"Mengapa SVD Merata Melayani Orang Sederhana dan Kelompok Elit?"

Pada pertengahan Januari 2008, misa penutupan peti seorang tokoh umat dipimpin oleh pemimpin tertinggi Gereja Lokal setempat. Seorang abang becak juga menghadiri perayaan tutup peti itu. Penulis duduk berdampingan dengan si abang becak. Dia sangat rindu untuk melihat pemimpin tertinggi Gereja Lokal. Kini kerinduannya terobati dengan hadir dalam perayaan Ekaristi tutup peti yang dipimpin oleh pemimpin tertinggi Gereja lokal setempat. Dia rindu menerima berkat sang Gembala pemimpin gereja lokal setempat. Perasaannya itu dia ungkapkan kepada penulis di awal perayaan tutup peti itu.



Waktu kotbah, si abang becak ini dengan polos berbisik di telinga penulis. Katanya: “Mas, apakah suatu ketika di wilayahku yang kumuh dan pinggiran itu, salah satu anggota lingkunganku meninggal, saya mengundang pemimpin tertinggi ini untuk memimpin misa penutupan peti, apakah beliau bersedia?” Penulis kaget dan lama diam dan lalu menjawab secara agak kikuk demikian, kalau saya yang jadi pemimpin tertinggi, maka pasti saya datang melayani permintaan Anda. Pertanyaan dan jawaban penulis itu terus menggema dalam hati penulis selama mengikuti Perayaan Ekaristi tersebut.



Dalam hati kecil bertanya, Roh apa yang menyuruh si abang becak ini bertanya seperti itu? Penulis adalah gembala umat, merekam pertanyaan itu, merupakan suatu rekaman yang akan terus diputar ulang dalam memori dikala menyambut permintaan umat untuk dilayani. Penulis merasa bahwa pertanyaan itu muncul dari satu harapan umat sederhana agar mendapat pelayanan yang sama dari gembalanya. Si abang becak itu merindukan agar pelayanan para gembala dewasa ini tidak hanya pada para elite secara ekonomis. Gembala ada untuk melayani semua dombanya tanpa mengkotak-kotakan dalam pemberian pelayanan.


Pertanyaan si abang becak itu langsung disampaikan di telinga penulis seorang SVD. Maka bagi penulis, pertanyaan itu akan menggema dalam telinga hati penulis dikala menerima setiap permintaan pelayanan dari umat Allah beriman tanpa membeda-bedakan dalam menjawabi pelayanan tersebut. Pelayananku indah kalau mengalir keluar dari roh keimanan dan roh kemanusiaan yang menjadi motor yang menghidupi pelayananku. Tuhan Sempurnakan pelayanan saya kepada domba-dombaMu yang Kaupercayakan kepadaku. Engkau datang untuk menyatukan semua manusia ciptaanMu yang secitra dengan diriMu. Engkau datang untuk menyelamat semua manusia.