HOMILI HARI MINGGU PASKAH . C. 31 Maret 2013


Homili Hari Raya Paskah Misa Pagi
Hari Raya Paskah
Kis 10:34a.37-43
1Kor 5:6b-8
Yoh 20:1-9


“PINTU KUBUR SELALU TERBUKA”

*P. Benediktus Bere Mali, SVD*

Pintu Rumah Yang Terbuka menyatakan isyarat welcome bagi setiap pengunjung yang hendak bertamu. Sebaliknya pintu rumah yang selalu tertutup siang dan malam memuat isyarat ketertutupan rumah itu yang membuat enggan banyak orang datang ke rumah itu. Pintu rumah yang selalu tertutup atau terbuka mengungkapkan identitas pemilik rumah tersebut.  Pintu rumah yang selalu tertutup siang dan malam, mencerminkan pemilik rumah yang menutup diri terhadap sesama. Sebaliknya pintu yang selalu terbuka mencerminkan pemilik rumah itu selalu membuka diri terhadap sesama sekitar.
Injil hari ini berbicara tentang Kebangkitan Tuhan yang diawali dengan Pintu Kubur Terbuka karena Pintunya yang terbuat dari Batu telah diambil orang.  Batu penghalang diambil orang. Yesus tidak ada di dalam Kubur. Yesus diambil orang. Identitas orang yang mengambil batu dan Yesus itu tidak diketahui. Saya merenungkan bahwa Tuhan yang mengambil batu itu. Kubur terbuka. Yesus bangkit. Yesus “diambil” dalam arti Yesus berjalan meninggalkan Rumah Kubur beralih menuju Rumah Bapa di Surga.  BapaNya mengambil Yesus PuteraNya dari kubur menuju istana Surga RumahNya yang Sejati. Yesus telah bangkit dan menuju Surga.
Apa dasar bahwa Yesus kembali ke Rumah Bapa di Surga? Dalam Yohanes 13, Yesus sendiri menyatakan diri kepada para murid pada malam perjamuan terakhir : “Aku datang dari Allah dan akan  beralih dari dunia ini kembali kepada Bapa.” Injil Yohanes 14 menyatakan bahwa Yesus ke Rumah Bapa untuk menyiapkan tempat bagi orang percaya kepadaNya.  Injil hari ini secara tegas mengatakan bahwa “ Yesus Harus Bangkit dari Antara Orang Mati.”


Yesus keluar dari Rumah Kuburan itu beralih menuju Rumah BapaNya melalui pintu kuburan, tanpa menutupinya kembali secara rapi. Yesus pergi, Pintu Kubur tetap terbuka. Yesus Bangkit, Kubur Selalu Terbuka.  Mengapa Pintu Kuburan itu tetap terbuka?  Pintu Kuburan itu selalu terbuka bagi semua orang. Setiap orang pasti suatu saat akan bertamu di dalam Rumah Kuburan itu.  Pintu kuburan selalu terbuka juga menunjukan orang yang meninggal pasti bangkit bersama Kristus. Pintu Kubur terbuka artinya terbuka bagi setiap orang masuk dan tinggal di dalamnya melalui kematian dan pemakaman, dan pada hari ketiga dibangkitkan bersama Tuhan Yesus. Kebangkitan untuk berjalan beralih dari Rumah Kuburan menuju Rumah Surga. Pintu kubur terbuka maka terbukalah pintu Surga.
Kita dapat merefleksikan bahwa Pintu Batu Itu dan Tuhan Yesus telah diambil orang dan disimpan di dalam rumah hati kita masing-masing.  Kita dapat mengidentikan diri kita dengan Batu dan Tuhan Yesus. Ketika kita menjadi batu, kita boleh jadi menjadi batu loncatan atau bisa jadi menjadi batu sandungan. Semestinya kita bukan menjadi batu sandungan bagi sesama melainkan menjadi batu loncatan bagi semua orang semakin mendekatkan diri dengan Tuhan Yesus. Itu menunjukkan bahwa Tuhan Yesus yang sudah diambil orang dan ditempatkan di dalam diri kita, benar-benar ada dan hadir di dalam seluruh diri kita, pikiran, kata, dan laku kita yang menyelamatkan semua orang lintas batas. Sebaliknya ketika kita menjadi batu sandanguna bagi orang lain untuk datang dan tinggal dalam Kebangkitan Tuhan Yesus berarti kita belum bangkit bersamaNya. Kita masih dikuburkan oleh kuasa dosa. Kita harus Bangkit beralih meninggalkan kebiasaan menjadi batu sandungan menuju habitus diri kita sebagai batu loncatan bagi orang lain untuk memperkokoh iman kepada Tuhan Yang Telah Bangkit. Kesaksian Kita menjadi media yang Tuhan gunakan untuk membangkitkan iman orang lain kepada Kebangkitan Tuhan Yesus. Selamat Paskah.