KEMULIAAN DI SURGA DAMAI DI BUMI : SEBUAH DRAMA NATAL 2008

Natal adalah sebuah drama. Drama tentang penolakan kelahiran atau kedatangan Yesus dan drama tentag penolakan Yesus. Injil Sinoptik menggambarkan drama Natal ini secara sangat indah. Ada penguasa dunia yang menolak kelahiran Yesus. Pemilik penginapan yang menolak Yesus untuk menjadikan tempat bagi kelahiran Yesus. Yesusmengalami penolakan dari para pemguasa sipil pada zaman itu. Ada kelompok para gembala yang menerima kelahrian Yesus. Ada kelompok tiga raja yang menerima kelahiran Yesus. Ada kelompok lansia yang menerima kelahiran Yesus. Dan dalam Injil Yohanes melukiskan drama itu secara lebih dalam bahwa kedatangan Yesus kepada milik kepunyaanNya tetapi orang-orang kepunyaanNya menolak dia. Yesus datang ke dunia tetapi dunia menolakNya. Tetapi orang-orang yang menerima Dia memperoleh kegembiraan.
Kita para misioaris menerima DIa dan meneruskan warta sukacita Tuhan ke seluruh dunia agar semua orang boleh mengalami kasih dan Sukacita Tuhan. Agar semua bersama para Malaekat berseru : Kemuliaan di Surga dan Damai di bumi menjadi milik semua dan dunia hidup olehnya.



Natal bukan sekedar peristiwa mengenang kelahiran Tuhan Yesus dua ribu tahun yang lalu. Natal bukan sekedar memory penolakan Tuhan dan penerimaan Tuhan pada masa lalu. Natal adalah sebuah drama kehidupan. Drama tentang penolakan terhadap anak manusia yang terus dialami pada zaman ini. Penolakan terhadap kemanusiaan dan citra manusia sebagai ciptaan Tuhan tetap terkjadi di dalam kehidupan di atas bumi ini. Peristiwa kekerasan Orisa di India. Kita dikejutkan oleh pemboman di India yang memakan banyak nyawa anak manusia sebuah pelecehan terhadap kemanusiaan yang dimiliki oleh semua orang sebagai sebagai citra Allah. Kita dikagetkan oleh kematian kurang lebih enam ratusan anak manusia akibat peperangan di Irak. Kita dikejutkan oleh penebangan hutan yang menimbulkan kepanasan global di atas bumi ini. Dan masih banyak peristiwa sepanjang tahun ini yang mencerminkan penolakan dan penerimaan, hitam dan putih yang mewarnai kehidupan perzirahan kita.


Natal ini kita mau hidup baru. Kita mau kembali rekonsiliasi dengan Tuhan dengan alam, dengan sesama dan dengan diri sendiri. Kita mau bersama para Kudus dan para Malaekat berseru : Kemuliaan di Surga dan Damai di Atas Bumi sebagai komitmen kita bersama. Semoga kita kemuliaan bersama para malaekat dalam liturgi sebagai seorang religius tetapi tidak menjadi peleceh yang merusak alam dan sesama serta diri sendiri. Denga demikian identitas kita jelas yaitu memuji Tuhan dan menghormati perbedaan sebagai wujutnyata kehidupan iman dan kemanusiaan sebagai dua sisi mata uang yang membentuk tubuh kehidupan kita secara utuh. Insipirasi Bacaan-Bacaan Suci Malam Natal Tahun A.B.C. dan Hari Raya Natal Siang Tahun A.B.C.Malam Natal bacaannya dari Yes 9 : 1 6; Tit 2 : 11 - 14.Injil Luk 2: 1- 14. Natal Siang bacaannya dari Yes 52 : 7 -10; Ibr. 1 : 1 - 6; Yoh 1 : 1 - 18 : Misionaris Natal Bergembiralah.