Mengapa Sukses Yunior Sulit Dterima Para Senior ?

Hari ini tanggal 24 Januari tahun Liturgi A. Bacaan Pertama diambil dari 1Sam 18:6-9; 19:1-7 tentang keberhasilan Daud mengalah orang Filistin dan Goliad dibenci oleh Saul. Saul membenci Daud si kecil itu karena kemenangan Daud dalam peperangan melawan Goliad itu mengancam status qua kuasa kerajaannya. Daud akan melengserkan Saul. Kedudukan dan kuasa Saul akan kalau Daud si yunior ingusan itu dibunuh.


Yonatan Putra Saul mengetahu rencana jahat ayahnya untuk membunuh Daud. Yonatan punya prinsip kemanusiaan yang kuat. Rencana jahat Saul untuk membunuh Daud itu disampaikan kepada Daud agar dia menyembunyikan diri di hadapan pencarian Saul yang hendak membunuhnya. Yonatan pun tidak hanya menyelamatkan Daud dari ancaman pembunuhan Saul ayahnya. Yonathan menjernihkan pikiran kotor ayahnya untuk membunuh Daud yang tidak berdosa. Yonathan memberi pencerahan kepada Saul untuk sadari bahwa keberhasil Daud adalah keberhasilan Saul. Kemenangan Daud dalam perang melawan Goliad itu merupakan kemenangan Saul.


Yonathan memiliki peran sentral menegakkan yang benar. Yonathan menobatkan Saul ayahnya yang sangat emosional dan egois menjadi pencinta Daud. Saul setelah mendengar pendapat Yonathan, dia menjadi peramah dan bersahabat dengan Daud. Saul tidak melihat keberhasilan dan keberhasilan serta kemenangan Daud si yunior ingusan itu sebagai ancaman terhadap kerajaannya setelah pertolongan Yonathan putranya yang sanagt jujur, adil, dan human dalam menghadapi semua persolan yang dihadapi oleh ayahnya yang dikuasai oleh pola pikir kuno yaitu yang tua itu pemilik keberhasilan, kuasa, harta dan kebenaran. Peran Yonathan memang patut kita teladani.


Dalam kehidupan sosial, komunitas seringkali kelompok senior meremehkan keberhasilan yunior. Padahal jika ditakar, bobot usaha yunior tidak dapat diragukan. Ini soal pola lama yang masih menguasai para senior yaitu yang lahir lebih dulu harus menjadi yang pertama dalam segala hal. Lalu dimanakah Humanitas dalam hidup bersama? Dimanakah penghidupan iman akan Allah yang menciptakan semua manusia secitra Allah?