Kesaksian Yohanes Benar : Yesus adalah Terang dan Anak Domba Allah

Satu hal yang tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan kita manusia adalah bahwa seringkali kita memberi prasangka yang keliru dan salah terhadap orang lain. Prasangka itu disebarkan kemana-kemana bahwa orang itu binal, orang jahat, orang itu jelek, orang itu pengkhianat, orang itu pemalas, orang itu sukuis, orang itu sombong. Kita masing-masing dapat memberi sederetan kesaksian yangkeliru dan salah kepada seseorang.


Prasangka salah itu akan lain ketika kita bertemu langsung dengan orang yang menjadi obyek prasangka kita. Ternyata setelah hidup bersama dengan sesama yang sebelumnya kita jadikan obyek prasangka buruk itu, orang itu sangat baik, sangat matang, sangat pedulu pada sesama, orang itu tampail sangat bijaksana, orang mengutamakan kebenaran dan keadilan.


Kalau kita juga masih memiliki sejumlah prasangka negatif terhadap sesama, pada hari Minggu Biasa Kedua ini, Kita belajar dari Yohanes yang memberi kesaksian yang benar tentang Yesus adalah TERANG dan ANAK DOMBA ALLAH. Dua point perenungan ini terungkap dalam Bacaan Liturgis Tahun A yang diambil dari Yes 49 : 3.5-6; 1 Kor 1 : 1 - 3 ; Yoh 1 : 29 - 34. Yohanes memberi kesaksian tentang Yesus sebagai terang sejati bagi manusia. Terang sejati itu terungkap dalam diri Yesus senagai Anak Domba Allah, yang berkorban untuk menerangi dunia, menyelamatkan dunia, sebagai misi Yesus ke dunia sekaligus komitmennya kepada Allah di Surga.


Kita sebagai orang-orang yang beriman kepada Yesus sebagai Terang, ANak Domba Allah, Putra Allah, Anak Manusia, Guru, Dokter, dan Nabi. Apakah gelar-gelar yesus itu menjadi gaya hidup kita dalam peziarahan kita dalam komunitas tempat dimana kita hidup?


Dalam dunia modern ini iman kita kepada Kristus kadang hanya mengambang. Kita kehilangan komitmen dalam mengimani Yesus Kristus karena kesaksian kita masih berwarna egoisme. Komitmen kita kepada Kristus sebagai TERANG dan ANAK DOMBA ALLAH yang berkorban bagi keselamtan universal masih kabur. Maka Sabda Allah hari ini menegur kita agar kita sadar bahwa kita ini adalah insan-insan beriman. Itu diungkap dalam membuat niat-niat baik di hadapan Tuhan dan kembali ke dalam tugas kita sehari-hari untuk melaksanakan niat-niat itu dengan benteng komitmen yang kokoh di tengan aneka badai godaan yang kreatif merusak benteng komitmen kita kepda Tuhan Yesus Kristus pusat iman, harapan, kasih dalam hidup kita.


Dengan demikian kita tidak lagi menjadi orang yang kreatif menebarkan prasangka negatif tentang sesama tetapi sebaliknya kita menjadi insan beriman kokoh kepada Kristus yang mengutus kita untuk bersaksi secara benar tentang Sang Terang Sejati yaitu Yesus Kristus, Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia. Kita menjadi Terang berarti kita mau berkorban untuk menyelamatkan sesama, keluarga sebagai gereja yang paling kecil, gereja pada umunya, negara dan dunia.



Kapel Soverdi Sto. Arnoldus Janssen Surabaya
Hari Minggu Biasa II Tahun A, 20 Januari 2008
P. Beny Mali, SVD