Kotbah Misa, Jumat 4 Januari 2013



YESUS  VERSUS IBLIS

1 Yoh 3:7-10; Yoh 1:35-42
Jumat 4 Januari 2012
Dari Pastoran Katolik St. Yosef
Kuala Kencana Freeport Timika
Untuk Dunia

P. Benediktus Bere Mali, SVD

 Setiap kekuatan kesebelasan bola kaki akan bertanding  di lapangan Bolak kaki secara maksimal untuk memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dalam waktu yang telah ditentukan, agar pada akhir waktu itu, salah satunya memperoleh kemenangan sedangkan yang lainnya mengalami kekalahan.

Dalam lapangan  dunia kerohanian juga ada pertandingan  atau lebih tepat persaingan yang hebat antara orang-orang yang dipenuhi kekuatan Yesus dengan orang-orang yang dipenuhi kekuatan Iblis di dalam perjalanan peziarahan hidup sehari-hari.  Dipenuhi tenaga iblis tampak dalam aksinya yang merusak kehidupan  pribadi dan bersama terutama kehidupan abadi. Sebaliknya yang mengalami kepenuhan Roh Kudus Allah, Roh Yesus tampak dalam aksinya yang membangkitkan, menyegarkan, menghidupkan, membahagiakan serta menyelamatkan diri dan sesama serta banyak orang melintas batas.

Para murid yang mengikuti Yesus adalah orang-orang yang dipenuhi oleh kekuatan yang menyelamatkan semua orang melintas batas. Sebaliknya di antara para murid yang mengikuti Yesus, ada yang mata duitan, sehingga menjual Yesus dengan harga yang sangat murah. Dia itu adalah Yudas Iskariot.  Teman-temannya yang lainnya adalah orang yang hidup dan selalu berjalan bersama Yesus Adam Baru yang menata segala sesuatu yang belum indah dan rapi.

Dari sini pertanyaan awal yang diberikan kepada para Murid yang mengikuti Yesus yaitu : Apa yang kamu cari,  sudah dapat ditemukan jawabannya.  Orang yang datang kepada Yesus dan Tinggal dalam Yesus dalam suka maupun duka, senang ataupun susah, miskin ataupun kaya, adalah orang yang memiliki motivasi mengikuti panggilan Tuhan untuk menjadi misionaris bagi banyak orang. Hal ini dimilili oleh sebelas Murid yang lain, sedangkan Yudas Iskariot adalah pribadi yang telah dikuasai kekuatan Iblis sehingga menjadi penjual Tuhan Yesus dengan harga yang sangat tidak manusiawi, dan pada akhirnya aksinya menghancurkan dirinya yaitu dengan mematikan diri dengan jalan menggantungkan dirinya sendiri. Dengan kata lain 11 murid dipenuhi dengan Kekuatan Roh Kristus Yesus sebagai Mesias Sang penyelamat yang sejati. Sedangkan Yudas Iskariot adalah pribadi yang telah dipenuhi oleh kekuatan Iblis yang menghancurkan diri dan sesama.

Kita sedang dihadapkan pada dua pilihan. Setelah dipenuhi dengan Roh Kudus, kita diharapkan tetap hidup di dalam Yesus sang penyelamat yang sejati. Ataukah kita hidup dengan kekuatan Iblis yang memporak-porandakan Firdaus  hati kita sehingga menyesatkan diri  sendiri dan sesama serta alam sekitar?