seluruh keluarga-Mu ini: bimbinglah jalan hidup kami dalam damai-Mu, luputkanlah kami dari hukuman kekal dan terimalah kami dalam kawanan para pilihan-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.   

U. Amin. 

       

 I. Ya Allah, kami mohon, sudilah memberkati dan menerima persembahan kami ini sebagai persembahan yang sempurna, yang benar, dan yang berkenan pada-Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan Darah Putra-Mu terkasih, Tuhan kami, Yesus Kristus.


Putra Altar membunyikan lonceng/gong.

I. Pada hari sebelum menderita Ia mengambil roti dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia, dan sambil menengadah kepada-Mu, Allah Bapa-Nya yang mahakuasa, Ia mengucap syukur dan memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata:


Terimalah dan makanlah: 

Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.  


Demikian pula, sesudah perjamuan, Ia mengambil piala yang luhur dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia. Sekali lagi Ia mengucap syukur dan memuji Dikau lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:

   

Terimalah dan minumlah: Inilah piala Darah-Ku, darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi banyak orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.

          

AKLAMASI ANAMNESIS  


I. Oleh karena itu, ya Bapa, kami, hamba-Mu, dan juga umat-Mu yang kudus mengenangkan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami: penderitaan-Nya yang menyelamatkan, kebangkitan-Nya dari alam maut, dan juga kenaikan-Nya yang mulia ke surga. 

       

Dari anugerah-anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami, ya Allah, yang mahamulia, kami mempersembahkan kepada-Mu, kurban yang murni, kurban yang suci, kurban yang tak bernoda, roti suci kehidupan abadi dan piala keselamatan kekal.


Sudilah memandang persembahan ini dengan hati yang rela dan wajah berseri; dan sudilah menerimanya seperti Engkau berkenan menerima persembahan hamba-Mu Habel dan kurban leluhur kami Abraham dan seperti Engkau berkenan menerima kurban suci dan tak bernoda yang dipersembahkan kepada-Mu oleh Melkisedek, Imam Agung-Mu.


I. Kami mohon kepada-Mu, ya Allah yang mahakuasa: utuslah malaikat-Mu yang kudus mengantar persembahan ini ke altar-Mu yang luhur, ke hadapan keagungan ilahi-Mu, agar kami semua yang mengambil bagian dalam perjamuan ini, dengan menyambut Tubuh dan Darah Putra-Mu, dipenuhi dengan segala berkat dan rahmat surgawi. Demi Kristus, Tuhan kami.

U.Amin.

  

I. Ingatlah juga, ya Tuhan, akan hamba-hamba-Mu..... dan ..... yang telah mendahului kami dengan meterai iman dan beristirahat dalam damai. 

  

I. Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, perkenankanlah mereka dan semua orang yang telah beristirahat dalam Kristus mendapatkan kebahagiaan, terang dan damai. Demi Kristus, Tuhan kami. 

U. Amin. 


I. Perkenankanlah juga kami, hamba-hamba-Mu yang berdosa ini, yang berharap atas kerahiman-Mu yang melimpah, mengambil bagian dalam persekutuan dengan para rasul dan para martir-Mu yang kudus: dengan Yohanes Pembaptis, Stefanus, Matias dan Barnabas, (Ignasius dan Aleksander, Marselinus dan Petrus, Felisitas dan Perpertua, Agata, dan Lusia, Agnes, Sesilia, dan Anastasia) dan semua orang kudus-Mu: perkenankanlah kami menikmati kebahagiaan bersama mereka, bukan karena jasa-jasa kami, melainkan kelimpahan pengampunan-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.


I. Dengan pengantaraan Dia, Engkau senantiasa menciptakan menguduskan, menghidupkan, memberkati, dan menganugerahkan segala yang baik kepada kami.


I. Dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang mahakuasa, - dalam persekutuan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.

U.

   

C. KOMUNI 

BAPA KAMI (PS 404)

DOA DAMAI

I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu." Jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.

U. Amin. 

I. Damai Tuhan bersamamu

U. Dan bersama rohmu

       

ANAK DOMBA ALLAH (PS 408)


PERSIAPAN KOMUNI

I. Inilah Yesus Kristus, Raja Penyelamat yang dijanjikan Allah, dan kini berada di tengah-tengah kita. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya.

U. Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

     

KOMUNI

PA. Yang diperkenankan menyambut Komuni Kudus adalah mereka yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik, atau yang sudah diterima sebagai anggota Gereja Katolik dan telah menerima Sakramen Komuni Pertama. Mohon menghormati ketenangan jalannya Misa Kudus, dengan tidak memberikan tepuk tangan kepada pelayan liturgi selama berlangsungnya misa hingga misa berakhir.


LAGU KOMUNI (PS 459) 

              

MADAH PUJIAN (PS 457)

GITA SURGA BERGEMA

       

DOA SESUDAH KOMUNI 

I. Marilah kita berdoa:

I. Tuhan, Allah kami, kami bersukacita merayakan kelahiran Sang Penebus. Semoga dengan cara hidup yang pantas, kami Kauperkenankan masuk ke dalam persekutuan dengan Dia, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.

U. Amin.


RITUS PENUTUP 

BERKAT MERIAH

I. Tuhan bersamamu

U. Dan bersama rohmu

I. Tundukkanlah kepalamu untuk menerima berkat Tuhan.


I. Semoga Allah meneguhkan keyakinan iman, yang malam ini ditumbuhkan-Nya dalam hati Saudara.

U. Amin.

I. Semoga Allah Putra yang datang di tengah kita, mendampingi Saudara dalam mewartakan kabar gembira keselamatan dalam hidup Saudara.

U. Amin.

I. Semoga Allah Roh Kudus memberi semangat untuk tekun mengikuti bimbingan Kristus dan mengusahakan damai bahagia bagi Saudara.

U. Amin.

I. Dan semoga Saudara sekalian, diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U. Amin.

I. Dengan ini Perayaan Kelahiran Tuhan Kita Yesus Kristus sudah selesai.

U. Syukur kepada Allah.


PENGUTUSAN

I. Marilah pergi! Kita diutus!

U. Amin.


PERARAKAN KELUAR (PS 477)


LAGU PENUTUP (MB 351)


Sang Surya Pagi akan Datang: Persiapan & Tujuan KedatanganNya


*P. Benediktus Bere Mali,SVD*


Renungan Misa Harian

Kamis 24 Desember 2020

Bacaan Injil

Luk 1:67-79




Kidung Zakharia dalam Injil Hari ini terdiri dari dua bagian   yaitu pertama tentang persiapan kedatangan Sang Surya pagi dari tempat yang Tinggi yaitu Tuhan Yesus sendiri. Persiapan ini sudah mulai di dalam Kitab Perjanjian Lama oleh para Nabi dan salah satunya adalah Oleh Nabi Natan di dalam Bacaan Pertama Hari ini. Dalam Perjanjian Baru, persiapan kedatangan Sang Surya Pagi itu oleh Yohanes anak Zakharia seperti terungkap dalam Kidung Zakharia dalam Injil Hari ini. 


Kedua, tujuan utama Kedatangan Sang Surya Pagi yaitu Tuhan Yesus adalah Tuhan akan datang untuk menyinari mereka yang diam di dalam kegelapan dan naungan maut untuk mengarahkan kaki Kita kepada jalan damai sejahtera. 


Dari dua hal pokok tersebut mengandung pesan ganda bagi Kita bahwa pertama, masa lalu dan Masa kini yang tanpa harapan akan direvolusi menjadi penuh harapan. Kedua, Revolusi Harapan itu akan terwujud di dalam Diri seorang tokoh sentral iman yaitu dalam Diri Tuhan Yesus Sendiri. Harapan itu ada dalam kalimat terakhir dari Kidung Zakharia dalam Injil Hari ini

"Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."


Semoga Hati Yesus hidup di dalam Hati Semua Manusia & Hati Semua Manusia hidup di dalam Hati Tuhan Yesus Sumber Terang Sejati menerangi dan mengarahkan kaki semua Manusia kepada jalan damai sejahtera.***


 *Sumber Renungan Misa Harian, 24 Desember 2020* 



"Kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan Tuhan."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Khusus Adven (Misa Pagi)


Kamis, 24 Desember 2020


Bacaan Pertama

2Sam 7:1-5.8b-12.16


"Kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan Tuhan."


Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel:


Pada masa itu 

Raja Daud telah menetap di rumahnya, 

dan Tuhan telah mengaruniakan kepadanya keamanan 

terhadap semua musuh di sekeliling, 

Maka berkatalah Raja Daud kepada Nabi Natan, 

"Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, 

padahal tabut Allah diam di bawah tenda." 

Lalu berkatalah Natan kepada raja, 

"Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, 

sebab Tuhan menyertai engkau." 


Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Tuhan kepada Natan, 

"Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: 

Beginilah firman Tuhan: 

Masakan engkau yang mendirikan rumah untuk Kudiami? 

Akulah yang mengambil engkau dari padang, 

ketika engkau menggiring kambing domba! 

Engkau Kuambil untuk Kujadikan raja atas umat-Ku Israel. 

Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani, 

dan telah melenyapkan semua musuh dari hadapanmu. 

Aku membuat besar namamu 

seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. 

Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, 

sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri 

dengan tidak lagi dikejutkan atau pun ditindas 

oleh orang-orang lalim seperti dahulu, 

sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. 

Aku mengaruniakan kepadamu keamanan 

terhadap semua musuhmu. 


Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: 

Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. 

Apabila umurmu sudah genap 

dan engkau telah mendapat perhentian bersama nenek moyangmu, 

maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, 

anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. 

Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya 

di hadapan-Ku, 

takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya." 


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 89:2-3.4-5.27.29,R:2a


Refren: Kasih setia-Mu, ya Tuhan, 

hendak kunyanyikan selama-lamanya.


*Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, 

hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun.

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; 

kesetiaan-Mu tegak seperti langit. 


*Engkau berkata, 

"Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, 

Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: 

Aku hendak menegakkan anak cucumu Untuk selama-lamanya, 

dan membangun takhtamu turun-temurun." 


*Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapakulah Engkau, 

Allahku dan gunung batu keselamatanku." 

Untuk selama-lamanya 

Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, 

dan perjanjian-Ku denganya akan Kupegang teguh.


Bait Pengantar Injil


Oh Tuhan, Cahaya abadi dan Surya keadilan, 

datanglah, dan terangilah mereka yang duduk dalam kegelapan dan bayangan maut.


Bacaan Injil

Luk 1:67-79


"Allah mengunjungi kita laksana fajar cemerlang."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus, 

lalu bernubuat, katanya, 

"Terpujilah Tuhan, Allah Israel, 

sebab Ia telah mengunjungi umat-Nya 

dan membawa kelepasan baginya, 

Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita 

di dalam keturunan Daud, hamba-Nya, 

seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala 

lewat mulut nabi-nabi-Nya yang kudus, 

untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita 

dan dari tangan semua orang yang membenci kita; 

untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita, 

dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, 

yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, 

bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, 

supaya kita, terlepas dari tangan musuh, 

dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, 

dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya

seumur hidup kita. 

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; 

karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan 

untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, 

untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan 

yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, 

oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, 

dengan mana Ia akan mengunjungi kita: 

Surya pagi dari tempat yang tinggi, 

untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan naungan maut 

untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."


Demikianlah sabda Tuhan.

Kelahiran Yohanes membawa revolusi mental pada zamannya*



*P. Benediktus Bere Mali, SVD*



 Revolusi mental mulai dari revolusi Cara berpikir. Perlu merevolusi Cara berpikir lama  menuju cara berpikir Baru dan kemudian beraksi sesuai cara berpikir yang Baru. Revolusi mental melibatkan tokoh model bagi Dunia dalam mewujudnyatakan revolusi mental. 


Tokoh revolusi mental banyak yang Kita kenal dari berbagi segi ilmu pengetahuan. Tetapi pada kesempatan ini tokoh revolusi mental yang Kita kenal adalah Yohanes Yang lahir dari keluarga Zakaria dan Elisabet isterinya yang setia di hadapan Allah. Kelahiran Yohanes membawa revolusi mental dari segala segi bidang kehidupan dalam keluarga Zakaria dan Elisabet. Kelahiran Yohanes menyembuhkan banyak persoalan dalam keluarga Zakaria dan Elisabet dan semua persoalan Sosial  Psikologis,. Fisik/biologis (Elisabet mandul) dan terutama persoalan iman. 


Dalam Bahasa konseling kelahiran Yohanes membawa therapy cara berpikir sebagai hal pertama dan utama dalam menyembuhkan atau menyelamatkan banyak persoalan lain. Dengan kata lain untuk menyembuhkan atau merevolusi bidang lain harus dimulai dari akar lahirnya aneka soal dan aneka penyelesaian mulai dengan Tahap Awal yaitu psikoedukasi baik secara one on one maupun secara Sosial. 


Ada dua revolusi yaitu pertama revolusi Fisik meliputi memberi nama Yohanes pada Bayi Yang tidak lazim adalah sebuah revolusi tradisi bahwa namanya berasal dari kehendak Allah bukan kehendak manusia. Yohanes artinya yang dikasih Allah bukan yang dikasih atau diberi manusia. Revolusi tradisi lama yang bersumber dari pandangan dan aturan manusia menjadi tradisi Baru berdasarkan kehendak Allah. Allah merevolusi Elisabet yang mandul menjadi Ibu yang mengandung dan melahirkan anak. Semua pandangan stigma manusia tentang kemandulan direvolusi Allah. Kelahiran Yohanes menyembuhkan banyak hal dalam keluarga Elisabet dan Zakharia. 


Yohanes membawa revolusi Sosial Psikologis dan iman serta biologis dalam keluarga dan masyarakat atas kehendak Allah bukan atas kehendak duniawi. Bagi Allah segala sesuatu mungkin. Persembahkanlah segala sesuatu kepada Allah. Allah pasti memperhatikannya. Keluarga Elisabet dan Zakaria taat Allah dan Allah memberikan rahmat berlimpah kepadanya. ***





 *Sumber bacaan renungan misa harian* 



"Kelahiran Yohanes Pembaptis."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Khusus Adven


Rabu, 23 Desember 2020


PF S. Yohanes dari Kety, Imam


Bacaan Pertama

Mal 3:1-4;4:5-6


"Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan."


Pembacaan dari Nubuat Maleakhi:


Beginilah firman Tuhan semesta alam,

"Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku,

supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!

Dengan mendadak

Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya!

Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu,

sungguh, Ia datang!

Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya?

Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri?

Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam

dan seperti sabun tukang penatu.

Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak;

dan Ia akan mentahirkan orang Lewi,

menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak,

supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan

kurban yang benar kepada Tuhan.

Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem

akan berkenan di hati Tuhan

seperti pada hari-hari dahulu kala,

dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.


Sesungguhnya, Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu

menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu.

Maka ia akan membuat

hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya,

dan hati anak-anak kepada bapanya,

supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 25:4bc-5ab.8-9.10.14,R:Luk 21:28


Refren: Bangkitlah dan angkatlah mukamu,

sebab penyelamatanmu sudah dekat.


*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,

tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,

sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.


*Tuhan itu baik dan benar;

sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,

dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.


*Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran

bagi orang yang berpegang pada perjanjian

dan peringatan-peringatan-Nya.

Tuhan bergaul karib dengan orang yang takwa pada-Nya,

dan perjanjian-Nya ia beritahukan kepada mereka.


Bait Pengantar Injil


Oh Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja,

datanglah dan selamatkanlah umat-Mu.


Bacaan Injil

Luk 1:57-66 


"Kelahiran Yohanes Pembaptis."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin,

dan ia melahirkan seorang anak laki-laki.

Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar

bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet,

bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan

untuk menyunatkan anak itu,

dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya.

Tetapi Elisabet, ibunya, berkata,

"Jangan, ia harus dinamai Yohanes!"

Kata mereka kepadanya,

"Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."


Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya

untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya

kepada anak itu.

Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini:

Namanya adalah Yohanes.

Dan mereka pun heran semuanya.


Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia,

dan terlepaslah ikatan lidahnya,

lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya,

dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur

di seluruh pegunungan Yudea.

Semua orang yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata,

"Menjadi apakah anak ini nanti?"

Sebab tangan Tuhan menyertai dia.


Demikianlah sabda Tuhan.

Maria Kunjung dan tinggal bersama Elisabet tiga bulan lamanya

 

*P.Benediktus Bere Mali,SVD*



Renungan Misa Harian 

Selasa 22 Desember 2020


Bacaan Injil

Luk 1:46-56  tentang Maria mengunjungi Elisabet dan tinggal bersama Elisabet Selama kurang lebih 3 bulan lamanya. 


 

Mengapa di antara sekian banyak Ibu hanya Elisabet yang dikunjungi Maria dan tinggal bersamanya Selama tiga bulan lamanya? 



Maria adalah junior sedangkan Elisabet adalah senior dalam usia biologis maupun dalam lamanya mengandung sang Bayi. Tetapi keduanya punya kesamaan bahwa Malaikat Gabriel diutus Allah menyampaikan rahmat  bahwa keduanya akan mengandung Bayi berdasarkan kehendak Allah bukan atas kehendak seorang suami atau laki-laki. 


Elisabet hamil enam bulan kemudian baru Maria mengandung Sang Imanuel. Hal ini disampaikan oleh Malaikat Gabriel kepada Maria. Itu berarti Maria mengunjungi Elisabet dan tinggal bersama sampai Elisabet melahirkan sang Bayi dari kandungannya. Maria tinggal bersama Elisabet Selama tiga bulan lamanya. Sebuah kunjungan dan tinggal bersama yang dijiwai oleh aktivitas doa dalam Kidung Maria dan sharing pengalaman hidup Elisabet dan Maria secara timbal balik  tentang persoalan kemanusiaan dan persoalan iman. Secara manusiawi Maria belajar dari Elisabet seniornya secara particular tentang hamil berdasarkan kehendak Allah Roh Kudus sebagaimana disampaikan oleh Malaikat Gabriel.  Sharing manusiawi dan shering iman ini sungguh sangat menguatkan satu sama lain sebagai Ibu yang sedang mengandung Yohanes dan Tuhan Yesus. Tinggal bersama yang diwarnai oleh sebuah peneguhan iman dan kemanusiaan sekaligus. Elisabet pasti sangat Sukacita Karena mandul fisiknya berakhir oleh Karena kehamilannya atas kehendak Tuhan. Semua pandangan manusia tentang kemandulan dikahiri oleh berkat Allah kepada Elisabet yang mengandung di lanjut usianya. 


Sebaliknya Maria yang masih murni mengandung berdasarkan kuasa Allah Roh Kudus, mendapat peneguhan yang sangat berarti dari Elisabet yang memujinya sebagai Ibu Tuhan. Pujian itu murni tulus keluar dari Hati iman Elisabet. Reaksi Maria pun penuh dengan  Sukacita dan terungkap jelas dalam Kidung Maria dalam bacaan Injil Hari ini. Kidung Syukur dan Pujian Kepada Allah yang memberinya berkat berlimpah dalam dirinya yang sedang mengandung Putera Allah. Kunjungan dan pertemuan Maria dan Elisabet ini saling membangkitkan harapan Masa depan yang cerah bukan saling mematikan. Kebersamaan ini dapat menyelesaikan aneka persoalan hidup dan semakin memperkokoh kekuatan iman. 


Maria sebagai Junior tinggal bersama  Elisabet sebagai senior dan belajar banyak hal dari senior demikian juga senior belajar banyak hal dari junior sehingga keduanya saling berbagi dan saling melengkapi satu sama lain. 


Inilah tanda kehadiran Allah dalam rahim biologis dan rahim kemunitas Sosial Psikologis dan spiritual. 


Mari kita tinggal dalam komunitas Allah Tritunggal Maha Kudus bukan hanya tiga bulan tetapi untuk abadi. Amin. ***



Sumber bacaan renungan misa harian selengkapnya sbb: 




“Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, 

lalu pulang ke rumahnya. “


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Khusus Adven


Selasa, 22 Desember 2020


Bacaan Pertama

1Sam 1:24-28


"Hana bersyukur atas kelahiran Samuel."


Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:


Sekali peristiwa, 

setelah Samuel disapih oleh ibunya, Hana, 

ia dihantar ke rumah Tuhan di Silo, 

dan bersama dia dibawalah 

seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, 

satu efa tepung dan sebuyung anggur. 

Waktu itu Samuel masih kecil betul. 

Setelah menyembelih lembu, 

mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli. 

lalu Hana berkata kepada Eli, 

"Mohon bicara tuanku! 

Demi Tuanku hidup, 

akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini, dekat Tuanku untuk berdoa kepada Tuhan. 

Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, 

dan Tuhan telah memberikan kepadaku 

apa yang kuminta dari pada-Nya. 

Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; 

seumur hidupnya terserahlah anak ini kepada Tuhan." 

Lalu sujudlah mereka semua menyembah Tuhan.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

1Sam 2:1.4-5.6-7.8abcd,R:1a


Refren: Hatiku bersukaria karena Tuhan, penyelamatku.


*Hatiku bersukacita karena Tuhan, 

aku bermegah-megah karena Allahku.

Mulutku mencemoohkan musuhku,

aku bersukacita karena pertolongan-Mu.


*Busur para pahlawan telah patah, 

tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan.

Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah,

tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. 

Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, 

tetapi orang yang banyak anaknya menjadi layu.


*Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, 

Ia berkuasa menurunkan ke alam maut

dan mengangkat dari sana.

Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,

Ia merendahkan, dan meninggikan juga.


*Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, 

dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, 

untuk mendudukkan dia di antara para bangsawan, 

dan memberi dia kursi kehormatan.


Bait Pengantar Injil


Oh Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja, 

datanglah, dan selamatkanlah manusia yang Kau-bentuk dari tanah.


Bacaan Injil

Luk 1:46-56 


"Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Dalam kunjungannya kepada Elisabet, 

ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata, 

"Jiwaku memuliakan Tuhan,

dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 

sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. 

Sesungguhnya, mulai sekarang 

segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 

karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, 

dan nama-Nya adalah kudus.

Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, 

dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, 

dan meninggikan orang-orang yang rendah; 

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, 

dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 

Ia menolong Israel, hamba-Nya, 

karena Ia mengingat rahmat-Nya, 

seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, 

kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 


Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, 

lalu pulang ke rumahnya. 


Demikianlah sabda Tuhan.

Kunjungan Membawa Berkat atau Kutuk?

* P. Benediktus Bere Mali, SVD* 


Renungan Harian

Senin 21 Desember 2020

Bacaan Injil

Luk 1:39-45 Maria Mengunjungi Elisabet



Kita pernah mengunjungi dan dikunjungi Sesama atau orang lain. Tentu Setiap peristiwa kunjungan memiliki dua kemungkinan yang bisa saja dialami bahwa kunjungan itu bisa saja melahirkan Sukacita yang menyehatkan atau juga bisa saja kunjungan itu melahirkan  dukacita yang melukai. Kunjungan yang mempertajam duka yang melukai, misalnya pertemuan dalam Suasana duka atas meninggalnya seorang anggota keluarga yang terkasih. Kunjungan yang membawa Sukacita mendalam misalnya anak yang sukses bekerja Lalu datang membawa harta berlimpah kepada orangtuanya yang menerimanya dengan penuh Sukacita. 


Injil Hari ini menampilkan Maria yang telah dikunjungi dan sedang mengunjungi. Maria mendapat rahmat berlimpah dari Allah setelah menerima kunjungan dari Malaikat Gabriel.  Rahmat itu menjadi nyata dalam rahimnya yang sedang mengandung Tuhan Yesus sumber Rahmat Sempurna. Kunjungan Maria kepada Elisabeth dengan tujuan membawa rahmatNya kepada Elisabeth. Ketika Elisabeth menerima Salam Maria, Elizabeth penuh Sukacita dan Bayi Yang ada dalam rahim Elisabeth pun melompat penuh Sukacita. Peristiwa Sukacita kunjungan Maria ini memandu Elisabet menegaskan bahwa Kunjungan ini sungguh sangat Istimewa. Kunjungan ini adalah Kunjungan Ibu Tuhan Yesus. Terangkum dalam Kata Elisabet: " Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhan-ku datang mengunjungi aku?" Pertanyaan ini mengandung dua hal pokok penting. Pertama kunjungan kemanusiaan dan kunjungan keilahian. 


Kunjungan kemanusiaan tampak dalam kehamilan Maria dan Elisabet yang sangat Istimewa. Elisabet adalah mandul secara biologis-fisik tetapi sedang mengandung atas kehendak Allah setelah  Malaikat Gabriel mengunjungi Zakaria suami Elisabet. Peristiwa ini juga telah disampaikan kepada Maria oleh Malaikat Gabriel  saat Malaikat Gabriel mengunjungi Maria. 


Maria mengunjungi Elisabet dalam Injil Hari ini tentu tidak lain dan tidak bukan untuk membuktikan apa yang telah disampaikan Malaikat Gabriel kepada Maria bahwa Elisabet yang mandul itu sedang mengandung atas kuasa Allah. Kunjungan kemanusiaan ini sangat kaya akan aspek pengalaman personal dan Sosial serta iman Maria dan Elisabet. Kunjungan Maria ini sungguh  meneguhkan Elisabeth. Kehadiran Elisabet pun benar-benar meneguhkan Maria. Keduanya sedang hamil dan kunjungan ini membawa Sukacita mendalam baik dalam Diri Maria maupun dalam Diri Elisabet bahkan dalam Diri bagi yang ada di dalam Rahim Elisabet dan Maria.


Kedua, kunjungan ini adalah sebuah kunjungan Ilahi Karena Maria sedang mengandung Tuhan Yesus sumber Rahmat sejati bagi Elisabet yang juga sedang mengandung. Pengakuan Elisabet akan Maria Ibu Tuhan adalah sebuah peneguhan manusiawi bagi Maria akan semua warta Sukacita Malaikat Gabriel bagi Diri Maria sebagai Ibu yang sedang mengandung Putera Allah. Kunjungan ini adalah sebuah Kesaksian Maria akan berita Malaikat Gabriel tentang Elisabet yang sedang mengandung Yohanes.  Kunjungan ini sebuah kunjungan yang saling menguatkan dan itulah berkat nyata yang sedang dialami Maria dan Elisabet.


Bagaimana kunjungan kita pada Sesama Selama Masa hidup kita?

Kunjungan kita tentu bisa berbasis kunjungan Maria pada Elisabet. Dalam setiap kunjungan, pertemuan dan perjumpaan, kita sebaiknya berintensi membawa Sukacita pada Sesama bukan sebaliknya. Disitulah Allah ada dan hadir. Di situ ada berkat Allah. Kunjungan kita adalah Kunjungan yang membawa berkat bagi Dunia dan Sesama bukan sebaliknya. ***

Multi-dimensi Pergulatan Maria Saat Menerima Berita dari Malaikat Gabriel tentang akan Mengandung Yesus

 *P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Renungan Hari Minggu 20 Desember 2020

Bacaan Injil
Luk 1:26-38


Multi-dimensi Pergulatan Maria Saat Menerima Berita dari Malaikat Gabriel tentang akan Mengandung Yesus. 




Mengapa bergulat?


seorang gadis yang belum pernah bersuami mendapat berita bahwa Ia akan mengandung dan melahirkan anaknya dan akan diberi nama Yesus dengan informasi tentang asal-usul anak itu secara cukup detail adalah sesuatu yang sangat aneh didengar telinga penerima berita. 


Pergulatan Psikologis,  Sosial, biologis dan iman sangat campur baur tidak keruan dalam Diri Maria ketika menerima Khabar dari Malaikat Gabriel tentang akan mengandung dan melahirkan Yesus Putera Allah. 


Secara biologis ia belum tidur dengan seorang laki-laki. Ia hanya bertunangan dengan Yosef. Bagaimana mungkin ia akan mengandung seorang Bayi laki-laki dengan informasi yang sangat detail tentang Bayi yang akan dikandung itu.

 


Secara Sosial, nanti orang bilang apa tentang akan hamil tanpa seorang laki-laki. 


Secara Psikologis, ia takut, cemas akan berita yang serba tidak pasti dalam dirinya. 


Secara logika manusiawi semuanya itu tidak mungkin.



 Sebuah pergulatan manusiawi Maria yang sangat luarbiasa dahsyatnya. Maria alami semuanya itu dan Malaikat Gabriel pun merasakan apa yang sedang dialami Maria Saat sedang menerima Berita tentang akan mengandung Yesus Putera Allah.


Utusan Tuhan, Malaikat Gabriel yang merasakan pergulatan manusiawi Maria itu pertama dan utama harus  diaddress untuk disembuhkan. Penyembuhan  itu tidak cukup dengan kata-kata indah tetapi harus dengan Contoh konkret. 



Kata-kata Malaikat Gabriel bahwa Maria akan mengandung dari Roh Kudus dan akan melahirkan Yesus Putera Allah dengan KerajaanNya tidak berkesudahan,  merupakan sebuah berita yang bukan pada level manusiawi lagi tetapi sudah pada level iman. Gabriel sendiri Membawa Berita tentang Maria akan mengandung ini adalah pada level iman. Pergulatan manusiawi Maria yang akan mengandung dari Roh Kudus,  dapat disembuhkan dengan Contoh nyata tentang ada orang yang mengandung dado Roh Kudus. Contoh itu bukan dari orang lain tetapi dari sanak Maria sendiri. 


Hal memberi Contoh adalah sangat penting. Malaikat Gabriel juga sangat sadar bahwa hanya kata-kata semata sangat sulit menyembuhkan multidimensi pergulatan manusiawi Maria. Satu-satunya cara untuk meyakinkan Maria adalah Contoh yaitu Elisabeth sanak Maria itu adalah mandul dan sudah lanjut usia, sedang mengandung dari Roh Kudus Selama enam bulan. Maria tahu juga peristiwa Elisabeth mengandung dari Roh Kudus.  Selama enam bulan Elisabeth yang mandul itu menandung, pasti peristiwa itu menjadi sebuah berita yang sangat viral di dalam masyarakat hingga Maria pun menjadi lebih familiar bahwa Elisabeth sanaknya yang mandul dan usia lanjut itu sedang mengandung seorang Bayi dari Roh Kudus. 


  Kalau saat itu ada HP saya yakin Maria akan telp atau video call dengan Elisabeth untuk mendapat kepastian bahwa benar menurut berita Malaikat Gabriel ia sedang hamil di usia senja. 


Bukti atau Contoh inilah yang meyakinkan Maria bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. Keyakinkan itu terungkap dalam fiatnya "Aku ini hamba Tuhan Terjadilah padaku menurut kehendakMu." Fiat adalah sebuah persetujuan Resmi Maria akan berita Malaikat Gabriel tentang ia akan mengandung dari Roh Kudus. Fiat adalah persetujuan Resmi Maria untuk akan mengandung dari Roh Kudus. Fiat adalah keputusan pribadi secara merdeka tanpa tekanan dari manapun. Fiat Maria ini menyatakan bahwa misi Malaikat Gabriel berhasil. Mendengar fiat Maria, kemudian Malaikat Gabriel pun meninggalkan Maria. ***.

Menjadi Seperti Malaikat Gabriel Mewartakan Khabar Sukacita Allah Bagi Sesama

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Renungan Misa Harian 

Sabtu 19 Desember 2020B

BacaanInjilL Luk1:5-25 tentang "Kelahiran Yohanes Pembaptis diberitahukan oleh Gabriel."



Menyebarkan berita Sukacita   Bagi Sesama adalah hal yang pertama dan utama dalam hidup bersama dari orang yang beragama yang beriman kepada Allah sumber kebaikan sejati bagi manusia dan alam semesta. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa orang yang menyebut diri sebagai orang beragama pun masih saja menjadi  penyebar berita yang merusak atau Menjelekan orang lain. Contoh masih ada orang beragama yang menggunakan mimbar agamanya dan atribut agamanya di depan  publik Menjelekan orang yang tidak sealiran dengan dirinya sekalipun dirinya tidak ingin dijelekan oleh sesama beda aliran dengan dirinya. Orang seperti ini melupakan hukum emas ini " Lakukanlah yang baik bagi Sesamamu seperti Anda sendiri ingin diperlakukan secara baik oleh Sesamamu." 


Orang beragama yang beriman kepada Allah Maha Baik bagi semua orang, pasti akan mengutamakan kata-katanya dan aksinya yang baik bagi sesama tanpa membeda-bedakan dalam hidup bersama. 


Mewartakan Khabar Sukacita Bagi Sesama adalah intisari dari bacaan Injil Hari ini. Malaikat Gabriel Mewartakan Khabar Sukacita Allah kepada keluarga  Zakharia dan Elisabeth yang hidup tanpa cacat di hadapan Tuhan dan Sesama. Tetapi secara biologis Elisabeth mandul dan Zakharia sudah lanjut usia sehingga tidak mungkin lagi akan memiliki anak. Dalam takaran manusiawi keduanya sudah lanjut usia dan tidak mungkin mendapat keturunan lagi. Tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Allah mengutus Malaikat Gabriel Mewartakan Khabar Sukacita kepada keluarga Zakharia bahwa Elisabeth akan mengandung dari Roh Kudus dan Bayi itu akan dinamai Yohanes artinya yang dikasih/diberi Allah. Hidup tanpa cacat dari keluarga Zakharia dan Elisabeth diberkati Allah dan buah terbesarnya adalah keluarganya mendapat keturunan di usia senja. 


Peristiwa mengandung oleh seorang Elisabeth yang mandul dan lanjut usia ini sungguh mengubah cara pandang manusia bahwa semua yang tidak mungkin di Mata manusia ternyata di Mata Allah, mungkin. Allah menghendaki maka pasti terjadi. Allah menghendaki Elisabeth yang mandul dan lanjut usia mengandung, maka mengandunglah Elisabeth dan melahirkan Yohanes yang artinya yang dikasihi. Gabriel artinya pembawa sukacita Allah kepada Sesama dan dunia dan Yohanes artinya pembawa kasih Allah  bagi Sesama dan Dunia. 


Mari kita menjadi Seperti keluarga Zakharia dan Elisabeth yang hidup tanpa cacat di hadapan  Tuhan. Mari kita menjadi seperti Gabriel pembawa Khabar Sukacita Allah Bagi Dunia dan Sesama. Mari kita menjadi Seperti Yohanes pembawa Kasih Allah  bagi dunia dan Sesama.*****



"Orang Tua Angkat Yesus Sang Imanuel"

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Mat 1:18-24

Renungan Misa Harian 

18 Desember 2020


Seorang anak yang dipelihara  oleh orang Tua Angkat sejak kecil pasti sangat dekat secara sosial maupun Psikologis dengan orang Tua Angkat daripada orang Tua biologis. Tetapi ada banyak Contoh juga menyatakan  bahwa rahim biologis Ibu sekali dikenal anak-itu maka pasti ia akan kembali kepada orang Tua biologisnya.


Yesus memiliki orang Tua biologis Santa Maria yang mengandung dari Roh Kudus. Santo Yosef adalah Ayah Angkat Yesus. Peran Yosef sebagai orang Tua Angkat menyertai Yesus sejak dalam Rahim Maria. Bayi Yang lahir dari Rahim Santa Maria kemudian dinamai Imanuel artinya Allah Beserta Kita. 


Makna Imanuel pertama dan utama adalah Allah menyertai Maria Ibu Biologis Yesus dan Santo Yosef Ayah Angkat Yesus. Yesus adalah Sang Imanuel, Allah Beserta Maria dan Yosef  yang telah lahir dan hadir sebagai seorang manusia dalam hidup nyata keluarga Maria & Yosef.


Imanuel, Allah Beserta Kita. Penyertaan Allah itu sangat inklusif. Allah membuka Diri bagi semua orang yang juga membuka Dirinya untuk menyambut penyertaan Tuhan dalam setiap detik perjalanan hidupnya. Allah setia membuka Diri dalam menyertai semua orang. Setiap manusia yang setia membuka Diri untuk selalu berjalan dalam penyertaan Allah membuat lebih effektif kerja sang Imanuel menyertai Dirinya. 


Dampak menerima sang Imanuel adalah pergi diutus menjadi penyelamat Sesama dan alam sekitar. Kita menerima Imanuel dan kemudian kita menjadi Imanuel bagi Sesama dan Dunia tempat kita hidup dan berkarya. Terima Imanuel dan Beri Imanuel kepada Sesama dan Dunia adalah dua sisi kesatuan utuh tidak  terpisahkan. ***

Kelemahan Manusia Membatalkan Rencana Keselamatan Tuhan ?

 Bahan Renungan Misa Harian 17 Desember 2020

Mat 1:1-17  tentang Silsilah Yesus Kristus


*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Dalam buku Status dan kekudusan karangan Murray Milner, Jr, mengemukakan bahwa orang yang memiliki status lebih tinggi memiliki kekudusan yang lebih tinggi sedangkan orang yang status rendah menempati kekudusan yang rendah pula. Bahkan orang tidak memiliki status tidak memiliki kekudusan. Dalam buku ini penulis mengedepankan orang yang memiliki status tinggi dan status rendah bahkan tidak memiliki status dalam hidup bersama adalah sesuatu yang tetap tidak akan berubah dalam lingkungan sosial setempat. Dengan kata lain Murray mau mengatakan bahwa orang yang status tinggi akan tetap memiliki status tinggi dan orang memiliki status rendah tidak akan beralih dari berstatus rendah menjadi berstatus tinggi dalam kehidupan sosial. 

Tetapi Injil hari ini menampilkan Status Sosial dan kekudusan itu dinamis. Tuhan Yesus yang memiliki status tinggi dan memiliki kekudusan yang sempurna datang ke dunia menempati status manusia pada umumnya melewati silsilah keturunan yang berliku-liku. Yesus lahir dari keturunan yang sangat manusiawi, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dengan segala keunggulan dan kelemahannya. Misalnya Salomo salah satu yang disebutkan dalam Silsilah Yesus, memiliki isteri 700 dan selir berjumlah 300 orang (1Raj 11:3).  Contoh ini menunjukan bahwa kelemahan manusia tidak dapat  membatalkan rencana keselamatan Tuhan dalam diri Yesus yang kita nanti-nantikan kedatanganNya pada Pesta Natal. 


Tuhan memiliki rencana unik untuk menyelamatkan dunia. Kelemahan dan kekurangan manusia tidak menjadi penghalang bagi terwujudnya Rencana Tuhan menyelamatkan dunia.  Tuhan melaksanakan rencana untuk menyelamatkan manusia berdasarkan caraNya bukan berdasarkan cara manusia. Orang yang di mata manusia tidak memiliki peluang untuk menempati posisi istimewa, toh Tuhan menggunakannya untuk menjadi asal-usul keturunan Yesus sang juru selamat. 


Silsilah Yesus yang berasal dari orang-orang yang lemah ini memberikan pandangan baru bagi kita bahwa kelemahan dan kesederhanaan kita, tetap memiliki peluang untuk menjadi penyalur rahmat keselamatan Tuhan bagi sesama dan dunia. Kelemahan dan kekurangan kita tidak menjadi alasan untuk tidak menjadi penyebar khabar keselamatan bagi sesama dan dunia. Semua kita memiliki peluang untuk menjadi pribadi yang lebih baik atas usaha kita dan disempurnakan oleh Rahmat Tuhan. Tuhan memiliki rencana unik bagi setiap kita dalam perjalanan hidup kita masing-masing. Masa Kelam Silsilah Diri Kita pada masa lalu bukan berarti kelam juga masa depan kita. Masa depan kita penuh dengan peluang untuk hidup lebih baik dalam keceriaan dan penuh dengan optimis. Masa lalu kita boleh berbeda tetapi kita memiliki masa depan yang sama untuk menata hidup yang lebih baik dan benar. Trimakasih Tuhan Yesus masa lalu silsilah Mu yang berwarna warni dalam menyelamatkan dunia dan manusia, memberi makna mendalam bagi kami yang juga  memiliki silsilah yang berwarna -warni. Trimakasih Tuhan Yesus. *****



Memberi Teladan Baik dalam kata dan aksi Bagi Sesama

Bacaan Injil
Luk 7:19-23



*P. Benediktus Bere Mali, SVD*



Berita tentang kebaikan dan keburukan berlari sangat cepat mencapai budi dan hati manusia melalui smartphone yang dimiliki manusia. 

Orang yang berbicara atau menulis buruk tentang orang lain, Suku lain, agama lain, tempat lain, bahkan tetangganya sendiri di depan publik, tentu memuaskan pembicara atau penulis secara pribadi tetapi menimbulkan antipati mayoritas masyarakat yang lebih mencintai teladan baik dalam kata/tulisan dan aksi bagi Semua orang sebagai secitra Allah dan berkemanusiaan.  

Hanya sedikit orang yang menyebarkan berita buruk tetapi mayoritas orang yang lebih mengutamakan kebaikan dalam kata dan Aksi bagi Dunia. 

Pada dasarnya seorang yang melakukan yang buruk bagi orang lain di Luar Keluarga intinya, tidak mungkin berbuat buruk bagi anggota keluarga inti di dalam Keluarganya sendiri. 

Seorang ayah pasti mengutamakan Teladan kata dan Aksi yang baik bagi anak dalam keluarga demikian juga seorang Ibu memberi teladan Baik dalam Kata dan Aksi yang baik bagi anak-anak dalam keluarga.  Teladan baik itu lahir dari komitmen ayah dan ibu  dalam membangun Masa depan anak-anaknya. Anak-anak pasti merasa nyaman dan tergerak  untuk berbicara/menulis dan berbuat baik seperti perbuatan baik ayah dan ibunya di dalam keluarga dan di depan publik di dalam masyarakat.  Dengan Teladan Baik dalam Kata dan Aksi dapat Menarik hati banyak orang untuk berbicara dan berbuat baik dalam hidup pribadi maupun di dalam kehidupan publik. 

Bacaan Injil Hari ini tentang Yohanes dan Murid-muridnya yang menyiapkan segala sesuatu bagi Kedatangan Tuhan Yesus di Dunia, bertanya langsung kepada Yesus tentang kepastian siapa sesungguhya Tuhan Yesus yang dinantikan. 

Yohanes mengutus dua muridnya kepada Yesus. Mereka bertanya kepada Yesus, apakah Yesus yang kami nantikan ataukah orang lain? 

Yesus memdengar baik pertanyaan kedua murid yang Yohanes utus kepadaNya. Yesus tidak menjawab dengan kata-kata. Tetapi Yesus menjawab dalam pekerjaanNya yaitu menyembuhkan orang Sakit, mengusir Roh jahat yang menyakiti, menyembuhkan orang tuli sehingga mendengar, menyembuhkan orang bisu sehingga berbicara, menyembuhkan orang kusta, membangkitkan orang mati, dan mewartakan khabar gembira kepada orang miskin dan sederhana. 


Teladan hidup baik dalam aksinyata Yesus dapat memberi jawaban atas pertanyaan dua murid Yohanes. Hal ini menunjukan bahwa Bagi Yesus Aksi berbuat baik bagi semua orang adalah lebih penting dan sangat dikehendaki oleh semua orang. Kata-kata indah tentang berbuat baik saja belumlah cukup. Orang bisa saja mempercantik Kata tentang perbuatan baik tetapi aksinyata yang dapat membuktikan apakah kata-kata indah itu menjadi kenyataan atau sekedar menyembunyikan perbuatan buruk yang dilakukannya atau sama sekali tidak melakukan perbuatan baik dalam hidupnya. 

Berbuat baik dalam hidup Selama 24 jam sehari itu merupakan bukti kehadiran Tuhan Yesus. Tetapi sedetik saja Anda buat buruk atau jahat itu telah menggeser kehadiran Tuhan Yesus dalam hidupmu. 

Lantas bagaimana dengan orang yang mewartakan kebencian terhadap sesama yang lain di depan publik? Lihat media Sosial dalam seminggu terakhir ini. Ternyata mewartakan keburukan kepada Sesama tidak hanya menyakiti Sesama tetapi menghancurkan Diri sendiri. Semua orang tidak suka pada Penyebar kebencian pada orang lain di mimbar publik. Hukum sipil kita pun tidak mengijinkan orang untuk menyebarkan kebencian pada orang lain di depan publik apalagi di mimbar publik di dalam Dunia kita yang penuh berwarna kebhinekaan. 

Tuhan cipta kebhinekaan secara indah untuk dinikmati dengan penuh syukur dan terima kasih dan bukan untuk dibenci. Membenci  kebhinekaan adalah lawan ciptaanNya. *****.





Sumber bacaan untuk renungan misa harian: 

Liturgia Verbi (B-I)
Hari Biasa, Pekan Adven III

Rabu, 16 Desember 2020

Bacaan Pertama
Yes 45:6b-8.18.21b-25

"Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas."

Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Beginilah firman Tuhan,
"Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain,
yang menjadikan terang dan menciptakan gelap.
Akulah yang memberikan kebahagiaan
dan mendatangkan kemalangan.
Akulah Tuhan yang membuat semuanya ini.

Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas,
dan baiklah awan-awan mencurahkannya.
Baiklah bumi membuka diri,
dan bertunaskan keselamatan serta menumbuhkan keadilan.
Akulah Tuhan yang menciptakan semuanya ini.

Sebab beginilah firman Tuhan,
yang menciptakan langit dan bumi.
Dialah Allah yang membentuk menjadikan
serta menegakkan bumi;
yang menciptakan bumi bukan supaya kosong,
melainkan supaya didiami orang;
Beginilah firman-Nya,
"Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain.
Akulah Tuhan!
Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain Aku.
Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku.
Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan,
hai ujung-ujung bumi!
Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.
Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah,
dari mulut-Ku telah keluar kebenaran,
suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali:
Semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku,
dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa,
sambil berkata,
Hanya dalam Tuhanlah keadilan dan kekuatan.
Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia
akan datang kepada-Nya dan mendapat malu.
Tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar
dan akan bermegah di dalam Tuhan."

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan
Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14,R:Yes 45:8

Refren: Hai langit, teteskanlah keadilan,
hai awan, curahkanlah keadilan.

*Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah!
Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai
kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya?
Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa,
dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.

*Kasih dan kesetiaan akan bertemu,
keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan.
Kesetiaan akan tumbuh dari bumi,
dan keadilan akan merunduk dari langit.

*Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan,
dan negeri kita akan memberi hasil.
Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya,
dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil
Yes 40:9-10

Nyaringkanlah suaramu, hai pembawa kabar baik.
Lihat, Tuhan Allah datang dengan kekuatan.

Bacaan Injil
Luk 7:19-23

"Katakanlah kepada Yohanes apa yang kalian lihat dan kalian dengar."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Yohanes memanggil dua orang muridnya,
dan menyuruh mereka bertanya kepada Yesus,
"Tuankah yang ditunggu kedatangannya,
atau haruskah kami menantikan seorang lain?"
Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus,
mereka berkata,
"Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya,
'Tuankah yang ditunggu kedatangannya,
atau haruskah kami menantikan seorang lain?"

Pada saat itu Yesus sedang menyembuhkan banyak orang
dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat;
dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.
Maka Yesus menjawab,
"Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes
apa yang kalian lihat dan kalian dengar:
Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan,
orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar,
orang mati dibangkitkan
dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa
dan menolak Aku."

Demikianlah sabda Tuhan.