Homili Rabu 16 Januari 2013

http://www.facebook.com/notes/beny-mali/yesus-di-tengah-pengagumnya/10151256270428598




YESUS DI TENGAH PENGAGUMNYA

(Ibr 2:14-18; Mrk 1:29-39)
Rabu 16 Januari 2013
Homili Misa Harian di St. Maria Ursulin
Surabaya Dharmo

P. Benediktus Bere Mali, SVD



Ketika anda di antara para pengagummu, karena kerja dan pelayanan yang memikat hati mereka, sehingga banyak kebutuhanmu selalu mereka penuhi, lantas pada saat yang demikian, dapatkah  anda berani memutuskan meninggalkan mereka, pergi ke tempat kerja yang sama sekali baru dan tanpa pengagum, tanpa kemudahan pemenuhan segala kebutuhanmu, atas perintah Pimpinan Anda berdasarkan SK pimpinan Anda?  Saya sangat yakin bahwa ini adalah  sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab seketika, perlu waktu yang agak lama untuk menjawabnya. Atau dengan kata lain, anda tidak begitu mudah meninggalkan sebuah tempat pelayanan yang disebut sebagai "tempat basa" untuk pergi ke tempat lain yang dikategorikan sebagai "tempat kering".                                       


Tetapi yang menarik bahwa ketika Yesus berhasil memberikan pelayanan yang sangat bagus dan banyak orang yang mengikutiNya, mengagumiNya, memuliakanNya, memujiNya, Yesus berani memutuskan meninggalkan mereka pergi melayani orang lain yang ada di tempat lain, yang belum tentu setelah melayani mereka, menghormatiNya, memuliakanNya dan mengagumiNya. Hal inilah ditegaskan dalam Injil hari ini. Sabda Injil hari ini mengemukakan bahwa ketika para murid menyampaikan kepada Yesus bahwa banyak orang yang mencari Yesus, ditanggapiNya dengan berkata : "Marilah kita ke tempat lain..."                                                           

Yesus bermisi dalam paradigma yang meluas dan global. Bermisi meluas berarti menjauhkan diri dari misi yang membatasi pelayanan pada tempat tertentu dan orang tertentu, tetapi pergi melayani semua manusia melintas batas, agar Injil mendiami hati semua manusia.


Bermisi dengan paradigma "Mari kita ke tempat lain..." adalah sebuah ajakan misi yang menantang sekaligus penuh inspirasi.  Misi Yesus selalu menantang untuk merevisi misi kita dewasa ini dengan bimbingan Roh Kudus yang selalu menuntun kita dengan cara-cara baru yang sangat kontekstual untuk membawa Injil agar Khabar Gembira Tuhan hidup di dalam hati semua manusia melintas batas geografis.


Misi dengan pandangan "Mari kita ke tempat lain" adalah sebuah ajakan misi untuk kita meninggalkan misi kepada orang-orang yang dilingkupi kemapanan baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, iman menuju misi kepada orang-orang yang masih labil dalam iman, ekonomi dan pendidikan, agar Kerajaan Allah, Injil dapat menjangkau aneka wilayah geografis dan terutama menjangkau aneka hati manusia.